Remaja dan Depresi


inbound9043853579182044536.png

Read 253 

Bicara masa remaja pasti akan selalu terlihat menyenangkan, karena di masa itu kita tidak perlu memikirkan tagihan, pekerjaan, dan sebagainya. Di masa remaja, mungkin kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah dan bermain dengan teman. Tapi, faktanya, jadi remaja itu tidaklah semudah yang dibayangkan.

Masa remaja adalah periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa. Masa remaja ini tidak jarang menjadi waktu yang sulit bagi remaja. Dengan emosional yang belum matang, remaja cenderung memberontak pada apa yang mereka tidak sukai atau setujui, sehingga mereka tidak jarang mengalami gejolak emosi.

Banyak yang beranggapan bahwa hanya orang dewasa yang dapat mengalami depresi. Namun, nyatanya remaja pun dapat mengalami depresi loh. Kehidupan social seperti hubungan keluarga, pertemanan, percintaan atau persoalan akademis di sekolah tidak jarang membuat remaja merasa tertekan. Bahkan, hal tersebut dapat menjadi sumber stres ringan remaja yang jika dibiarkan dapat berlangsung lama dan menyebabkan terjadinya depresi.

Tapi tahu gak, apasih depresi itu?
Depresi adalah kondisi yang digambarkan sebagai suatu kelainan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap. Depresi remaja bisa memengaruhi perasaan Remaja, cara berpikir dan berperilaku, serta dapat membuat remaja memiliki berbagai masalah emosi dan fisik.
Jika merasa sedih dan berlangsung dalam beberapa hari atau minggu yang mengganggu sekolah ataupun kegiatan lain dengan keluarga dan teman, atau bahkan berpikir untuk self-harming atau bunuh diri, kemungkinan ini adalah depresi remaja.
Ketika remaja mengalami depresi, remaja akan kehilangan motivasi dan semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan terhadap apa yang ia sukai. Mereka juga akan menyendiri, mengurung diri di kamar selama beberapa waktu untuk menenangkan pikiran dan perasaan. Remaja yang mengalami depresi juga akan kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, kesulitan konsentrasi, kesulitan mengingat, apatis, merasa sedih, cemas, putus asa, cenderung melakukan hal negatif, bahkan memiliki keinginan untuk self-harm sampai bunuh diri.

Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan atau mengatasi stress yang di alami remaja, yuk simak!
1. Menerapkan pola hidup sehat
Dasar dari mental yang sehat adalah pola hidup yang sehat. Pikiran yang lelah akan berdampak pula pada tubuh kita. Tubuh menjadi lebih lemas, lebih mudah lelah, dan terasa berat. Nah, lakukan olahraga pada tubuh agar pikiran menjadi lebih fresh, dan stamina tubuh tetap terjaga. Dengan tubuh yang segar kembali, pikiran juga akan lebih terbuka dan siap menghadapi stres dengan baik.

2. Buat jadwal harian yang teratur
Jika kamu tipe orang yang suka keteteran dalam melakukan aktivitas, ada baiknya membuat jadwal harian yang teratur sehingga hidup menjadi lebih terencana dan tidak membuat diri mengalami kecemasan yang dibuat sendiri karena tidak bisa mengelola waktu dengan baik. Orang yang terorganisir mengenai jadwal hariannya akan lebih terhindar dari stres yang tiba- tiba, karena semuanya sudah terprediksi dengan baik.

3. Melakukan hobi atau aktivitas luar
Cobalah pergi keluar, dan lakukan aktivitas di ruang terbuka. Lakukan hobi yang disukai, seperti berenang, menggambar, bernyanyi, atau lainnya. Luangkan waktu untuk menjalani hobimu sebagai pengalihan pikiran. Dengan begitu semua tekanan akan sedikit berkurang, dan tubuh bisa menghadapi masalah dengan lebih tegas.

4. Berpikir positif
Stres muncul karena seseorang terlalu berburuk sangka dengan keadaan, atau berpikir negatif. Maka dengan berpikir positif, kita akan lebih sabar, lapang dada, tenang, dan terbebas dari stres. Pikiran positif perlu dilatih, pikiran positif juga membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan.

5. Bersenang-senang dengan teman
Sempatkan waktu untuk keluar bersama teman- teman. Lakukan banyak hal menyenangkan bersama teman, seperti karaoke, pergi ke mall, nonton film, atau lainnya. Melakukan kegiatan yang menyenagkan selain membangun memori indah bersama teman, juga mampu mengembalikan semangat diri untuk menghadapi hari- hari yang lebih berat.

6. Pergi berlibur
Sempatkan untuk berlibur ke tempat tempat rekreasi, atau taman alami yang indah. Lihatlah lingkungan yang lebih luas dan area terbuka, dengan begitu akan terdistraksi dari penatnya aktivitas harian penyebab stres. Setelah berlibur, stres akan lebih berkurang.

7. Mencari bantuan
Banyak remaja tidak mencari bantuan yang akhirnya membuatnya lebih sulit atau bahkan mustahil baginya untuk sembuh. Jika remaja merasa kemungkinan depresi remaja, harus dipancing untuk berbicara akan hal ini. Bicara kepada yang bisa dipercaya, seperti orang tua, guru, atau guru pembimbing di sekolah agar remaja bisa mendapatkan bantuan untuk mengatasi masalah depresi remaja ini.

8. Konsuktasi pada tenaga ahli
Agar depresi remaja bisa ditangani, remaja harus menemui terapis atau konselor profesional. Mungkin remaja takut untuk mengakui kalau remaja menderita depresi remaja kepada teman yang tidak dikenal, tapi kadang berbicara kepada teman asing itu bisa terasa lebih mudah. Ingat, tenaga kesehatan mental profesional tidak akan menghakimi dan remaja bebas untuk mengekspresikan diri secara jujur.

So, pergunakanlah masa remaja kalian dengan hal-hal yang positif agar jangan sampai masa remaja kalian hancur dan bahkan sampai mengalami depresi.

Tian Rohyani
Follow me
Latest posts by Tian Rohyani (see all)
Tian Rohyani

Tian Rohyani

turn the pain into power