Perbedaan Healthy Relationship dengan Toxic Relationship


inbound4548601503181809295.jpg

Read 526 

Hello! Apa kabar hubunganmu? Hehe..

Dalam menjalin hubungan baik itu dengan kekasih, teman maupun keluarga itu terdapat dua kemungkinan yaitu menjalani hubungan yang sehat atau hubungan yang tidak sehat.

Nah sekarang, apakah hubunganmu sudah termasuk hubungan yang sehat?
Atau malah kamu sedang terjebak dalam hubungan yang tak sehat?
Yuk cari tahu perbedaan diatara keduanya!

Sebelum lebih jauh, mari kita lihat dari segi definisi terlebih dahulu. Hubungan yang sehat (healthy relationship) itu sebuah hubungan yang didalamnya terdapat kesalingan. Misalnya saling menghormati, saling menghargai, saling memahami, saling memberi dukungan positif satu sama lain dan sebagainya. Sedangkan, Toxic secara bahasa artinya racun. Sebuah hubungan yang toxic dikenal sebagai hubungan beracun atau relasi yang tidak sehat yang bisa saja membuat kamu (atau orang lain) terluka secara mental atau bahkan fisik.

Dalam hubungan, komunikasi itu sangat penting. Jika komunikasi dengan pasangan kita baik, maka hubungannya pun akan baik-baik saja. Dalam hubungan yang sehat, setiap percakapan itu bersifat membangun, berusaha saling memahami dan membantu, atau menyampaikan kasih sayang kepada pasangan sehingga tercipta hubungan yang harmonis. Namun, dalam hubungan toxic, percakapan itu dimaksudkan untuk menyalahkan, membela, atau memanipulasi pasangan.

Selain itu, dalam hubungan itu harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Dalam healthy relationship, yang terpenting adalah pengembangan diri dan saling menginginkan yang terbaik satu sama lain. Namun, dalam toxic relationship seringkali hubungannya tidak memiliki tujuan yang jelas, seringkali terlalu fokus pada hubungan itu sendiri bahkan kadang-kadang terobsesi dengan hubungan orang lain yang begitu langgeng.

Yang lainnya yaitu dari segi kedekatan. Pada hubungan yang sehat itu saling merasa nyaman ketika mempunyai minat dan hobi yang berbeda. Saling mendukung satu sama lain dan dapat mengejar minat dan gagasan tanpa takut ditegur atau dikekang. Sehingga bisa berteman dengan siapapun diluar hubungan. Karena menjalin persahabatan dengan orang lain sebenarnya bisa membuat suatu hubungan jadi lebih baik. Tapi, dalam hubungan toxic, ada keterlibatan total dalam kehidupan satu sama lain. Ini yang dinamakan ketergantungan. Masing-masing merasa memiliki kuasa, saling mengatur dan saling melarang satu sama lain. Pada akhirnya ketergantungan ini yang diharapkan nantinya akan berjalan dengan lancar sehingga benci untuk saling berjauhan. Tapi nyatanya, selalu bersama bisa menjadi bumerang karena tidak leluasanya dalam beraktivitas.

Ada lagi, dalam hal tindakan. Hubungan yang sehat, tidak ada keinginan untuk mengubah pasangan sesuai dengan keinginan pribadi. Tapi dalam hubungan beracun itu ada obsesi untuk mencoba mengubah pasangan menjadi seseorang yang lebih disukai daripada mencintai mereka apa adanya.

Selain itu, bedanya hubungan yang toxic dengan hubungan yang sehat adalah sikap dalam menangani masalah. Dalam hubungan yang sehat, dalam penyelesaian masalahnya itu saling mencari solusi satu sama lain guna menjadikan hubungan lebih baik lagi. Namun hubungan toxic, dalam penyelesaiannya akan selalu menyalahkan pasangannya tanpa ada solusi untuk kedepannya. Jangankan meminta maaf, bahkan orang yang toxic itu tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Bahkan yang lebih menyebalkannya lagi, aksi bisu ketika kecewa. Sehingga ketika kita terjebak dalam hubungan tersebut, kita akan terus merasa tidak aman, tidak nyaman, terbebani, resah, overthingking dan sebagainya.

Mungkin, kurang lebihnya segitu perbedaan healthy relationship dengan toxic relationship ya!
Berkaitan dengan itu, ada wejangan dari Laura Bowers yaitu:

Hubungan seharusnya membuatmu merasa lebih baik. Hubungan tidak seharusnya membuat kamu merasa buruk. Atau bersalah, tidak aman, malu, ketakutan, atau putus asa. Jadi, ketika suatu hubungan membuat kamu merasa buruk, bersalah, tidak aman, malu, ketakutan, atau putus asa, segera akhiri dan lupakan dia.

Latest posts by Maudyah Phanny Rifqoh (see all)

Maudyah Phanny Rifqoh

enjoy the process