Mood Swing: Pemicu Depresi pada Remaja


WhatsApp-Image-2021-01-08-at-05.46.41.jpeg

Read 316 

Halo guys,
Mungkin kebanyakan di antara kalian sering merasakan mood swing atau perubahan suasana hati pada saat masa remaja. Sebenarnya kenapa sih seseorang bisa merasakan mood swing? Kali ini akan dibahas mengenai mood swing pada remaja. Tapi sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu seperti apa sih masa remaja itu?

Masa remaja adalah fase terbaik dalam hidup seseorang. Pada fase ini, orang akan lebih sering membawa banyak keceriaan, antusiasme, kesenangan dan kegembiraan. Seperti koin dengan dua sisi, fase indah ini juga memiliki banyak tantangan. Bukan hanya antusiasmenya saja yang dapat terlihat dengan jelas, saat seseorang tumbuh menjadi seorang gadis maka bersiaplah untuk melihat dirinya menghadapi banyak masalah. Remaja adalah waktu yang penuh dengan kebingungan, bahkan hal-hal kecil akan tampak sangat besar bagi seorang remaja.

Remaja memang sering mengalami perubahan suasana hati atau mood. Itulah sebabnya, remaja yang terlihat murung atau sedih sering kali dianggap hal biasa, misalnya karena patah hati, mendapat nilai jelek, atau merasa kurang perhatian dari orang tua. Suasana yang tidak nyaman atau pertengkaran dengan teman mungkin tampak sederhana bagi orang dewasa. Namun, berbeda jika kondisi tersebut dialami oleh remaja. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini bisa memicu depresi pada remaja.

Jadi, Apa Sih Mood Swing Itu?
Mood swing adalah perubahan mood (suasana hati) yang jelas terasa atau terlihat. Pada dasarnya, perubahan mood dan emosi ini bisa saja terjadi sesekali dan hal ini tidak disebabkan oleh kelainan tertentu. Namun jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai tanda-tanda lain, mood swing patut dicurigai sebagai gejala suatu gangguan mental.

Tanda-Tanda Mood Swing
Tanda-tanda mood swing adalah ketika kamu merasa senang dan bahagia, kemudian merasa sedih dan terpuruk di kemudian hari. Ini merupakan hal yang normal dan umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kamu yang awalnya merasa senang dan bahagia, kemudian mengalami perubahan suasana hati yang dipicu oleh sesuatu yang membuat stres ketika belajar di sekolah.

Penyebab Mood Swing Pada Remaja
Terdapat berbagai penyebab seorang remaja mengalami mood swing, di antaranya:
1. Kondisi hormon
Remaja merupakan salah satu kelompok yang memiliki kemungkinan besar mengalami perubahan suasana hati terkait perubahan hormon.
2. Ketidakseimbangan kimia otak
Mood swing bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia otak yang mengatur suasana hati. Beberapa contoh zat kimia otak ini adalah serotonin dan dopamin.
3. Penyakit tertentu
Menderita penyakit tertentu juga menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.
4. Gangguan mental
Gangguan mental yang sering kali dikaitkan dengan keluhan mood swing adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, dan ADHD.

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan mood swing.

Cara Mengatasi dan Mencegah Mood Swing
Jika perubahan emosi ini tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, mood swing biasanya bisa mereda sendiri tanpa perawatan khusus. Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah munculnya perubahan mood ini, yaitu:

1. Menjalani gaya hidup sehat
Menerapkan pola hidup yang sehat, bisa mencegah dan mengatasi mood swing, terutama yang disebabkan oleh perubahan hormon atau PMS. Olahraga teratur, tidur yang cukup, konsumsi makanan sehat, dan mengelola stres, dapat membantu menjaga mood tetap stabil.

2. Membuat mood diary
Jika mood swing sering dirasakan, amati tiap kali perubahan suasana hati ini terjadi, kapan waktunya dan apa alasannya. Kemudian catat dalam buku catatan pribadi. Dengan memerhatikan pola-pola tersebut, faktor pemicu mood swing dapat lebih mudah dikenali, sehingga bisa dihindari.

3. Berkonsultasi ke pskiater atau psikolog
Untuk mood swing yang parah atau sangat sering terjadi, hingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsultasikan pada pskiater atau psikolog. Psikiater atau psikolog dapat membantu Anda mengindentifikasi penyebab mood swing sekaligus memberikan penanganan yang tepat.

Mood swing yang disebabkan oleh gangguan mental sulit sembuh dengan sendirinya. Tanpa penanganan medis, sering kali kondisi penderita menjadi semakin buruk. Pasien dengan mood swing dapat menjalani sesi konseling, dan setelah faktor penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan penanganan, baik dengan psikoterapi maupun pemberian obat-obatan.

Latest posts by Aura Siti Aulia Kusnadi (see all)

Aura Siti Aulia Kusnadi

lahir di Garut pada tanggal 19 Oktober 2000. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di MI Al-Khoiriyyah III pada tahun 2012, Sekolah Menengah Pertama di MTS Persis Tarogong 76 pada tahun 2015, Sekolah Menengah Atas di SMAN 11 Garut pada tahun 2018, dan kini tengan menempuh jenjang S1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung program studi Bimbingan Konseling Islam