0 7 min 4 mths

20210120_145106_0000

Read 152 

Perkembangan zaman yang semakin maju membuat hampir semua orang gelap mata akan moral yang seharusnya dikedepankan, mereka malah berbondong-bondong mengejar materil dan melupakan bawasannya modal kemajuan suatu bangsa juga sangat didukung oleh generasi yang bijak dan bermoral. Kemerosotan moral yang mayoritas terjadi pada kalangan remaja benar-benar sangatlah mengkhawatirkan. Karena bagaimanapun mereka diharapkan dapat melanjutkan perjuangan bangsa. Masalah-masalah moral ini juga telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian banyak kalangan, banyak pula usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Namun nihil kenyataan yang terjadi tidaklah sesuai ekspetasi, membawa keluar dari permasalahan ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan, faktor masa remaja yang masih mengalami ketidakpastian dan sedang mencari jati diri yang sesungguhnya juga faktor mudah terpengaruhnya remaja dengan pergaulan bebas dari luar yang menekan setiap remaja menjadi faktor paling kuat yang mempengaruhi kemerosotan moral para remaja.

Hal lainnya juga yang menjadi faktor adalah karena kebutuhan akan eksistensi manusia dimata manusia lainnya, dimana eksistensi sendiri merupakan sebuah proses yang dinamis dimana memiliki arti sebagai suatu yang “menjadi” atau “mengada”. Eksistensi juga didefinisikan sebagai suatu keberadaan yang ingin diakui oleh orang lain. Eksistensi biasanya dikaitkan dengan popularitas yang terkadang menjadi hal yang ingin digapai oleh remaja untuk mengaktualisasikan diri di kalangannya serta meningkatkan penghargaan atas dirinya dimata orang lain, namun terkadang untuk mencapai hal tersebut remaja mengenyampingkan nilai moral dan bahkan hingga melanggar norma-norma yang ada. Hal tersebut biasanya dikarenakan mereka ingin menggapai popularitasnya secara instant, mereka memilih jalan yang bisa disebut dengan anti mainstream yang berbeda dengan orang lain, meskipun dengan jalan tersebut mereka marus mengorbankan citranya bahkan rela mempermalukan dirinya sendiri demi menggapai jalan cepat menuju popularitasnya di masyarakat. Padahal kita tahu untuk mendapat popularitas yang baik memerlukan peroses yang panjang baik karena prestasi maupun hal lainnya.

Penyalahgunaan media teknologi seperti pada media sosial saat ini memang menjadi hal yang cukup mengerikan bagi kehidupan remaja maupun anak yang pada dasarnya masih membutuhkan arahan dari orang terdekatnya untuk pembentukan karakter yang baik dan agar tidak terjerumus pada suatu penyimpangan. Kemorosotan moral ini memang menjadi hal yang sangat disayangkan, karena dimana remaja atau pelajar yang seharusnya menunjukan akhlak yang baik atas didikan yang telah mereka terima, justru malah menunjukan tingkah laku yang buruk. Oleh karena itu, kemerosotan moral remaja harus segera ditangani dengan penanganan yang tepat. Untuk itu dalam mengatasi hal tersebut ada beberapa hal yang dapat diperhatikan, diantaranya yaitu:
Hindari kesalahan dalam pergaulan, selektif dalam memilih teman dekat sangat penting. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Kepribadian manusia juga akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri. Jika seseorang bergaul di lingkungan yang baik, maka ia akan terbentuk kepribadian yang baik juga. Dan apabila seseorang bergaul pada keadaan lingkungan yang kurang baik, maka akan terbentuk kepribadian yang kurang baik juga.

Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter sang anak, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian dari orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap sang anak. Seperti halnya karena kurangnya perhatian orang tua, seseorang akan cenderung melampiaskan amarahnya pada orang lain dengan tindakan yang tidak wajar yang biasa dilakukan oleh generasi muda.

Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Sebagian orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan atau remaja terkadang menganggapnya itu merupakan hal yang keren. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekitarnya.

Meningkatkan iman dan takwa kepada Alloh SWT dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal shaleh. Dengan kita mendektkan diri kepada Allah, rajin beribadah, beramal shaleh, tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai dengan perintah dan jalan Allah. Seperti halnya dalam surat Al-Qalam ayat 4 “ Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) berada pada landasan akhlak yang agung.” Sebaiknya, kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan pikiran oleh Alloh SWT harus dimanfaatkan secara optimal. Kita harus berpikir cerdas tentang bagaimana cara mengaplikasikan sesuatu hal agar dapat menimbulkan efek yang baik untuk diri kita. Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti halnya trend masa kini, idola, kesukaan/hobby dan lain sebagainya.

Mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya. Dimana dapat selektif dalam memilih sesuatu yang tidak perlu diakses dan mana yang boleh diakses, juga dapat membedakan mana hal yang dapat ditiru dan mana hal yang tidak boleh ditiru. Pengendalian diri disisni sangat berperan penting.

Adapun prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam pergaulan remaja agar terhindar dari segala tingkah laku penyimpangan dan yang tertentangan dengan norma, adalah:

  • Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi
  • Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi diri
  • Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang
  • Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri sehingga memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan
  • Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan

Selanjutnya agar remaja tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan akhlak Islami, remaja perlu mengetahui beberapa hal diantaranya:
Hindari pemakaian busana yang mendorong hasrat seksual
Hindari berpacaran yang tidak Islami, dimana lakukan batasan-batasan dalam berpacaran
Jangan mencoba-coba untuk menonton video porno melalui media apapun, baik internet, VCD/DVD maupun media handphone karena hal tersebut dapat menyebabkan kecanduan tersendiri bagi remaja
Hindari minuman beralkohol dan narkoba, bagaimanapun bentuknya.

Usahakan untuk tidak terbawa arus kebudayaan barat yang cenderung pada sikap hedonisme dan materialisme
Dengarkan dan terapkan pada diri atas pesan-pesan kebenaran dan kebaikan dari orang tua, guru dan orang saleh
Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masa depan remaja yang berkaitan dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta perkembangan potensi dan kepribadian yang positif bagi remaja (Syafrial)