TUNJUKKAN BAKATMU, JADILAH BINTANG REMAJA


POSTER-ARTIKEL-INFINITEENS-copy.png

Read 285 

Seru, saat bisa menyimak satu demi satu bakat yang beragam hingga mampu membuat terkagum-kagum. Dan yang membuat senang ternyata bukan hanya berupa kemampuan yang bisa ditampilkan, tapi juga rasa kepercayaan diri yang dimiliki. Rasanya begitu menjanjikan saat berbagai gambar, video, dan pertunjukan yang ditampilkan datang dari para remaja. Saat-saat yang paling menyenangkan buat belajar banyak hal. Karena masa remaja adalah masa dimana kita harus berlari sekencang-kencangnya untuk mengejar dan mengasah kemampuan. Kenapa demikian? Inilah beberapa alasannya.

Pertama, masa remaja bisa dibilang seperti mentari pagi sebelum memulai hari, itu artinya masih banyak waktu untuk berjalan dan berlari. Kemampuan juga ibarat seorang kekasih, yang harus dicari juga dicintai. Kemampuan juga bukan berarti sebuah keuntungan untuk remaja menjadi jagoan. Karena, kemampuan kalau tidak diasah, layaknya pesan WhatsApp yang tidak dibalas, tahu kan gimana rasanya dikacangin? Mulai meragukan diri, mempertanyakan banyak hal, dan selamanya akan membuat kita terus menebak-nebak, kalau bahasa sekarang itu namanya overthinking.

Kedua, masa remaja itu masa yang banyak sekali waktu luang. Kita belum punya deadline pekerjaan yang minta dikejar, taagihan bulanan yang mesti dibayar, atau bahkan nyinyiran tetangga yang minta didengar. Banyak sekali aktivitas produktif yang bisa kita lakukan. Ngedit foto dan milih filter instagram aja bisa tahan berjam-jam, tentu menyimak materi pembelajaran juga gak boleh dilewatkan. Karena remaja juga harus memiliki nutrisi pikiran yang cukup. Dan yang paling bahaya, masa remaja janganlah dihabiskan untuk mempertebal gengsi dan malah jadi serba malu, karena untuk apa merasa malu kalau melakukan sesuatu yang gak merugikan orang lain. Justru, semua stok malu yang hari ini dimiliki, harus dihabiskan. Supaya kalau udah dewasa nanti, tidak malu-maluin lagi.

Ketiga, ada privilege atau kemewahan yang dimiliki masa remaja hari ini. Era industri 4.0 kini memberikan banyak sekali beragam pilihan kemampuan yang bisa dieksplorasi oleh para remaja, media pengembangannya juga banyak sekali pilihan, bahkan untuk tempat tampilnya juga bisa dibagikan ke banyak platform. Hingga kita memiliki keterbukaan kesempatan untuk bisa menampilkan bakat yang mudah disaksikan oleh masyarakat di Indonesia bahkan manca negara. Dan para remaja juga bisa mengikuti ajang kompetisi serta unjuk bakat yang relevan untuk meyakinkan diri dan membuktikan kepada banyak orang bahwa kemampuan yang kita miliki juga layak untuk disaksikan.

Terakhir, gagal diwaktu remaja itu gagal yang gapapa, kalau kita ambil kutipan dari Rintik Sedu, “because there’s anything that must to be okay”. Itu artinya, masih banyak tumpukan gagal dan kalah yang harus kita alami, beragam drama yang juga harus kita telan mentah-mentah. Karena, kita belum disuruh memilih mau kemana langkah kita akan pergi jauh, perjalanan masih panjang, dan percayalah masa remaja itu punya cerita petualangan yang menakjubkan. Dan, jangan pernah membatasi diri untuk terus mengasah, berkarya, juga menginspirasi. Dinikmati pelan-pelan, kan anak tangga yang harus dinaiki juga masih banyak.

Jadi, untukmu para remaja Indonesia. Selagi sempat, jadilah bintang remaja, yang menarik hati silakan untuk dicoba, yang nyaman dihati silakan untuk terus dijaga dan dipelihara, karena kita tidak pernah tahu, kemampuan mana yang akan menjadikan kita seorang bintang. Dan lagi, yang selayaknya bintang ialah dia yang mampu untuk menyinari sekitar.

Salam hangat, semangat!

Latest posts by ALFAN NUGRAHA (see all)

ALFAN NUGRAHA

Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, saya lahir di Sukabumi pada tanggal 11 September 1999. Saat ini saya tengah menempuh pendidikan strata 1 (S1) pada program studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Aktivitas selain belajar sebagai mahasiswa, saya juga aktif di beberapa kegiatan sosial, seperti menjadi Fasilitator Anak sejak 2017 hingga saat ini, dan juga sebagai Ketua Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa UIN Bandung.