Quarter Life Crisis Pada Remaja


Polish_20191231_182152080.jpg

Read 442 

Kamu Tidak Sendirian
Pernahkah kamu merasa bingung dalam menentukan pilihan? Seperti mau lanjut ke sekolah mana? Banyaknya sekolah yang kamu cari dan banyaknya hal yang ingin dieksplor membuat kamu bingung. Akhirnya orang tua yang turun tangan dalam mengambil keputusan, dengan terpaksa kamu mengikuti apa yang mereka inginkan. Sehingga tak jarang rasa kecewa datang tanpa diundang.

Peristiwa kecil seperti di atas berpengaruh besar terhadap hidup kita. Keputusan yang dijalani memiliki andil dalam efektifitas kinerja kita. Hal itu disebabkan karena ekspektasi yang digantung tinggi serta harapan yang ditanam terlalu dalam membawa kita pada kenyataan yang begitu mengejutkan.

Tak jarang seseorang merasa bingung dengan apa yang telah dilakukannya. Kondisi ini sering terjadi pada remaja usia 18-21 tahun. Pada rentang usia tersebut remaja sedang menghadapi fase peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Kondisi ini dikenal dengan sebutan Quarter Life Crisis.

Quarter Life Crisis merupakan gambaran dari kondisi krisis diri dalam kehidupan yang membuat seseorang sering merasa bingung, cemas dan ragu dengan tujuan hidup. Seseorang dapat mengalami Quarter Life Crisis karena berbagai problematika, tuntutan serta tanggungjawab yang diembannya hadir secara bersamaan. Kondisi ini dapat membuat seseorang khawatir, frustrasi bahkan lebih parah depresi karena merasa terjebak dalam ketakutan yang ada pada dirinya sendiri.

Sebenarnya kondisi ini adalah hal yang wajar terjadi pada remaja. Karena secara umum, Quarter Life Crisis akan membawa diri kita pada kesadaran akan suatu hal yanng harus diubah. Namun biasanya kita tidak tahu apa yang harus dirubah dan bagaimana cara mengawalinya.

Untuk mengatasi Quarter Life Crisis, tentunya kita tidak bisa hanya diam dan membiarkan diri kita larut dalam ketakutan yang ada. Dalam mengatasi kondisi ini diperlukan tahapan-tahapan yang tidak mudah. Karena penanganan Quarter Life Crisis merupakan proses alamiah yang harus kita jalani.

Deb Johnstone merupakan seorang Mindset Coach yang berasal dari Australia. Ia pernah menulis artikel di situs Lifehack dan menyatakan bahwa beberapa langkah bisa dilakukan untuk mempermudah kita dalam menghadapi Quarter Life Crisis. Hal ini juga mengajarkan kita untuk menerima kondisi ini dengan ikhlas.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghadapi kondisi ini.
1. Pahami bahwa Quarter Life Crisis adalah hal yang wajar
Jangan menganggap kondisi ini adalah kondisi yang krisis atau rumit, anggaplah ini merupakan salah satu fase hidup yang akan membawa kita menuju fase hidup selanjutnya dengan harapan lebih baik. Jangan merasa sendiri, sebab di luar sana banyak orang yang pernah bahkan sedang mengalami Quarter Life Crisis.

2. Tak perlu membandingkan Quarter Life Crisis yang dialami dengan orang lain
Quarter Life Crisis dapat membuat kita cemas dan ketakutan yang berujung kekecewaan. Hal tersebut muncul karena kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Biasanya hal tersebut dipicu oleh aktivitas kita di media sosial. Membandingkan diri dengan orang lain dapat membuat kepercayaan diri menurun.
Oleh karena itu, kita dapat mengatasinya dengan berpikir bahwa segala yang terlihat di media sosial belum tentu baik dan benar. Percayalah bahwa orang lain juga mengalami Quarter Life Crisis dengan porsi yang sesuai. Mereka pun akan menghadapinya dengan cara yang berbeda.

3. Jangan takut untuk berubah! Lakukan kegiatan lain untuk mendapatkan suasana baru
Jangan fokus pada ketakutan! Namun fokus terhadap berbagai kesempatan! I luar sana banyak hal yang dapat dieksplor untuk menambah pengetahuan serta pengalaman. Sadar atau tidak, lingkungan memiliki pengaruh terhadap apa yang kita lakukan. Maka cari lingkungan serta suasana baru, kemudian lakukan hal baru yang dapat mengubah dan mengembangkan pola pikir kita.

4. Buatlah prioritas dalam hidup
Tanyakan diri sendiri apa saja prioritas untuk mencapai impian dalam hidup. Dr. John Demartini seorang pakar perilaku manusia menulis dalam bukunya yang berjudul The Values Factor, bahwa motivasi hadir dari sebuah inspirasi. Hal tersebut hadir ketika kita bisa hidup sesuai dengan nilai-nilai yang kita inginkan.

Oleh karena itu, buatlah daftar hal apa saja yang menjadi prioritas dalam hidup dengan membedakan mana yang penting dan mana yang lebih genting agar impian kita tercapai.

5. Saatnya menghiraukan komentar orang lain terhadap diri kita
Tak jarang kemampuan dan usaha yang telah dikerahkan mendapat cibiran bahkan diremehkan oleh orang lain. Mereka akan mengukur apa yang telah dikerjakan dengan standar dalam lingkup sosial. Padahal, hal tersebut membawa dampak buruk bagi kinerja kita. Ketidak puasan akan terus menghantui dibarengi dengan kecemasan lainnya.

Maka mulailah untuk yakinkan mereka dengan suatu bukti agar mereka percaya bahwa kita akan baik-baik saja. Jangan sampai komentar mereka menghambat pergerakan kita untuk meraih kesuksesan. Katakan pada mereka bahwa kita akan maju dan sukses jika mereka mampu menjadi penyemangat yang baik.

6. Biarkan semua mengalir apa adanya dan cobalah bersabar
Kita harus sadar bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kesalahan yang terjadi adalah wajar dan merupakan bagian dari proses menjadi sukses. Kita tak perlu berusaha terlalu keras untuk mengendalikan segala hal dalam hidup kita.

Biarkan semua mengalir apa adanya tanpa perlu dipercepat atau diperlambat. Sebab semua hal butuh proses. Begitu pula dengan Quarter Life Crisis, kondisi ini merupakan proses pendewasaan dan perbaikan diri. Cukup nikmati, jalani serta syukuri dengan penuh rasa sabar untuk mendapatkan hasil yang optimal.

7. Seringlah berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan teman
Bukan soal kualitas namun tentang kuantitas. Seiring berjalannya waktu, kita akan memilih teman sesuai dengan kualitas agar sejalan dengan pikiran. Dalam menghadapi Quarter Life Crisis, kita harus mampu memilah teman untuk bermain, berdiskusi, berbagi perasaan dengan cermat dan tepat.

Berbagai masalah yang dihadapi tanpa penanganan yang tepat akan membawa kita pada rasa kecewa juga kesepian. Maka berbagi dengan teman merupakan cara terbaik untuk mengetahui pandangan dari sisi lain terhadap sesuatu.
Berbagilah pada orang yang kita percaya dan hindari untuk memendamnya sendiri. Sebab dengan cara ini maka pikiran kita akan lebih jernih serta hati kita jauh lebih tenang karena kita tak merasa sendirian.

8. Berdo’a dan mendekatlah pada Sang Pencipta
Sebagai manusia hendaknya kita sadar ada Tuhan yang selalu mengiringi langkah kita. Tuhan menciptakan kesulitan dengan kemudahan di belakangnya. Karena kita adalah makhluk ciptaan-Nya, maka sangat dianjurkan untuk berdo’a meminta yang terbaik untuk hidup kita.
Mendekat pada Tuhan akan membuat jiwa juga pikiran kita menjadi tenang, hal tersebut dapat membuat kita lebih biijak dalam menentukan langkah yang akan ditempuh dalam menghadapi Quarter Life Crisis.

Itulah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi Quarter Life Crisis. Kondisi ini memang berat, dalam mengatasinya pun tentu tidak mudah. Namun perlu diingat bahwa kondisi ini tak boleh membuat masa remaja kita menjadi kelam.

Bangun semangat dan cari titik temu dari Quarter Life Crisis dalam diri sendiri. Yakinlah bahwa setelah melalui Quarter Life Crisis kita akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Karena Quarter Life Crisis adalah proses pendewasaan.

Follow me
Latest posts by Ikhsanul Kamil (see all)

Ikhsanul Kamil

Nama : Ikhsanul Kami Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 18 Oktober 1999 Alamat : Dusun Manis Rt/Rw 001/001,Desa Cilebak, Kec Cilebak Kab.Kuningan