Remaja Perlu Pahami Toxic People


Dont-be-Toxic-People.png

Read 1,092 

#Don’tbeToxicPeople
Hallo Remaja Indonesia
Bagaimana kabar akhir tahunyaa nihhh ?
Gak kerasa sudah mau berganti tahun aja ya. Apa saja nih yang sudah dilakukan di tahun 2019 ? terus apa aja yang akan dilakukan di tahun 2020. Coba dehh evaluasi dari sekarang biar ada kemajuan gitu hehe
Dari awal udah berbicara remaja aja. Sebenernya siapa sih remaja itu ?

Remaja adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa, dimasa inilah terjadi berbagai macam perubahan yang cukup bermakna baik secara biologis, fisik, mental dan emosional dan juga psikososial. Semua itu dapat mempengaruhi kehidupan pribadi lingkungan keluarga maupun dengan masyarakat.

Perubahan itu sangat perlu diperhatikan, saat remaja masa- masa nya ingin mencoba ini itu, rasa ingin tau yang tinggi. Mencari jati dirinya dan masa menunjukan eksistensi.Dalam proses perubahan atau pencarian jati diri itu tidaklah mudah, didalamnya pasti ada saja rintangan yang harus dihadapi, baik itu dari internal ataupun eksternal. Adapun pengaruh internal dari dalam dirinya. Kemudian dari eksternal sangatlah beragam bisa dari orangtua, teman, saudara, media sosial ataupun idolanya sekalipun.

Teman nih misalnya, memiliki pengaruh dalam proses perubahan itu disebabkan remaja sendiri akan lebih sering berbicara atau bertukar pikiran dengan teman sebayanya. Jika temannya memberikan pengaruh negatif, kemungkinan besar akan terpengaruhi karena mereka ada dalam fase atau masa yang sama yaitu pencarian jati diri. Nah orang seperti ini dikenal dengan istilah Toxic People. Maka dari itu para remaja juga perlu mengenali seperti apakah toxic people itu agar tidak terpengaruhi dan tetap fokus optimis dengan tujuan yang akan dicapai.

Yuk kenali, toxic people. Istilah ini diberikan kepada orang yang beracun dalam artian menebar aura negatif dalam kehidupan. Beberapa kriteria toxic people yaitu ;
1. Tidak bisa berempati pada kondisi orang lain
Empati,sudah pada taukan empati itu apaa?
Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Sulit berempati, mati rasa, mati hati dan turut merasakan perasaan tidak enak yang sedang dialami orang lain. Itu cukup berbahaya.
Jangan mengharap menghibur, mendukung apalagi membantu karena biasanya Toxic People tidak akan menyadari tentang bagaimana kondisi atau keadaan orang lain

2. Penghasut
Hasut adalah membangkitkan hati orang lain supaya marah ( melawan, memberontak, dan sebagainya ) menurut KBBI.
Penhasut berarti orang yang melakukan hasut.
Contohnya : kamu menceritakan keburukan orang lain kepada temamnu, kemudian teman kamu itu terusik dan marah atas apa yang kamu ceritakan, tanpa disadari seperti itulah penghasut.
Poin ini termasuk kriteria Toxic People yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan.
Jika sudah menyadari orang di sekitarmu atau teman dekatmu sendiri memiliki perilaku demikian maka lebih baik membatasi diri untuk berkomunikasi dengannya.

1. Super Narsis
Pasti sudah tidak asingkan dengan kata narsis ? nah jika kamu merasa suka menjadi pusat perhatian, dan selalu diperhatikan oleh orang lain. Selalu ingin tampil dan yang paling merasa kamulah yang pantasa dalam segala hal. Maka itulah yang dinamakan super narsis. Semua itu menjadikan orang disekelilingmu tidak nyaman.

2. Ghosting
Istilah ghosting ialah memutuskan hubungan dengan menghentikan semua komunikasi dan kontak baik itu dengan mantan, mitra kerja, pasangan tanpa peringatan atau justifikasi yang jelas. Istilah ini sudah ada sejak 2011 menurut laman wikipedia. Contoh dalam kehidupan sehari – hari jika temanmu mendadak hilang dari pergaulan dengan disebut ghoster.
Contoh lainnya nih jika sudah ada janji atau misal sudah latihan tapi saat waktunya tampil malah menghilang. Hindari perilaku mengjengkelkan itu membuat teman – teman atau orang di sekitarmu dirugikan dan merasa tersakiti.

3. Selalu Mengkritik
Setelah kegiatan atau suatu perbuatan, keseringan kita meminta kritik. Mengkritik membanngun sangatlah penting, asal jangan selalku mengkritik yang menjatuhkan dan tidak mau mendengar pendapat orang lain , itu sama saja dengan cara berpikirmu yang tidak seimbang.
Harus bisa menyesuaikan bagaimana menghargai cara hidup orang lain. Tidak semua orang memiliki cara mendidik dan mengasuh yang sama seperti yang biasa kamu lakukan.

4. Pencari Perhatian
Mungkin tupe ini hampir berkaitan dengan poin narsis, suka cari perhatian orang lain. Senang sekali jika menjadi pusat perhatian, misalnya saat ia berbicara harus aja orang lain memerhatikan dia. Tetapi tidak mau memberikan kesempatan orang lain untuk berbicara dan terbiasa dengan menyela orang lain berbicara.

Dan dikatakan juga bahwa orang seperti ini merupakan bentuk gangguan mental yang dikenal dengan sebutan histronik.
Apa itu Histronik ? ya gangguan mental atau kepribadian yang membuat penderitanya kesulitan memahami citra dirinya sendiri.

Orang seperti ini ,menjadikan pengakuan dan pujian dari orang lain untuk menilai dirinya sendiri. Nah maka dari itu orang seperti ini sangat memerlukan pendampingan supaya dirinya sadar untuk tidak melakukannya lagi.

Kamu atau orang lain yang mengalami hal seperti ini segera dikonsultasikan kepada orang yang ahli karena biasanya orang histronik sering mengalami depresi dan delusi.

5. Sindrom Thanos ( Merasa paling benar dan paling hebat )
Ko ada kata thanos si ? thanos kan penjahat yang ada di film avengers wkwk.

Nah belakangan ini merasa paling benar dan paling hebat disebut dengan Thanos Syndrome atau sindrom thanos. Yaa taulah Thanos gimana.

Sindrom Thanos merupakan perasaan paling benar dan paling hebat. Merasa sudah melakukan yang terbaik. Seringkali mengira kalau dirinnya tidak ada maka semua hal akan berantakan dan tidak akan berjalan dengan mulus.

Coba rasakan apakah kamu mengalami Sindrom Thanos?
Dan dikatakan juga, orang yang mengalami hal tersebut tidak selalu merasa dialah yang paling benar, hebat dan berguna sebagian lainnya juga ada yang sering mengeluh karena dirinya sudah melakukan yang terbaik untuk kepentingan umum tetapi tidak mendapat dukungan dari sekitarnya dan mengira hanya dirinya yang seperti itu.

Nah itulah kriteria Toxic People yang perlu remaja hindari atau lebih berhati – hati dan lebih bagus membantu untuk menyadarkannya .

Follow me
Latest posts by Zahra Fitri Nurachmi (see all)

Zahra Fitri Nurachmi

Guidance Islamic Counseling Tasikmalaya