Yuk, jadi remaja yang peduli lingkungan!


Read 781 

Hi Teens! Tau engga jika sampah plastik hari ini sedang menjadi sorotan banyak pihak, pasalnya tumpukan sampah-sampah tersebut menggunung dibeberapa tempat. Bahkan sempat ramai pembahasan mengenai impor sampah dari negara tetangga, yang isinya ada beberapa sampah plastik yang tercampur dengan sampah berbahan berbahaya.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLH) menyebutkan bahwa sampah yang dihasilkan di Indonesia pertahunnya adalah 64 juta ton atau 175 ribu ton perhari. Selain itu, menurut data yang diperoleh dari Assosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun. Artinya data tersebut memberikan gambaran bahwa, sampah-sampah yang menumpuk berasal dari sampah-sampah plastik.

Data inipun menjadikan Indonesia sebagai menyumbang sampah plastik kedua di dunia setalah Tiongkok. Lantas apa sih yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari generasi muda untuk merespon keadaan tersebut?

Mengetahui konsep Zero Waste lifestyle

Istilah zero waste lifestyle jadi istilah yang hype dikalangan orang-orang yang peduli terhadap isu lingkungan. Sebenarnya, apa sih maksud dari istilah tersebut?. Zero waste merupakan filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup, demi mendorong siklus hidup sumber daya sehingga produk-produk yang sudah digunakan bisa digunakan kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, gaya hidup dengan prinsip zero waste adalah dengan tidak memakai atau mengurangi bahan sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuannya adalah agar sampah tidak dikirim ke landfill. Jadi zero waste itu tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang. Pemahaman tersebut minikonsepsi yang pada umumnya terjadi. Padahal sebenarnya zero waste itu dimulai dari Refuse, Reduce, and Reuse. Saat benar-benar sudah tidak memungkinkan untuk tiga hal tersebut baru dilakukan Recycle dan Rot seperti yang dikenalkan oleh Bea Johns dari Zero waste home.

Sebenarnya, konsep Zero waste lifestyle bukanlah suatu hal yang baru. Banyak Negara yang sudah memulainya sejak lama. Seperti, Amerika, Australia, Swedia, Selandia Baru dan beberapa negara di Eropa sudah menerapkan konsep tersebut untuk menjadi solusi konkret pengelolaan sampah. Begitupun dengan Indonesia, meskipun belum dicanangkan secara nasional. Namun, beberapa kota sudah memulai dengan bentuk program Zero Waste Cities. Sebagai contoh, di Provinsi Jawa Barat ada 3 kota yang ditargetkan menjadi kota percontohan penerapan konsep Zero Waste Cities yaitu Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.

Sebagai bagian generasi penerus, kalian mau menerpkan konsep zero waste lifestyle?

 Menerapkan konsep Zero Waste lifestyle

Setelah mengetahui apa itu zero waste lifestyle , langkah yang perlu kita lakukan sebagai remaja yang peduli lingkungan adalah menerapka konsep zero waste itu sendiri?. Kita bisa memulai dengan langkah yan sederhana dan dimulai dari diri kita. Pertama, biasakan untuk membawa tas belanja sendiri atau totebag yang bisa dibawa kemana-mana. Apalagi, ketika akan berbelanja ke minimarket, supermarket ataupun pasar tradisional. Dengan gerakan kecil membawa tas belanja tersebut, kita bisa mengurangi pemakaian tas plastik untuk belanjaan yang dibeli juga untuk mengurangi tumpukan tas plastik menumpuk dirumah ataupun disekitar lingkungan rumah.

Kedua, membawa botol minum sendiri atau tumbler. Gerakan sederhana ini sebenarnya bisa menekan pengeluaran kita untuk terus membeli air mineral kemasan plastik. Teens, tau gak kalau botol minum kemasan plastik merupakan jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sampah plastik itu sulit terurai. Penyebab air mineral kemasan banyak ditemukan karena penggunaannya yang sekali pakai dan akan menganggu kesehatan ketika digunakan lebih dari dua kali.

So, jika ingin merasa hemat, sehat serta cinta terhadap lingkungan. Yuk, kita mulai dengan membawa botol minum sendiri. Makin keren ketika tumbler yang digunakan serasi dengan OOTD mu!

Ketiga, membawa kotak makan sendiri. Diantra kita, pasti pernah membeli makanan dari restaurant cepat saji ataupun pedagang dipinggir jalan kan. Nah, ketika membeli makanan tersebut. Pernah kan diantara kita minta untuk dibungkus?. Ketika memilih dibungkus biasanya kita akan diberikan banyak plastik untuk membungkus makanan yang kita pesan, apalagi jika makanan yang dibeli beragam dan berkuah. Pastinya banyak plastik yang dibutuhkan kan.

Nah jika, Teens adalah tipe orang yang suka membeli makanan diluar dan tidak sempat masak sendiri. Coba untuk membawa kotak makan sendiri sebagai usaha yang dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Keuntungan yang didapatkan akan lebih praktis karena tidak usah memindahkan makanan dari plastik ke wadah yang baru. Selain itu kita pun jadi penyumbang gerakan positif untuk menjaga lingkungan supaya tidak membuat sampah plastik menggunung kan.

Keempat, mengurangi atau mengganti penggunaan sedotan plastik. Hal sederhana namun berdampak yang bisa kita lakukan untuk lebih peduli terhadap lingkungan yakni dengan mengurangi penggunaan sedotan plastik ataupun mengganti sedotan plastik dengan sedotan karton. Hari ini sebagaian besar restoran cepat saji sudah tidak menggunakan sedotan, sebagai wujud kometmen mereka terhadap lingkungan juga sebagai respon yang positif dari peraturan pemerintah untuk tidak menyediakan sedotan plastik untuk minuman.

Kelima, membeli dan menggunakan produk dengan kemasan kaca ataupun karton. Selain kemasan yang berbahan kaca itu ramah lingkungan juga bisa digunakan kembali untuk wadah lainnya atapun didaur ulang menjadi kria yang unik. Sedangkan untuk kemasan dari karton bahannyapun mudah larut dan dapar terurai dibandingkan dengan plastik.

Selain kelima langkah sederhana tersebut dilakukan, kita pun bisa loh Teens belajar mengenai mendaur ulang sampah plastik supaya volume sampah plastik berkurang. Tentunya dengan memisahkan antara sampah plastik dan sampah kertas terlebih dahulu saat membuangnya. Sekarang banyak kan trend karya dari sampah plastik yang bisa digunakan untuk macam-masam aktivitas, sperti tas, karpet, tempat pensil dan lain sebagainya dari hasil mendaur ulang.

Mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan

Sudah saatnya hari ini kita lebih giat untuk mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan, energi postif mengenai kepedulian terhadap lingkungan jangan sampai berhenti dirimu. Namun, sebagai bagian dari generasi penerus harus lebih keras mengkampanyekan aksi-aksi nyata terhadap lingkunga. Bisa melalui kegiatan-kegiatan sosial ataupun melalui media sosial yang kita miliki. Hari ini Indonesia butuh generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, bukan generasi yang asik rebahan dan bisanya nyinyir keadaan.

Yuk, jadi remaja yang peduli lingkungan, supaya kualitas lingkungan kita semakin membaik!.

Siti Fatonah
social media
Latest posts by Siti Fatonah (see all)
Siti Fatonah

Siti Fatonah

Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Bimbingan Konseling Islam. Aktif dibeberapa organisasi kemasyarakatan di Bandung dan tingkat Jabar. Senang diajak jalan-jalan dan berbagi cerita