Remaja Tombak Menghadapi Bonus Demografi dan Industri 4.0


20191229_210813_0000.png

Read 91 

Dari perhitungan dan kajian tentang demografi, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030 mendatang. Bonus demografi ditandai dengan meningkatnya usia produktif dibanding usia non produktif. Apakah Indonesia akan mengalami bonus demografi atau krisis demografi?

Bonus demografi merupakan suatu kondisi saat jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja (usia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun). Tahun 2020-2030, Indonesia akan memasuki bonus demografi. Pada rentan waktu tersebut, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia akan mencapai 70%.

Bonus demografi ini dapat menjadi suatu keuntungan untuk Indonesia. Maka dari itu, pemerintah harus menyiapkan SDM yang unggul dan kompetitif agar mampu bersaing di era industri 4.0. Pemerintah harus meningkatkan pendidikan, pelatihan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja. Dengan demikian, pada tahun 2020-2030, Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitar 80 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3-4 orang usia tidak produktif, sehingga akan terjadi peningkatan tabungan masyarakat dan tabungan nasional.

Dengan Modal yang sudah dimiliki, harus dimanfaatkan dengan menyiapkan SDM agar mampu bersaing di era indsutri 4.0. Ada berapa hal yang perlu dipersiakan oleh remaja saat ini. Karena remaja saat ini yang akan menjadi tombak terdepan untuk menghadapi semuanya.

Pertama, kita perlu mengasah life skill. Kita harus meningkatkan kemampuan kita, apapun yang menjadi kekuatan kita, kita harus mampu memanfaatkannya menjadi sebuah kekuatan. Di era sekarang kemampuan adalah hal utama yang diperhitungkan untuk mendapatkan pekerjaan. Maka dari itu hal ini menjadi sangat penting untuk dipersiapkan.

Kedua, kita perlu mengasah kemampuan berbahasa. Di era digital ini tidak ada batasan suatu negara untuk berinteraksi. Kita perlu menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang dari berbagai negara. Kemampuan berbahasa menjadi acuan kita untuk membangun relasi atau membangun pasar dari pruduk yang kita punya. Dengan kemampuan berbahasa akan memudahkan kita dalam berkomunikasi.

Pada intinya menghadapi bonus demografi dan industri 4.0 harus melalu persiapan matang. Kita harus membangun peradaban dengan SDM yang kita miliki. Kita harus membuat SDM kita memiliki daya saing dan kualitas untuk menghadapi perubahasan zaman. Dengan demikian bonus demografi dan industri 4.0 menjadi sebuah keuntungan

Fahrurozi
Follow me
Fahrurozi

Fahrurozi

Fahrurozi Bekasi- 08 Mei 1999 SDN Sukamanah 04 SMPN 1 Sukatani SMAN 1 Sukatani Ketua MPK 1 Sukatani Ketua Divisi Himaja UIN Sunan Gunung Djati Bandung PAO HMJ BKI UIN Sunan Gunung Djati Bandung