Pentingnya Kebiasaan Baik Untuk Meraih Karir


Read 338 

Apabila suatu aktivitas dilakukan secara terus-menerus dengan konsisten maka akan menjadi kebiasaan. Menurut jenisnya, kebiasaan itu ada yang bermanfaat dan ada pula kebiasaan yang membahayakan. Tentunya untuk meraih karir, kebiasaan yang dilakukan haruslah kebiasaan yang baik dan juga bermanfaat.

Menurut Charles Duhigg, ketika suatu kebiasaan terjadi, otak berhenti berpartisipasi sepenuhnya dalam pengambilan keputusan. Berhenti bekerja sangat keras, atau mengalihkan fakus ke tugas lain.

Ketika aktivitas telah menjadi kebiasaan, maka kebiasaan akan menjadikan segala sesuatu berjalan otomatis. Tahukah Anda? Selain membentuk kepribadian, kebiasaan juga merupakan pondasi untuk mencapai impian. John C. Maxwel mengatakan bahwa mimpi menjadi kenyataan adalah hasil dari tindakan Anda dan tindakan Anda sebagian besar dikendalikan oleh kebiasaan Anda. Hal ini menggambarkan betapa luar biasa pengaruh kebiasaan terhadap keberhasilan dalam meraih karir. “Kesuksesan dalam kehidupan manusia hanya dapat dicapai jika ada proses internal yang rutin. Maksudnya, kesuksesan itu dapat Anda peroleh jika Anda mau mengubah sikap, mulai melakukan langkah-langkah rutin sendiri, dan melakukan pekerjaan tersebut secepatnya.” Dr. Ibrahim bin Hamd al-Qu’ayyid

Pertanyaannya, apakah kebiasaan Anda sudah sesuai dengan karir yang Anda impikan? Masihkah Anda terjebak kebiasaan buruk? Jika ya, mungkin Anda bertanya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengubah kebiasaan buruk dan bagaimana cara untuk memulainya?

1. Kuatkan niat dan tekad untuk berubah
“Permulaan adalah bagian terpenting dari suatu pekerjaan.” Plato
Kita semua sepakat bahwa memulai sesuatu bukanlah perkara yang mudah. Apabila kita ingin berubah, perubahan itu tidak akan terjadi apabila tanpa niat dan tekad yang kuat. Dengan niat dan tekad yang sempurna maka kita akan berjalan menuju perubahan. Karena itu agar perubahan terwujud maka perbesarlah keinginan untuk berubah.

2. Buatlah catatan atau bullet journal
Buatlah daftar kebiasaan buruk. Coba Anda pikirkan apa saja kebiasaan buruk yang ingin Anda ubah, seperti sering bangun siang, jarang sarapan, suka melalaikan shalat, jarang membaca atau mengaji, apapun itu tulislah.
Tulislah goals yang ingin dicapai. “Orang yang menuliskan tujuan dengan jelas akan lebih cepat mencapai tujuannya daripada mereka yang tidak.” Brian Tracy

Buatlah The Tracker dalam bullet journal Anda. The tracker ini selain berguna untuk menciptakan rutinitas yang ingin dilakukan juga membantu melacak kegiatan dan tugas selama kurun waktu tertentu. Tracker berguna sebagai pengingat aktivitas atau tugas yang ingin diselesaikan dan juga sebagai bukti yang akurat mengenai sejauh mana pencapaian perubahan Anda terlaksana. Tracker ini ada bermacam-macam tergangtung kebutuhan apa yang akan Anda tracker datanya, seperti habits tracker (kebiasaan), expence tracker (pengeluaran), saving tracker (menabung), meal tracker (makanan), water tracker (minum), study tracker (belajar), book/reading (tracker), Ramadhan tracker (kegiaran Ramadhan) dan lain-lain. Setelah Anda membuat tracker, isi masing-masing tracker dengan tanda ceklis jika kegiatan itu terlaksana, dan jika Anda tidak melaksanakan kegiatan tersebut isi dengan tanda (x) serta beri alasan di kolom keterangan (bolos/malas/sakit).

“Mengatur adalah apa yang Anda lakukan sebelum melakukan sesuatu, jadi saat Anda melakukannya, tidak berantak semuanya.” A.A. Milne
Dengan mengatur keseharian Anda berarti melatih diri untuk disiplin. Sikap ini sangat bagus diterapkan dalam karir Anda nanti. Mengatur diri juga mengacu diri Anda untuk produktif dalam bekerja.

3. Buatlah habits challenge dan laksanakan
Tahap pertama, tentukan kegiatan atau aktivitas yang ingin Anda challenge. Tentukan kurun waktu yang ingin Anda challenge, apakah harian, mingguan atau bulanan. Tentunya dalam membuat habits challenge ini, sebaiknya Anda mengenali kemampuan dan ketahanan Anda. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri.

4. Evaluasi
Lihat bullet journal Anda dan lakukan evaluasi dengan rutin setidaknya seminggu sekali. Dengan evaluasi Anda akan mengetahui sejauh mana perubahan Anda, apakah sudah memenuhi target atau belum. Jika belum maka Anda perlu meningkatkan lagi, jika sudah memenuhi target maka Anda bisa membuat target yang lebih besar lagi.

5. Beri hadiah untuk diri Anda sendiri
Seriap hasil kerjamu patut dihargai. Sekecil apapun keberhasilan yang kamu dapatkan semua adalah hasil kerja kerasmu. Berterimakasihlah pada diri. Lihat diri Anda dan katakan “terimakasih sudah berjuang untuk melakukan perubahan untuk diri sendiri”. Menghargai diri sendiri juga bisa berupa memberi hadiah pada diri sendiri. Hadiah untuk diri sendiri tidak harus yang mewah atau terkesan mahal. Anda bisa membeli buku atau skincare ataupun nonton diakhir pekan.

Selamat mencoba! “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit.” -Nabi Muhammad Saw.

Puri Nurazizah Pratiwi
Follow me
Latest posts by Puri Nurazizah Pratiwi (see all)