0 3 min 5 mths

inbound6900562480686594292.png

Read 181 

Masa remaja adalah masa yang paling berkesan bagi setiap insan. Masa remaja hanya akan datang sekali seumur hidup. Biasanya dimasa remaja ini adalah masa pencarian jati diri. Dimana remaja selalu ingin menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman-temannya.

Dimasa remaja kita merasakan cinta monyet, bertengkar dengan teman karena berebut pacar, bahkan bagi sebagian remaja sering melakukan bolos sekolah. Biasanya remaja selalu ingin punya banyak teman. Dalam menjalin pertemanan inilah banyak sekali drama yang sering dialami oleh remaja.

Terkadang ada beberapa remaja yang suka berbohong demi bisa mendapatkan teman. Mereka selalu ingin menjadi remaja yang gaul dengan gaya hidup masa kini, tanpa berfikir dampak yang bisa saja merusak mereka dimasa depan. Demi mendapat teman yang populer dan menjadi miss popular disekolah terkadang banyak remaja yang pilih-pilih teman.

“Kalau kamu gak populer kamu gak akan punya teman”

“Kalau kamu gak punya banyak followers kamu gak bisa temenan sama kita”

Biasanya remaja begitu tergila-gila untuk menjadi populer. Kalau gak populer ya siap-siap saja kamu tidak punya teman atau bahkan yang paling parah adalah kena bully.

Sebegitu pentingnya kah popularitas?

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di masa kini, banyak remaja yang memanfaatkannya untuk bisa menjadi populer. Ada yang melakukannya dengan positif namun ada juga yang melakukannya dengan cara negatif.

Remaja masa kini begitu memanfaatkan teknologi khususnya sosial media untuk bisa populer sekaligus mendapat uang jajan tambahan. Disosial media instagram misalnya, banyak bermunculan selebgram-selebgram remaja. Disatu sisi mereka melakukan hal positif dengan bisa mendapat uang jajan sendiri, menjadi kretif karena mereka dituntut untuk membuat konten-konten yang edukatif, namun disisi lain ada pula yang menjadikan sosial media menjadi ajang perlombaan popularitas semata dan menjadi ajang untuk pamer kekayaan.

Dari hal-hal itu, tentu kita harus mengambil nilai positifnya dan membuang nilai negatifnya agar tidak menjadi remaja yang salah. Bahwa menjadi remaja yang produktif itu bagus dengan membuat konten kreatif dan mendapatkan penghasilan sendiri dengan bonus popularitas. Tapi perlu kita ingat bahwa jangan menjadikan popularitas sebagai prioritas utama pencapaian kita dimasa muda ini. Sebab, kita sebagai remaja masih punya perjalanan hidup yang panjang kedepan.

Fathimatu Zahrah
Latest posts by Fathimatu Zahrah (see all)