Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja


inbound2461329313614834584.jpg

Read 389 

Masa remaja merupakan saat eksplorasi. Periode transisi dari anak-anak menuju dewasa ini dapat menimbulkan dunia yang penuh tanya bagi anak, termasuk soal identitas diri, seksualitas, dan gender. Pada masa inilah dapat muncul rasa khawatir berlebihan pada anak. Padahal di saat yang sama, berbagai masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi mengintai remaja, mulai dari penyakit seksual menular, infeksi virus HIV/AIDS. Oleh karena itulah, sangat penting bagi remaja mengetahui cara menjaga kesehatan reproduksi dirinya sendiri. Secara umum, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi seksual remaja.

1. Waspadai berbagai penyakit seksual menular
Beberapa jenis penyakit infeksi menular seksual (IMS), di antaranya adalah gonore, klamidia, dan sifilis, termasuk infeksi virus HIV yang berujung pada AIDS. Penyakit menular seksual bisa dengan mudah ditangani jika cepat terdeteksi. Sebaliknya, IMS yang tidak segera ditangani dapat merusak kesehatan reproduksi remaja yang berujung pada kemandulan.

2. Proaktif dengan kondisi kesehatan Anda sendiri
Ada banyak langkah preventif dalam memastikan kesehatan reproduksi remaja, misalnya melakukan screening kanker serviks. Tidak jarang beberapa klinik meluncurkan promo pemeriksaan ini secara gratis, atau dengan potongan harga yang terjangkau bagi para remaja sehingga tidak ada salahnya Anda memanfaatkan kesempatan ini.

Lebih spesifik, Kementerian Kesehatan merekomendasikan beberapa langkah berikut dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja, yaitu:

Memakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembap.

Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat.
Ganti pakaian dalam minimal dua kali sehari.
Bagi remaja perempuan, bersihkan alat kelamin setelah buang air kecil maupun besar dengan menyeka tisu atau handuk bersih dari arah depan ke belakang, agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.

Bagi remaja laki-laki, sangat dianjurkan untuk menjalani khitan atau sunat untuk mencegah tertularnya penyakit menular seksual serta menurunkan risiko terkena kanker penis.
Remaja perlu mengetahui kondisi kesehatan reproduksinya, agar tidak mudah terkena bujuk rayu dari teman maupun lingkungan yang dapat membahayakan organ reproduksi maupun kegiatan reproduksi pada umumnya.

Dengan informasi yang benar, remaja diharapkan memiliki sikap dan tingkat laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi mereka.

Yuli Mulyana
Follow me
Latest posts by Yuli Mulyana (see all)
Yuli Mulyana

Yuli Mulyana

Man Jadda Wajada