Pentingnya Bimbingan Pranikah Bagi Calon Pengantin


20200420_063015_0000.png

Read 269 

Biasanya bahasan tentang pernikahan selalu jadi trending topic dikalangan umur 20 sampai 30-an. Seperti konten-konten yang beredar di media sosial, jika berhubungan dengan masalah jodoh dan nikah, pasti banyak yang kasil like dan comment.

Belum lama ini, beredar berita tentang pendidikan pranikah, setiap catin (calon pengantin) harus mendapatkan sertifikat nikah terlebih dahulu.

“Nyari pasangan aja susah, lah udah dapet pasangan harus ikut pendidikan pranikah dulu baru bisa nikah. Ribet banget siiih mau nikah aja” ujar si jomblo.

Sebenarnya, pelatihan atau pendidikan pranikah hanyalah permasalahan teknis saja, yang diharapkan bisa menjadi bekal kalian sebelum menikah.
Nikah itu bukan hanya soal modal cinta dan moal uang saja, masih banyak aspek yang harus dipikirkan lagi, karena pernikahan bukan hanya menyatukan “aku dan kamu” tetapi juga menyatukan “keluargaku dan keluargamu” (ngerti kan maksudnya).

Program bimbingan pranikah untuk calon pengantin menjelaskan tentang 5 (pilar) rumah tangga dalam Islam sesuai dengan Al-Qur’an. Kelima pilar tersebut adalah: 1) mitsaqan ghalidzah (komitmen pada ikatan janji yang kokoh sebagai amanah Allah Swt.); 2) zawaj (prinsip berpasangan dan berkesalingan); 3) taradhin (perilaku saling memberi kenyamanan/kerelaan); 4) mu’asyarah bil ma’ruf (saling memperlakukan dengan baik); dan 5) musyawarah (kebiasaan saling berembuk).

Secara psikologis, bahtera rumah tangga itu harus dinamis. Secara kesehatan, menikah itu harus siap secara kesehatan alat reproduksi. Secara finansial, menikah iti harus bisa mengatur keuangan dari mulai untuk persiapan pernikahan sampai ketika sudah pernikahan dan menjalani pernikahan tersebut.

Dengan diadakannya bimbingan pranikah pula diharapkan agar tingkat perceraian yang terjadi berkurang.

Jadi masih merasa bimbingan pranikah itu ribet dan tidak penting?
Tentu saja penting, tinggal nanti nih pemerintah mau menerapkan program dan sistemnya bagaimana. Yang penting dalam calon pengantin mendapatkan ilmu yang benar tentang pernikahan dan program ini tidak jadi alasan untuk menambah pungutan dan mengembangbiakkan calo.

“Because wedding is one day, marriage is a journey”

Menikah itu niatnya untuk seumur hidup, bukan hanya sekadar pesta pernikahan sehari atau tujuh hari tujuh malam.

Resha Syfau Audia
Follow me
Latest posts by Resha Syfau Audia (see all)
Resha Syfau Audia

Resha Syfau Audia

Salam kenal, panggil saja echa :)