Pentingnya Self Compassion bagi Remaja


5768fb65-36ac-4392-9564-ca9340d874c3.jpg

Read 97 

Kenapa sih aku serba gabisa? kenapa sih aku salah terus? apapun yang aku usahain ga pernah ada yang berhasil, kenapa sih aku gapunya kelebihan kaya orang lain? Mungkin beberapa dari kalian sering terbesit kalimat-kalimat diatas tadi. Biasanya kata-kata tersebut terbesit kalau kita sudah menghadapi kegagalaan atau membandingkan diri dengan orang lain. Nah kalimat-kalimat tersebut berkaitan banget sama yang namanya Self Compassion.

Self Compassion ini sangat penting bagi remaja, karena masa remaja ini adalah masa yang rentan untuk kritik diri. Remaja yang memiliki self compassion rendah maka akan mengalami stress akibat dari tidak bias menerima dirinya dan sulit memaafkan atas masalah yang terjadi dan menyalahkan diri sendiri.

Lalu apa sih self compassion? Mungkin banyak dari kita yang masih asing ya sama istilah self compassion. Self compassion itu adalah bersikap lembut, baik hati, dan pengertian pada diri sendiri. Menerima bahwa diri kita tidak sempurna dan memahami bahwa kita punya potensi untuk berkembang dan belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat. Seseorang yang memiliki self-compassion tinggi mempunyai ciri sebagai berikut:

  • Mampu menerima diri sendiri baik kelebihan maupun kelemahannya.
  • Mampu menerima kesalahan atau kegagalan sebagai suatu hal umum yang juga dialami oleh orang lain.

Self-compassion tidak bisa diartikan dengan self-pity (mengasihani diri sendiri). Ketika kita merasa mengasihani diri sendiri, maka kita akan tenggelam dalam masalah mereka dan akan lupa bahwa orang lain juga memiliki masalah. Dan kita akan merasa seolah-olah kita sebagai satu-satunya orang yang menderita. Sedangkan dalam self-compassion sendiri, lebih menekankan pada pemberian rasa aman dan perlindungan dimana dalam mengadapi masalah individu akan dapat melihat masalah secara luas.

Ada beberapa komponen dasar dari Sel Comppasion yang harus diketahui. Pertama, Self Kindness kemampuan seseorang untuk memahami dan menerima diri apa adanya serta tidak mengkritik ataupun menghakimi diri sendiri ketika menghadapi suatu masalah.

Kedua,  Common Humanity maksudnya adalah kita menyadari bahwa kita bukan satu-satunya orang yang mengalami penderitaan, kegagalan dan kesalahan. Kegagalan merupakan pengalaman hidup yang dialami setiap manusia sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Ketiga, Mindfulness yaitu kesadaran dalam menerima pengalaman atau hal-hal yang terjadi dalam hidup kita. Tidak menolak ataupun terlalu larut dalam hal yang terjadi dalam hidup.

Gimana sih caranya mengembangkan Self Compassion? Ada empat langkah untuk membantu kita dalam mengembangkan self-compassion. Yang pertama Practice forgiveness. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Jadi, berhenti menyalahkan dirimu sendiri atas kesalahan itu. Kamu dapat memulai dengan acceptance, yaitu menerima bahwa kamu nggak sempurna dan bersikaplah baik pada diri sendiri ketika dihadapi dengan kekurangan. Salah satu cara untuk mengingatkan bahwa diri kamu berharga, bahkan di saat kamu gagal adalah tetap ingat untuk selalu gentle to yourself and accept your flawless.

Yang kedua Developing a growth mindset. Ketika kita sedang di hadapkan dengan permasalahan seperti itu, cobalah untuk melihat makna atau nilai dari suatu permasalahan itu dengan lebih dalam, dan jangan menghindar. Ketika kamu sedang membandingkan dirimu dengan orang lain dan mengkritik diri terlalu ‘keras’, kamu bisa melihat sisi positifnya seperti mencari inspirasi bagaimana cara agar mencapai kesuksesan seperti mereka, daripada terus berpikir yang tidak maju dan merasa terancam.

Yang ketiga Be grateful. Daripada berfokus pada hal-hal yang tidak kita miliki, lebih baik kita menghargai dan mensyukuri apa yang kita dapat dan miliki saat ini. Kita bisa mencoba untuk mulai menulis hal-hal yang kalian miliki dalam sebuah jurnal dan mulai mensyukurinya. Dengan berfokus pada hal yang kita miliki, kita dapat mengalihkan fokus dari hal yang tidak perlu kita pikirkan.

Yang terakhir Menjadi mindful terhadap diri sendiri memiliki dampak positif loh!  Ini dapat mengurangi kecenderungan untuk menghakimi diri kita sendiri. Saat kita sedang dihadapi masalah, biarkan diri kita merasakan apa yang sedang kita rasakan dan cobalah untuk mengerti perasaan itu don’t be denied! Biarkan perasaan-perasaan itu datang, lalu kita akan merasa lebih lega.

Naely Nurbayati
Latest posts by Naely Nurbayati (see all)
Naely Nurbayati

Naely Nurbayati

SDN Ujungberung 2 SMPN 50 Bandung Man 1 Kab. Tasikmalaya Ponpes Sukahideng Tasikmalaya UIN SGD Bandung