Tips Membangun Akhlak Mulia di Tengah Maraknya Dekadensi Moral Remaja


PhotoGrid_1577549046644.jpg

Read 240 

Masa remaja merupakan masa yang paling banyak diperbincangkan. Berbicara mengenai remaja bukan hanya menyoal tentang tingkah laku baik dan burukya saja, pergaulannya, dan lain-lain. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menjadi individu dewasa yang dalam fase tersebut banyak sekali perubahan yang dialami oleh seseorang tidak hanya dari segi perilaku, emosional, bahkan fisikpun menjadi hal yang mencolok dalam perubahannya. Masa remaja selalu identik dengan pergaulannya, akhlak atau moral remaja yang kerap kali disoroti masyarakat, apalagi akibat adanya arus globalisasi yang kuat maka sedikit demi sedikit para remaja mengadopsi pengaruh budaya dan paham barat lalu mereka mengaflikasikannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa memfilternya apakah itu baik atau tidak. Mereka selalu melakukan apa yang menurutnya trend dilingkungan. Hal ini mengakibatkan dekadensi moral/akhlak remaja menjadi turun.

Dalam kamus besar indonesia dekadensi mempunyai arti kemerosotan (dalam akhlak), kemunduran (tentang seni, sastra). Sedangkan akhlak artinya budi pekerti, kelakuan. Dalam bahasa indonesia akhlak sering disebut “moral” dan “etika” secara etimologi akhlak berasal dari bahasa arab “akhlaq”.

Lalu bagaimana cara untuk membangun kembali akhlak para remaja yang telah menurun itu? Memiliki akhlak mulia, perilaku yang terpuji, serta sikap sopan santun, bukankah setiap orang mendambakannya? Tentunya semua orang termasuk remaja mengharapkan sikap tersebut muncul dalam dirinya. Berbicara mengenai akhlak kita bisa melihat dulu kebelakang, yakni sejarah rasulullah saw. Beliau merupakan orang yang paling sempurna, memiliki akhlak mulia sehingga disegani dan dihormati oleh semua orang. Bahkan kitapun sebagai umatnya dianjurkan untuk mencontohnya sebagaimana dalam QS al-ahzab ayat 21 “Sesungguhnya bagi kalian pada rasulullah saw adalah contoh yang baik” dengan akhlak mulia, setiap orang akan memperoleh kehidupan yang mulia secara hakiki karena watak yang mulia sangat berpengaruh terhadap kesuksesan hidup seseorang. Kesuksesan seseorang biasanya ditentukan oleh IQ dan EQ ternyata 20% IQ mendukung kesuksesan dan 80% lagi justru EQ yang menyangkut bagaimana sifat dan sikap orang tersebut dapat berpengaruh dalam kesuksesan hidupnya.

Nah, tentunya semua orang yang hidup didunia ini pasti menginginkan keksuksesan baik itu sukses secara karir, sosial, ataupun yang lainnya. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun akhlak mulia:
1. Berteman dengan orang yang berakhlak mulia, karena dengan teman yang berakhlak mulia kita senantiasa dibimbing dan dinasehati untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
2. Tidak marah ketika menerima masukan atau kritikan dari orang lain, untuk mengetahui sejauh mana tingkat akhlak kita maka kita harus menerima ktirikan orang lain dan kita berusaha memperbaikinya.
3. Senantiasa belajar, baik itu hadir dimajlis ilmu mencari bimbingan dan yang lainnya yang mampu mengarahkan kita untuk berakhlak mulia.
4. Mempelajari sirah nabi saw, dengan mempelajari sirah nabi kita dapat membandingkan akhlak kita dengan akhlak nabi dan juga sebagai pedoman bagi kita dalam bertingkah laku.

Daftar Pustaka
Nabhan, Abu. 2010. Tahdzibul Akhlaq. Bandung: Maktabah Tsaqib.
https://kbbi.web.id.

Yani Nuraeni
Follow me
Yani Nuraeni

Yani Nuraeni

yani Nuraeni lahir dibandung pada tanggal 01 oktober 1998 sekarang sedang mengenyam pendidikan di UIN sunan gunung djati bandung jurusan bimbingan konseling islam