Ayo Kenali Penyebab Remaja Broken Home


20191225_120436_00001.png

Read 453 

Saat kita perhatikan dizaman sekarang ini, banyak kita remaja yang cenderung lebih mudah terkena depresi atau frustasi. Lalu apa sih yang menjadi alasannya? Salah satu yang sering menjadi latar belakang penyebab remaja depresi ini adalah faktor keluarga yaitu orangtua. Kebanyakan orangtua yang mengalami KDRT ataupun perceraian yang menjadikan si anak mengalami broken home, atau sering dikatakan dengan anak dari keluarga tidak harmonis. Sebutan ini perlahan-lahan akan sangat berdampak terhadap kondisi psikologi anak yang takut akan sebutan orang lain kepada dirinya.

Disisi lain remaja merupakan fase kritis dimana ia sedang berada di dalam peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Dan dimasa perlaihan ini, remaja akan mencari jati dirinya seiring dengan perkembangan baik fisik maupun psikisnya.

Dalam menjalani proses ini, remaja membutuhkan dukungan dan perhatian dai orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Remaja saat itu sangatlah membutuhkan saran, arahan atau kesalahan bahkan perlindungan atas setiap tindakan-tindakan yang ia lakukan. Melihat kondisi itu, peran orangtua disini sangatlah penting dan sebagai faktor utama dalam keberhasilan seorang anak untuk mengatasi dan melewati fase remaja nya, untuk menjadi seorang dewasa yang baik. Disini merupakan alasan dimana orangtua akan menjadi panutan atau contoh dalam perkembangan psikisnya. Saat orangtua mampu menjadi contoh yang baik dan memperlihatkan keharmonisan.

Apabila orang tua selalu sering berpendapat dan atau berdebat lalu menghasilkan kesalah pahaman serta menjadikan suasana rumah tangga tidak harmonis, sang anak akan tertekan dan bingung harus mengerti sisi yang mana. Sementara dia sendiri sudah penuh dengan masalah-masalah remaja yang sedang ia alami. Terlebih, apabila orang tua tidak pernah menganggap masalah yang remaja alami sebagai masalah “sebenarnya” dan cenderung apatis, sang anak akan terbiasa memendam masalah tersebut atau malah mengalihkannya ke arah-arah yang negatif.

Setelah sang anak memilih untuk mengalihnya ke arah yang negatif karena orang tua tidak lagi dianggapnya bisa membantu menyelesaikan permasalahannya, faktor lingkungan lah yang menjadi alter ego remaja. Dalam kondisi labil, bukan tidak mungkin remaja akan terjerumus ke pergaulan yang negatif akibat dari kurangnya perhatian serta dukungan orang tua atas apa yang sedang ia alami saat ini.

Jadi perhatikan remaja, jangan biarkan mereka broken home dan sampai salah pergaulan.

Follow me
Latest posts by Erni Siti Nuraeni (see all)

Erni Siti Nuraeni

Erni Siti Nuraeni saya lahir di Ciamis pada tanggal 16 Juni 1998 saya merupakan mahasiswa jurusan BKI fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung