0 5 min 4 mths

inbound7693969952995958232.png

Read 150 

Hallo guys, apa sih peran perempuan dalam Pendidikan? Perlu ga sih seorang perempuan memiliki Pendidikan yang tinggi? pernah ga sih ketika berusia 17 tahun ke atas orang tua menyuruh kalian untuk menikah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangatlah tidak asing apalagi bagi orang yang awam. hal ini terjadi karena adanya pendapat yang pro-kontra ketika perempuan memasuki fase remaja untuk menuju fase dewasa. Perempuan dinilai sudah waktunya untuk menikah pada fase tersebut sehingga seakan-akan perempuan memiliki Batasan untuk menuntut ilmu di dalam Lembaga Pendidikan dikarenakan latar belakang, seperti budaya setempat pada usia 17 tahun maka perempuan diharuskan untuk menikah. Sehingga perempuan tidak harus berpendidikan tinggi karena pada akhirnya perempuan akan berakhir untuk beraktifitas di dapur dalam melayani suami dan anak-anaknya. Menurutnya perempuan hanyalah perlu memiliki keterampilan seperti memasak, menjahit, membersihkan rumah, dan merawat anak serta keterampilan lainnya yang bermanfaat ketika anak sudah mulai berkeluarga.

Dengan adanya argument demikian menimbulkan berbagai tanggapan yang menyatakan perempuan layak untuk duduk di bangku Pendidikan tertinggi, karena perintah untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya bukan hanya untuk kaum lelaki tetapi perempuan juga demikian sehingga kaum perempuan memiliki peluang yang luas untuk terus melanjutkan pendidikannya. Sebagaimana dalam sebuah hadits nabi dikatakan, “menuntut ilmu itu wajib bagi semua muslim (dan muslimat)”. Hadits Nabi yang diriwayatkan at-thabarani melalui ibnu masud ini mengatakan bahwa islam menekankan kepada semua umatnya baik laki-laki atau perempuan agar tidak tersesat ke dalam jurang kebodohan, sehingga perempuan memiliki kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam hal belajar.
Selain diwajibkannya untuk menuntut ilmu, dalam pasal 31 UUD ’45 dikatakan: 1). Tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, 2). Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu system pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.

Hal ini semakin memperkuat bahwa perempuan berhak untuk mendapat Pendidikan yang setinggi-tingginya karena ditemukan data dari BPS dan KEMENDIKBUD pada tahun 2018 ada sebesar 2,2 juta penyandang buta huruf yang didominasi oleh kamu perempuan atau IRT. Serta BPS menambahkan bahwa peningkatan pertumbuhan perempuan itu lebih besar dari laki-laki sehingga Pendidikan sangat penting untuk kaum perempuan. Mengapa penting?

Perempuan merupakan madrasatul uula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya, perempuan memiliki kodrat menjadi ibu sehingga membutuhkan ilmu untuk mendidik anak-anaknya serta menanamkan akhlak yang baik bagi anak-anaknya sehingga mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak untuk meneruskan estafet perjuangan di negri ini.
Pendidikan merupakan modal bagi perempuan, karena perempuan harus memiliki modal keterampilan yang dapat dijadikan untuk berperan dan berfungsi dalam memenuhi kebutuhannya di masyarakat sehingga dapat bermanfaat untuk semua orang.

Mendukung kehidupannya sendiri dan orang lain. Hal ini masih ada kaitannya dengan point nomor dua yaitu ketika perempuan memiliki modal keterampilan maka akan mendukung kehidupannya baik untuk dirinya sendiri atau orang lain.
Dapat mengikuti zaman dan teknologi, karena menjadi seorang harus bisa mengikuti zaman apalagi zaman milenial ini semakin canggihnya teknologi. Seorang ibu yang melek teknologi tentu dapat mengawasi dan menjaga anak-anaknya dari konten negative yang tersebar di media social.

Mencegah pernikahan dini. Karena di Indonesia anak di wajibkan sekolah selama 12 tahun, setidaknya jika menikah nanti setelah lulus SMA pada usia 18 tahun sehingga cukup matang untuk berkeluarga.
Mandiri dan percaya diri, seorang perempuan yang mandiri dan mempunya skill tidak bergantung pada orang lain terutama kepada seorang suami. Karena tidak tahu ke depannya akan seperti apa sehingga ia tidak mungkin hidup selamanya dengan bergantung pada orang lain dengan bekal skill yang ia punya, ia akan percaya diri untuk menghadapi rintangan dalam hidupnya
Mencegah perdagangan manusia. United nation menyebutkan perempuan miskin dan tidak berpendidikan rentan mengalami perdagangan manusia.
Menstrukturkan cara berfikir dalam menyelesaikan masalah karena ini merupakan dasar dalam menghadapi suatu permasalahan di kehidupannya

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat sosial bukan hanya laki-laki atau perempuan, serta tidak mengenal status gender. Sehingga pemikiran orang yang beranggapan bahwa kerjanya perempuan hanya di rumah saja sehingga tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Pemikiran seperti ini harus dirubah karena terlibatan perempuan dalam Pendidikan itu sangat perlu untuk masa depannya. Berpendidikan tinggi dan memiliki aktivitas di luar rumah tidak menjadi suatu masalah Selama perempuan mampu membagi waktunya untuk keluarga yang memang prioritasnya, selesai itu baru masuk ke hubungan social jika memang dia berkenan untuk berpartisipasi, mengaktualisasikan diri di lingkungan masyarakat. Sehingga perempuan harus mampu memanage waktu dan prioritas itu sehingga menjadi skill yang dimiliki perempuan mana yang diperlukan dan harus dikedepankan.

Semoga dengan adanya tulisan ini dapat membuka telinga, mata serta hati untuk menyadari pentingnya sebuah Pendidikan bagi kaum perempuan.

Wanita yang sukses itu merupakan wanita yang bisa menjalani perannya sebagai ibu, istri, sekaligus berarti buat orang lain. ~Dian Sastro Wardoyo~

Lisnawati
Latest posts by Lisnawati (see all)