Penularan HIV yang Penting Diketahui


Slide2.JPG

Read 78 

Kesalahpahaman akan ilmu di masyarakat mengenai penularan HIV/AIDS masih dibilang kurang. Penularan melalui nyamuk, penggunaan toilet duduk bersama, penggunaan alat makan yang sama atau melalui keringat ketika berpelukan atau bersalaman masih dianggap hal penularan virus. Sedangkan penularan HIV hanya melalui darah, cairan kelamin, dan air susu ibu. Jadi pada umumnya penularan melalui hubungan seksual beresiko dan penggunaan napza suntik yang dipakai secara bergantian memiliki tingkat penularan yang tinggi.Beberapa penularan HIV yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:
Hubungan seks

Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan pasangan yang terinfeksi HIV. Penularan dengan melakukan hubungan seksual dapat terjadi dari pria ke wanita atau sebaliknya, serta pada sesama jenis kelamin melalui hubungan seksual yang berisiko.

Penggunaan jarum suntik
Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.Ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.

Selama kehamilan, persalinan atau menyusui
Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV selama kehamilan, guna menurunkan risiko penularan HIV pada bayi.