Problematika Pergaulan Remaja


inbound3785124670078969303.png

Read 245 

Halo temen-temen!
Seiring berkembangnya ilmu teknologi yang semakin pesat, maka itu akan membawa pengaruh positif dan juga negatif bagi seluruh manusia- termasuk para remaja. Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam mendidik anak-anaknya di rumah sekaligus menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-harinya. Sebelumnya, apakah temen-temen sudah mengetahui arti dari remaja?

Apa itu Remaja?
Remaja merupakan suatu masa peralihan yang menghubungkan masa anak-anak dengan masa dewasa serta banyak menimbulkan gejolak jiwa sebagai bentuk perubahan fisik, emosi yang tidak stabil, pertumbuhan mental, serta pertumbuhan terhadap pribadi dan sosial. Selain itu, diusia remaja juga dihadapkan pada kontradiksi dan banyaknya pengalaman moral yang menyebabkan remaja bingung untuk memilih mana yang baik dan buruknya. Pengaruh keluarga serta lingkungan sekitarnya sangatlah penting, ketika remaja tidak memiliki pondasi agama yang kuat maka akan terjerumus kepada pergaulan yang salah. Namun, jika ia sudah diajarkan tentang nilai-nilai agama yang baik maka ia bisa membedakan mana yang baik dan buruk dalam memilih lingkungan pertemanannya.

Setelah mengetahui pengertiannya, sebenarnya Islam juga tidak melarang untuk bergaul dan saling mengenal satu sama lain. Hanya saja harus mengetahui batasan-batasannya. Di masa sekarang ini banyak pergaulan remaja yang modern, contohnya:
– Pacaran, banyak dari temen-temen yang menganggap biasa perihal pacaran ini. Padahal kata pacaran itu sendiri berasal dari jenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali serta dianggap tidak bernilai. Oleh karena itu, sebenarnya pacaran merupakan suatu hal yang tidak bernilai dan sia-sia hehe. Meskipun banyak dari temen-temen semua yang berkomentar bahwa pacaran itu bisa menambah semangat kita pada saat belajar di kelas, tapi ya tetap saja ketika ada masalah dan bertengkar sedikit tidaknya akan berpengaruh pada konsentrasi belajarnya.
– Remaja yang mengalami broken home atau kurang kasih sayang serta pengawasan dari orang tua, hal ini akan menyebabkan anak frustasi dan terjerumus kepada dunia narkoba, minuman keras, atau pun pacaran. Karena menurutnya, orang tua tetap tidak akan peduli atas keputusan atau pilihan mereka dalam memilih lingkungan pergaulannya.
– Pengaruh budaya barat, contohnya pada saat perayaan Valentinsday. Banyak muda-mudi yang keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan berdua, bermesraan, dan terkadang melewati batas wajar. Padahal sudah jelas hal-hal yang tidak memberikan manfaat sebaiknya ditinggalkan saja, dalam Islam pun tidak diajarkan demikian.
– Memamerkan aurat menjadi hal yang biasa.

Dengan itu, saya akan memberikan sedikit solusi untuk temen-temen semua agar bisa memilih lingkungan pertemanan yang baik:
– Belajar ilmu agama sejak dini dan diajarkan oleh keluarganya untuk diterapkan dalam kesehariannya.
– Membatasi diri dari pergaulan-pergaulan yang dianggap merugikan, dan untuk orang tua harus tetap mengawasinya.
– Memilih teman atau sahabat yang mampu mengajak kita kepada kebaikan.
Selektif terhadap budaya barat, dengan cara tidak ikut serta dalam perayaan kebiasaan mereka yang bertentangan dengan Islam.
– Fokus belajar untuk menentukan masa depan yang cerah.
– Sebisa mungkin menghindari pacaran, dan lebih baik menikah saja jika sudah siap secara fisik dan psikis disertai dengan ilmu-ilmu pengetahuan sebelum dan sesudah berumah tangga.
– Mengisi hari-hari dengan kegiatan yang positif,bermanfaat, dan juga membahagiakan.
– Tetap berpikir positif dan menjaga kesehatan.

Tulisan saya ini tidak bermaksud untuk menggurui atau pun merasa paling benar diantara temen-temen semua. Setiap manusia juga pasti pernah berbuat dosa, bedanya ada yang terlihat dan tersembunyi. Tetap semangat ya, jaga diri kalian agar tidak terjerumus kepada pergaulan bebas.
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Salam sayang untuk temen-temen semua!

Latest posts by Elwista Fadliya Bintan (see all)

Elwista Fadliya Bintan

Saya Elwista, perempuan berusia 20 tahun, memiliki satu adik laki-laki. Saya orang Bandung asli dan sedang berkuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurusan Bimbingan dan Konseling Islam semester 5 akhir.