Semangat 21 25 Keren Cegah Stunting


Read 357 

Data pada Tahun 2019 menunjukkan bahwa persentase stunting di Jawa Barat sebesar 26.2%. Untuk mencapai target penurunan stunting sebanyak 14% di Tahun 2024, Gubernur Jawa Barat mendukung penuh program percepatan penurunan stunting di Jawa Barat dengan target Zero New Stunting pada Tahun 2023. Dukungan tersebut menjadi tantangan bagi BKKBN Jawa Barat berkolaborasi dengan Stakeholder terkait untuk dapat bekerja secara efektif salah satunya dengan memprioritaskan pencegahan dari periode hulu.

Yang dimaksud dengan pencegahan dimulai periode hulu diantaranya dengan Persiapan Kehidupan Berencana Remaja yang kemudian di Jawa Barat lebih dikenal dengan Semangat 21-25 Keren. Semangat 21 – 25 keren bagi remaja Jawa Barat dapat diartikan dengan cara mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara terncana dan utamanya menunda pernikahan sebelum berusia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Sehingga, remaja turut berkontribusi dalam pencegahan stunting yang banyak disebabkan oleh wanita melahirkan anak pada usia kurang dari 21 tahun.

Selain itu juga, Jawa Barat telah menyiapkan Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader Bangga Kencana. Kader Bangga Kencana tersebut dapat melibatkan remaja bersama dengan Bidan dan Kader PKK dalam melakukan Sosialiasi dan Edukasi, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu paska persalinan, serta anak usia 0-59 bulan dengan tujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting

Di sisi lainnya, berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020 dan BPS menyatakan bahwa mayoritas penduduk Jawa Barat didominasi oleh generasi Z dan milenial. Proporsi generasi Z sebanyak 27,88 persen (13,37 Juta orang) dari total populasi dan generasi milenial sebanyak 26,07 persen (12,5 Juta orang) dari total populasi Jawa Barat. Berbagai kebijakan, strategi, dan program telah dirancang sangat baik oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh remaja Indonesia, termasuk dalam mengatasi isu kesehatan reproduksi. Namun, hasilnya belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurangnya keterlibatan atau partisipasi anak muda yang bemakna dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut.

Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) menjadi Program Unggulan Sub Bidang Ketahanan Remaja untuk mencapai tujuan yaitu Pendewasaan Usia Perkawinan. Keberadaan PIK Remaja dan BKR merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewadahi kebutuhan program terutama edukasi Kespro dan Gizi bagi remaja putri khususnya, juga remaja putra sebagai calon pasangan usia subur di 3.053 Kelompok PIKR di Jawa Barat.

Duta GenRe merupakan salah satu role model/representasi dari Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya yang aktif di PIK Remaja dan  telah menjalankan perannya dengan baik dan memiliki komitmen untuk menjadi Duta/teladan bagi remaja lainnya dalam mengaplikasikan program PKBR/Genre.

Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, memiliki tagline “Semangat 21 25 Keren”. Dengan “Semangat 21 25 Keren” Remaja Jawa Barat menyebar semangat, mengajak remaja di Jawa Barat untuk menikah di Usia Ideal, yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Untuk itu diadakan Apresiasi Duta Generasi Berencana. Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Jawa Barat Elma Triyulianti mengatakan bahwa apresiasi Duta Generasi Berencana merupakan Pelaksanaan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BKKBN mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai pada tingkat nasional. Kegiatan disamping sebagai arena silaturahmi remaja di setiap wilayahnya dan sebagai ajang motivasi bahwa ada remaja yang peduli tentang isu remaja seperti Triad KRR (Pernikahan dini, seksualitas, dan napza), stunting dan isu remaja lainnya. Lanjut Elma, apresiasi ini bertujuan agar program Bangga Kencana tersosialisasikan lebih banyak dan baik serta para duta genre yang terpilih menjadi agen-agen perubahan, agen motivator, agen literasi minimal dikeluarganya sendiri dan umumnya untuk di wilayahnya dia berada.

Elma menambahkan sesuai Perpres 72 no. 21 Tahun 2021 menunjuk BKKBN untuk Percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Maka dengan itu apresiasi GenRe Jawa Barat tahun ini mengangkat tema tentang Semangat 21 25 Keren Cegah Stunting.

Pelaksanaan Apresiasi ini diikuti oleh 24 Kota Kabupaten se Jawa Barat dengan peserta putra dan putri terbaiknya. Ada 3 Kota Kabupaten yang tidak mengirimkan dutanya yaitu Kota Sukabumi, Kab. Bekasi dan Kab. Tasikmalaya, ujar Dini selaku Panitia dari Forum GenRe Jawa Barat. Semua perwakilan daerah melalui mekanisme dari mulai administrasi peserta, pembekalan materi, challenge, dan dilanjutkan dengan penilaian Program Inovasi sebagai Duta GenRe, Video Profil, dan wawancara, serta Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan secara virtual, tambah Dini. Lalu terpilihlah 5 Finalis Putra dan 5 Finalis Putri untuk maju ke babak selanjutnya yang diselenggarakan tanggal 12 Desember 2021 di Gedung Sate secara hybrid.

Duta GenRe Kab. Majalengka dan Kab. Bandung Barat dinobatkan sebagai Duta GenRe Jawa Barat

Kegiatan Final Duta GenRe Tingkat  Jawa Barat Tahun 2021 diadakan di Area Barat Gedung Sate, Bandung pada tanggal 12 Desember 2021 secara hybrid dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Hadir secara virtual oleh Deputi Bidang KSPK BKKBN Pusat dan Bunda GenRe Jawa Barat. Secara offline dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat beserta jajarannya, Komunitas Sehat Indonesia (Koseindo) yang juga mengisi kegiatan talkshow bertajuk “Semangat 21 25 Keren Percepatan Penurunan Angka Stunting Menuju New Zero Stunting”, DP3AKB Jawa Barat, Dinkesjabar, PKBI Jawa Barat, Dewan Star Jabar, Disparbud Jabar, dan remaja, alumni duta GenRe serta para pegelola program GenRe di Jawa Barat.

5 Finalis Duta GenRe Putra maupun Putri mengawali babak final dengan memperkenalkan diri termasuk daerah asalnya serta “speech’ terkait Generasi Berencana. Dari 10 Finalis mengerucut menjadi 3 finalis putra dan 3 finalis putri. Enam finalis terpilih selanjutnya menjawab pertanyaan yang sudah disediakan di dalam panitia di dalam fish ball dan juri dari DP3AKB Jawa Barat, PKBI Jawa Barat, Dewan Star Jabar, Disparbud Jabar, BKKBN Jawa Barat, indocompetence menilai setiap jawaban mereka.

Hasilnya terpilih Muhamad Maulana Mansur dari Kab. Majalengka dan Feni Nur’aeni dari Kabupaten Bandung Barat sebagai Terbaik 1 Duta GenRe Provinsi Jawa Barat. Untuk terbaik 2 diperoleh Shafa Isnanda (Kab. Bogor) dan M. Dzaki Hanan (Kota Bandung) sedangkan Terbaik 3 diraih oleh Hilman Alamsyah (Kab. Garut) dan Indah Wulandari (Kab. Cianjur). Selain terbaik 1, 2, dan 3 pada Apresiasi ini dinobatkan pula Duta GenRe Inovatif yang jatuh pada M. Ihza Al Azqiya (Kab. Ciamis) dan Reka Nurul (Kab. Kuningan). Untuk Duta GenRe Motivator diraih oleh Parhan Yusup (Kab. Sumedang) dan R Natasya Putri (Kota Bogor). Juara favorit berdasarkan vote Instagram dan sms terbanyak diperoleh oleh pasangan Kab. Karawang yaitu Angga Septiano dan Mutiara Citra Arafah.

Feni dan Maulana mengajak seluruh remaja untuk berkolaborasi bersama menjadi remaja keren juara lahir dan batin serta kobarkan semangat 21 25 keren. Selain itu Feni menambahkan ucapan terima kasih pada PIK Remaja Mitra Muda Mudi Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat sebagai wadah GenRenya serta dukungan dari Forum GenRe, Dinas, Bunda GenRe dan seluruh Remaja di Jawa Barat. Maulana pun mengucapkan terima kasihnya pada Pik Remaja Cendana, Maja Kab. Majalengka beserta Forum GenRe, dinas, dan remaja yang telah mendukungnya dalam apresiasi duta GenRe Jawa Barat.

Duta GenRe Jawa Barat Tahun lalu berpesan untuk tetap semangat dan programnya terus dilaksanakan. Semangat juga untuk mewakili Jawa Barat di tingkat nasional, Pesan dari Annisa Kurnia Ramdhini. Fiqih Aghniyan Hidayat menambahkan harapannya agar perwakilan dari Provinsi Jawa Barat nanti memberikan yang terbaik di ajang nasional dan semakin disegani, pungkas Fiqih yang juga Duta GenRe tingkat nasional dari Jawa Barat Tahun 2020.

Satu hari dinobatkan selamanya menginspirasi, tutup Fiqih dan Annisa.

*nha/mav/irh

infiniteens.id

Youth Digital Literacy