Yuk, Bermedia Sosial dengan Bijak!


45DFF304-F410-4B4B-91ED-AEC5BD65AA81.png

Read 273 

Halo Sobat!

Sekarang ini siapa si yang belum menggunakan media sosial? Aku yakin lebih dari 50% populitas di dunia menggunakan media sosial. Media sosial juga menjadi candu, apalagi di kalangan remaja. Remaja kini terkenal dengan smartphone yang digenggam hampir 24 jam. Bukan begitu? Ada yang bermain facebook, twitter, instagram, tiktok, snapchat, line, whatsapp, dan banyak lagi. Media sosial mempunyai keunggulan dan ketertarikan sendiri bagi penggunanya, karena media sosial menawarkan kemudahan yang membuat siapa saja betah berlama-lama menggunakannya. Tapi, apakah sobat disini sudah menggunakan media sosial dengan bijak?

Karena media sosial ini bisa digunakan oleh siapa saja, banyak sekali orang-orang yang justru menggunakan media sosial untuk hal-hal yang negatif. Misalnya untuk menyebar berita hoaks. Hayo.. sobat disini siapa yang suka memercayai atau menyebar berita yang belum jelas sumbernya? Be smart ya hihi! Ketika membaca berita, jangan hanya membaca judulnya saja ya, tapi dengan keseluruhan informasi. Karena biasanya berita hoaks menggunakan judul yang provokatif.

Sobat, di zaman ini memang kita sangat memerlukan media sosial untuk mengakses informasi, mengejar bidang minat, berbagi pemikiran, memperluas jaringan pertemanan dan mengembangkan keterampilan sosial. Namun kita juga harus mengetahui sisi negatif dari penggunaan media sosial ini, karena efeknya sangat berpengaruh, baik terhadap kesehatan mental ataupun kesehatan fisik. Saat ini, banyak remaja yang terlarut dalam media sosial sehingga menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, bahkan ada yang mengatakan bahwa media sosial telah bermetamorfosis menjadi media asosial.

Disadari atau tidak sobat, ketika kita melihat foto atau video yang diunggah oleh seseorang, secara tidak langsung dapat memengaruhi diri kita. Pengaruh tersebut berkenaan dengan harga diri dan penilaian terhadap diri sendiri. Ketika seseorang membandingkan suatu unggahan terhadap keadaan dirinya sendiri, dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan mental.

Yuk, kita sama-sama ketahui dulu dampak negatif media sosial bagi kesehatan mental kita:

(1) Tidak percaya diri. Saat kita menghabiskan waktu di sosial media, biasanya akan memperhatikan beragam unggahan foto hingga kabar terbaru dari teman-teman yang kita ikuti. Melihat foto-foto yang indah tentang kehidupan pribadi orang lain di media sosial akan memunculkan rasa tidak percaya diri dan menganggap bahwa kita tidak lebih baik dari orang lain.

(2) Stres. Semakin sering kita bermain media sosial semakin menjauhkan kebahagiaan. Itu bisa terjadi loh sob! Karena media sosial ini dapat memberikan efek tidak puas dalam kehidupan nyata, lalu membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain.

(3) Cemas. Biasanya kecemasan yang disebabkan media sosial ini membuat seseorang menjadi gelisah, khawatir, susah tidur, susah berkonsentrasi karena selalu terbayang dengan apa yang dilihatnya.

(4) Iri hati. Aku mau nanya nih, saat sobat melihat kebahagiaan orang lain, apakah sobat merasa rendah diri atau iri hati? Atau bahkan memaki? Jangan ya! Hal tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan mental sobat semua.

Yuk kita gunakan media sosial diimbangi dengan kebijaksanaan dan kecerdasan. Kita harus bisa memilah apa saja yang sekiranya kita butuhkan, sehingga saat melihat media sosial kita akan merasa terinspirasi dan bahagia. Lalu bagaimana nih ketika sobat disini sudah mengalami kecanduan bersosial media? Yuk, kita sama-sama lagi berusaha dengan berhenti sejenak dari media sosial dan perbanyak sosialisasi dengan keluarga, teman atau lingkungan, buat batasan yang tegas, dan mencari kegiatan yang lebih bermanfaat.

Semoga sobat semua sehat selalu ya dan jangan lupa untuk bahagia!

Latest posts by Rifa Hazriyyah (see all)

Rifa Hazriyyah

Seorang mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung