SELF LOVE IS THE BEST OUTFIT


love-photo-self-love-art-love-photography-graffiti-quote-sidewalk-writing-tagging-cement-purple-and-gray-shadows-wall-art-teens.jpg

Read 180 

Pernah gak sih kamu merasa useless atau insecure dengan teman-teman atau lingkungan disekitar kamu ? pasti kebanyakan remaja jaman sekarang merasakan hal seperti itu. Karena remaja berada pada masa “growth spurt” atau pertumbuhan tulang yang sangat cepat. Pada periode ini, penampilan fisik menjadi isu yang sangat penting.

Remaja sangat memikirkan mengenai penampilan mereka. Mengapa? Salah satu alasan ialah karena mereka berusaha untuk bisa cocok dengan kelompok mereka, agar mereka diterima di kelompok yang mereka inginkan. Selain berusaha masuk dalam satu kelompok (sehingga sangat memperhatikan penampilan), remaja juga berusaha untuk menampilkan keunikan dari dirinya agar berbeda dari kelompoknya. Sehingga mereka seringkali menghabiskan waktunya untuk “berdkamun” dan bereksplorasi mencari gaya yang unik untuk ditampilkan.

Remaja juga berada pada tahap perkembangan “identity versus identity confusion” atau pencarian jati diri. Pada masa ini, remaja mencoba mencari jawaban dari pertanyaan “siapakah saya?“. Mereka mulai membentuk suatu gambaran mengenai dirinya (misal: saya tinggi/pendek), peran-peran (misal: sebagai anak, cucu, teman pacar), minat (misal: saya hobi menggambar/dengar musik), hingga nilai dan keyakinan. Gambaran global tentang diri remaja ini sering disebut dengan konsep diri. Di dalam konsep diri terdapat juga gambaran global mengenai penampilan dan bentuk tubuh, atau body image.
Selain itu, remaja juga mulai mengembangkan “harga diri” (self esteem) atau sejauh mana mereka menghargai dan merasa nyaman dengan diri sendiri.

Nah, self-esteem ini berkembang dengan cara yang unik untuk masing-masing orang. Biasanya, self-esteem yang terbentuk akan cenderung menetap sepanjang masa remaja dan terbawa hingga dewasa. Misalnya, seorang remaja yang merasa dirinya menarik, bisa menerima diri dan penampilan fisik apa adanya cenderung menilai diri positif hingga dewasa. Oleh karena itulah, pembentukan harga diri atau self esteem pada remaja menjadi sangat penting.
Seiring perkembangan self esteem, kognitif (kemampuan berpikir) remaja juga berkembang. Namun, karena kemampuan menarik kesimpulan ini baru berkembang, terkadang remaja menarik kesimpulan yang tidak sepenuhnya tepat. Misalnya, dari antara semua aspek dirinya, remaja seringkali menentukan “keberhargaan diri”nya dengan menilai: penampilan fisik, terutama untuk wanita (Harter, 1990a, dalam APA, 2002).

Jadi, jika ia menilai penampilannya jelek, ia akan cenderung menilai negatif seluruh aspek dirinya. Padahal bisa saja sebenarnya ia memiliki keterampilan bermain musik atau matematika yang baik. Di sisi lain, jika ia menilai penampilannya menarik, maka ia cenderung menilai positif seluruh aspek dirinya. Inilah kenapa penilaian tentang penampilan diri remaja menjadi sangat penting.

Selain itu, remaja juga punya cara berpikir yang khas, yaitu egocentrism, kecenderungan berpikir bahwa dirinya merupakan pusat perhatian orang orang di sekelilingnya. Oleh karena itu, mereka pun semakin memperhatikan penampilannya karena mereka pikir, penampilan mereka sangat dinilai oleh orang lain (meskipun tidak selalu demikian).

Jadi, secara ringkas, penampilan menjadi penting pada masa remaja karena: 1) menjadi salah satu tolak ukur utama dari self esteem/keberhargaan diri yang cenderung menetap hingga dewasa, 2) menjadi salah satu kriteria yang diperlukan untuk bisa masuk dalam kelompok sosial tertentu, dan 3) penampilan menjadi sarana remaja menunjukkan identitas dirinya yang unik.

Mengingat perubahan fisik merupakan hal yang penting dalam perkembangan remaja, jadi sebaiknya orang dewasa menganggap serius keluhan remaja terkait penampilan. Hal ini karena ternyata keluhan terkait fisik memiliki dampak yang besar pada perkembangan remaja. Keluhan yang sering muncul terkait penampilan antara lain munculnya jerawat, perlu memakai kacamata, atau kelebihan berat badan. Seperti yang dijelaskan di atas, penampilan seringkali dijadikan tolak ukur evaluasi self esteem remaja. Jadi jika ia merasa dirinya jelek, self esteem-nya dapat terpengaruh.

Misal permasalahan tentang “jerawat” para remaja biasanya sangat resah dengan keberadaan jerawat tersebut, sehingga persepsi tentang dirinya menjadi negatif (merasa semakin tidak menarik, malu, tidak puas dengan penampilan, makin tidak percaya diri, semakin awas dengan penampilannya (self-conscious)), makin tinggi emosi negatif tentang diri (sedih karena berjerawat, terganggu karena harus menghabiskan banyak waktu merawat diri, terganggu dengan pengobatan), serta semakin sulit menjalani peran sosial (bertemu orang baru, bergaul, berinteraksi dengan lawan jenis).

Jerawat bukan satu-satunya masalah terkait penampilan dan self-esteem pada remaja. Permasalahan pola makan dan diet berlebihan untuk menjaga bentuk tubuh juga kerap muncul pada remaja, terutama remaja putri. Namun, ternyata jerawat bukan isu yang sepele. Untuk kamu remaja putri, pahamilah bahwa jerawat merupakan permasalahan yang wajar terjadi di umur kamu. Untuk itu, jagalah kebersihan kulit wajah dan kurangi jenis makanan yang bisa meningkatkan keparahan jerawat yang muncul.

Permasalahan tentang perubahan fisik dan sebagainya membuat remaja memiliki self love yang rendah, kebanyakan orang menganggap self love hanya sebatas kepercayaan diri. Padahal, self love adalah kita menerima dan menghargai semua hal yang terkait dengan diri kita sendiri baik fisik, pikiran dan hati.

Menurut psikolog Andrea Brandht P.h.D. M. F.T , self love adalah menerima apa yang disebut dengan kelemahan, hargai apa yang disebut kekurangan karena hal ini menunjukkan sebagai sesuatu yang membuat kamu menjadi diri kamu sendiri, dan memiliki belas kasih terhadap diri kamu sendiri. Tentunya banyak alasan mengapa setiap manusia, khususnya remaja harus memiliki self-love, salah satunya adalah dapat memberikan kebahagiaan ekstra dimana setiap orang menjalani hidupnya dengan santai tanpa harus memikirkan apa komentar oranglain. Selain itu setiap manusia juga akan menjadi pede dalam hal apapun karena rasa percaya diri muncul dari diri sendiri, nihil hasilnya jika seseorang memuji kalau kamu cantik, tampan, dan istimewa kalau kamu sendiri tidak membangun itu di dalam diri.

Nah, yang paling penting lingkunganmu tentunya akan berubah. Kamu akan menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tidak membandingkan dirinya dengan oranglain, dan tentunya pola pikir juga akan berubah menjadi “Hidup harus menjadi lebih istimewa”. Self-love adalah sesuatu yang berbeda bagi setiap orang, karena kita memiliki banyak cara yang berbeda untuk menunjukkan bahwa kita mencintai diri kita sendiri.

Lalu, bagaimana untuk memulai self-love? Bagaimana cara mengembangkannya?
Ada beberapa cara untuk mengembangkan self-love, yang pertama adalah mulai menanamkan dari diri sendiri, artinya kita harus mengubah cara berfikir, hilangkan rasa gelisah dan berhenti untuk menyalahkan diri sendiri. Khususnya remaja, dimana pada masa pertumbuhan akan semakin tinggi naluri untuk membandingkan diri dengan teman sebaya.

Contohnya: “dia punya bentuk tubuh yang indah, sedangkan aku tidak”. Hal ini akan membuat mental kita menjadi down dan kita merasa bahwa kita tidak sebanding dengan oranglain.
Poin kedua adalah tidak memikirkan komentar oranglain. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki, bukan hal yang asing lagi jika kita selalu ingin dinilai bagus oleh oranglain. Kita akan berubah sedemikian rupa agar dipuji oleh oranglain. Tentunya bukan menjadi suatu hal yang baik karena kita tidak bisa tampil apa adanya, tidak bisa tampil sesuai dengan apa yang kita inginkan. Contohnya saat saya berumur 15 tahun, teman-teman saya berkata “kamu gendut, item jadi kamu jelek”. Hal itu membuat saya menjadi insecure, karena saya hanya memikirkan komentar oranglain
Poin ketiga adalah selalu ingat bahwa tubuh kita adalah hal yang berharga dan istimewa.

Cenderung para remaja kurang memiliki rasa cinta terhadap diri sendiri karena bentuk tubuh. Self-love disini berarti, kita harus memperkaya tubuh kita dengan makanan yang penuh nutrisi atau hidup sehat. Bagi para remaja yang memiliki berat badan berlebih, tentunya dapat merubah nya dengan pola hidup yang sehat. Bukan berarti kita tidak mencintai diri sendiri agar terlihat kurus ya, melainkan saat kita cinta terhadap bentuk tubuh yang sehat, muncullah rasa percaya diri yang tinggi juga. Disinilah self love terbentuk.

Poin terakhir adalah memilih circle yang membangun. Dalam artian, berteman dengan teman-teman yang mendukung dan selalu membantu kamu untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan meng-underestimate kamu. Eits bukan berarti kita harus bermusuhan dengan teman-teman yang tidak mendukung kita yaaa.

Kembali lagi ke poin ke 2 untuk tidak memikirkan komentar oranglain. Untuk mencintai diri sendiri tentunya ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dilewati untuk mencapai titik maksimal. Sebagai remaja, sembari mengembangkan self love itu sendiri, juga harus memikirkan keuntungan yang didapat, seperti, jadikan sebagai tantangan. Artinya kita tidak takut lagi terhadap komentar orang, melainkan menjadikan komentar tersebut bahwa apa yang mungkin menjadi kekurangan saya akan menjadi sesuatu yang lebih, yang berhaga untuk hidup di masa yang akan datang. Kedua, sadar akan waktu yang digunakan. Kita lebih menghargai waktu untuk hal yang positif, waktu yang berguna untuk meningkatkan self love itu sendiri.

Yang ketiga adalah menjadi tahu apa yang kita inginkan, tentunya kita semakin mengerti apa yang benar-benar kita inginkan tanpa harus memikirkan oranglain akan setuju atau tidak, suka atau tidak. Kita melakukan hal yang kita sukai, yang membuat diri kita nyaman dan membuat diri kita bisa tampil apa adanya. Lalu, beranggapan bahwa komentar oranglain = CEMBURU, artinya, kita harus memiliki pola pikir bahwa komentar oranglain hanyalah butiran debu. Mereka hanya iri dengan apa yang kita memiliki. Komentar yang mereka sampaikan hanyalah bukti bahwa mereka merasa tidak memiliki itu semua.

Dengan demikian, self love merupakan konsep yang sangat penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup yang memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk melewati masa-masa sulit tanpa harus melakukan pelecehan atau pengabdian diri. Bukan hanya itu, dengan menumbuhkan self love di dalam diri sendiri akan menciptakan kebahagiaan di masa yang akan datang.
Yuk gengs jangan banyak insecure tapi perbanyak bersyukur, cintai dirimu karena kalau bukan kita yang mencintai diri kita siapa lagi, jangan habiskan seluruh waktu dan tenaga kita untuk mendengarkan komentar oranglain karena you are worth it! Be yourself and you are so loved
Oh iya satu lagi jangan lupa surround youself with people who support you and help you up !

Arni Mulyawati Ulfah
Follow me
Latest posts by Arni Mulyawati Ulfah (see all)
Arni Mulyawati Ulfah

Arni Mulyawati Ulfah

Saya orang Yang cukup sulit bergaul dengan orang lain