Unhealthy Relationship


Read 290 

Mendengar istilah relationship, tentunya benak kita akan terbanyang terhadap pasangan, kata-kata romantis, hubungan jarak jauh ( LDR ), atau hal lainnya yang berkaitan dengan hal-hal percintaan. Namun sebenarnya relationship ini m,emiliki makna yang luas, istilah tersebut bisa di artikan sebuah hubungan yang general tanpa adanya batasan agama, suku, keluarga, bangsa, pertemanan dan hal lainnya.

Hubungan atau relationship ini merupakan bentuk rasa atau sikap bersosial kita dalam lingkungan, yang tentunya memiliki pengaruh besar terhadap perubhan sikap, pola pikir, serta kepercayaan. Namun tahukah kita, dalam hubungan tentunya ada hal yang baik dan ada yang buruk atau bisa kita istilahkan hubungan yang sehat dan hubungan tidak sehat ( Unhealthy Relationship/Toxic Relationship ).

Idealnya sebuah hubungan baik persahabtan maupun percintaan itu tergantung dari indivu yang menjalaninya, hal ini bertumpu pada kesadaran dan kedewasaan individu dalam memberikan rasa aman, kasih sayang, kebahagiaan, serta rasa saling menhargai antar individu. Hal-hal tersebut seharusnya dimiliki dan diciptakan oleh masing-masing individu dalam hubungan agar tercapainya keharmonisan.

Namun banyak dari kita, utamanya para remaja yang memiliki pola pikir “coba-coba” sehingga hal tersebut membuatnya terjebak dalam hubungan yang tidak sehat ( Unhealthy Relationship/Toxic Relationship ), maka sedari dini mungkin kita harus menyadari apakah hubungan yang sedang kita jalani ini sehat atau tidak?

Kesehatan mental seseorang tergantung kepeda pola pikir dan asumsi tingkah lakunya dalam menjalanikehidupan, hal tersebut dipengaruhi oleh eksterbal dan internal diri pribadi seseorang termasuk hubungannya dengan orang lain. Meningkatnya kecemasan, depresi, strees dan gangguan jiwa lainnya yang bahkan dapat mempengaruhi terhadap perkembangan fisik yang terganggu seperti psikosomatis, merupakan hasil dari hubungan yang tidak sehat.
Lantas bagaimana ciri-ciri dari hubungan yang tidak sehat ini ?

Kontroling dari pasangan
Hal ini bisa berdampak positive dan negatif, namun kita juga harus menyadari bahwa sikap pasangan yang terlalu mengekang terhadap kegiatan kita akan berdampak buruk terhadap tumbuh kembang kita. Sikap pasangan yang seperti ini didasari dari dirinya yang merasa memiliki posisi sentral dalam diri kita, seperti harus meminta izin kepadanya dalam setiap pengambilan keputusan dan menilai diri kita tidak bisa memilih hal yang baik, mereka akan berlindung dalam kalimat “aku melalukan ini karena aku sayang sama kamu”, ini membuktikan bahwa hal yang dia lakukan sepenuhnya benar.

Tidak bisa menjadi diri sendiri
Hal ini tentunya dampak dari seringnya kita dikontrol oleh pasangan, sehingga kita tidak sepenuhnya mengambil keputusan yang baik bagi diri kita sendiri. Jika ini terus-menurus dilakukan tentunya lambat laun kita akan terbunuh karakternya. Ketakukan kana dirasakan disetiap kita melakukan hal yang dirasa oleh pasangan salah, dan kita akan menyalahkan diri kita sendiri akan hal tersebut.

Tidak mendapatkan dukungan
Keegoisan pasangan akan membuat kita dipandang sebelah mata, setiap tindakan dan keputusan dalam hidup kita tidak akan didukung karena mereka sendiri menganggap bahwa hal yang kita pilih itu tidak baik kecuali yang dipilih oleh pasangan kita. Kritikan akan senantiasa dilontarkan karena sikap kompetitif pasangan terhadap hubungan yang dijalani, alih-alih mendapatkan apresiasi, kita hanya akan mendapatkan cacian dan makian disetiap capaian kita.

Selalu dikekang dan dicurigai
Pasangan yang tidak menghargai kita akan menilai bahwa hubungan di luar hubungan percintaan dengan dirinya adalah hal yang salah dan tidak wajar, sehingga dia akan bersikap overprotektif dan mulai menaruh curiga kepada kita bila memiliki hubungan dengan orang lain. Alasan-alasan yang tidak sesuai logika akan kita dapati disaat dia sudah bersikap diluar batah wajar dan medobrak hal yang bersifat privasi.

Sering berbohong
Kejujuran adalah kunci keharmonisan dalam hubungan, pasangan yang jujur automatis dia juga menghargai kita sebagai pasangannya. Sedangkan pasangan yang toxic akan cenderung terus berbohong kepada kita untuk melindungi dirinya dan membenarkan sikapnya.

Kekerasan fisik
Puncak dari ketidak sehatan sebuah hubungan, disaat pasangan kita melukai diri kita secara fisik. Hal ini diakibatkan dari kondisi pasangan yang tidak sehat secara emosional, sehingga dia akan cenderung “main tangan” apabila terjadi perselisihan dalam hubungan.

Unhealthy Relationship/Toxic Relationship akan berdampak buruk pada psikis dan fisik kita, potensi yanga akan didapatkan bukanlah kepositifan namun hanya hal-hal negatif. Kemunduran diri, kepercayaan diri, dan kebahagiaan akan terenggut sedikit demi sedikit dari diri kita. Sebelum kita mencintai orang lain, kita harus bisa mencintai diri kita sendiri. Hal itu adalah kunci dan hal yang utama dalam kebahagiaan dari diri kita sendiri.

Latest posts by Hanhan Abdul Muiz (see all)

Hanhan Abdul Muiz

Adalah anak ke 5 dari 6 bersaudara, pernah mengenyam pendidikan di SDN Sukahurip 1 ( 6 tahun), MtsN Sukamahah ( 3 tahun, sekarang menjadi MTsN 01 Tasikmalaya ), MAN Sukamanah ( 3 tahun, sekarang menjadi MAN 01 Tasikmalaya ), memiliki cita-cita menjadi seorang healer baik di bidang social maupun medis. Motto hidup " jadilah manusia yang membumi berwawasan langit "