Pengaruh Musik Bagi Remaja


20201225_150352_0000.png

Read 58 

Sebagaimana kita tahu, musik sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan berkembang secara pesat di seluruh dunia. Dan seiring berjalannya waktu, musik berubah menjadi kebutuhan dan perlahan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Musik mulai berkembang dan diterima oleh semua kalangan. Baik muda, tua, remaja, lansia, pun anak-anak. Seperti yang diungkapan Saarikallio (2007) dimana musik adalah bagian dari kehidupan sosial, tingkah laku, kehidupan sehari-hari, serta emosi seseorang.

Emosi sendiri merupakan dari kondisi psikologi manusia dimana masing – masing manusia memilki pengendalian berbeda terhadap emosi yang mereka miliki tersebut. Dan perlu diketahui pula, terdapat perbedaan emosi, perasaan, dan suasana.
Menurut King (2014), emosi adalah bagian dari perasaan atau sebuah afeksi yang mempengaruhi alam bawah sadar, kondisi fisik, dan juga ekspresi perilaku. Sedangkan menurut Walgito (2004), Emosi menjadi penyebab timbulnya perubahan kejasmanian dan terjadi dalam kurun waktu singkat, langsung, dan intens.

Kemudian, perasaan adalah sebuah keadaan atau pengalaman dimana seseorang telah dipengaruhi stimulus eksternal maupun internal dalam kondisi sadar. Seseorang tersebut tahu jika individu lainnya sedang berada dalam suatu emosi. Namun walaupun begitu, orang tersebut tidak seluruhnya mengetahui perasaan yang dialami oleh individu tersebut. Suasana hati akan bertahan lebih lama apabila dibandingkan dengan emosi yang bisa berubah hanya dalam kurun waktu hitungan menit.

Suasana hati adalah gambaran kondisi emosi seseorang yang mendalam dan menetap di jiwa lebih lama. Oleh karena itu hati merupakan tempat timbulnya beberapa gangguan psikologi yang sering dialami oleh individu yang rentan dengan emosi yang cenderung tidak stabil.
Emosi memilki kaitan erat dengan musik. Mengapa? Karena sejatinya musik tidak akan pernah bisa dilepaskan dari keberadaan emosi. Dengan kita mendengar musik, emosi akan timbul mengikuti alunan musik tersebut. Terlebih, musik yang memiliki lirik bermakna, mampu membuat seseorang tersebut menghayati hingga emosinya naik turun akibat lantunan lagu tersebut.

Dengan musik sebagai sarana pengendalian emosi, seseorang dapat dengan mudah mengekspresikan diri serta perasaannya. Oleh karena itu banyak orang yang mendengarkan musik sebagai alter ego terbaik bagi dirinya. Dan untuk cara ini banyak sekali diterapkan remaja – remaja. Dimana remaja sering kali mengekspresikan dirinya melalui musik dan menghasilkan karya-karya berkualitas.

Saarikallio (2007) lagi – lagi mengatakan bahwa remaja menganggap musik sebagian kepentingan tersendri bagi kehidupan mereka. Hal ini dikarenakan mereka dapat mekspresikan diri mereka melalui musik. Terlebih lagi, masa remaja adalah masa-masa peralihan seorang anak menuju orang yang dewasa.

Untuk menjalani fase ini, remaja akan banyak sekali mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang tidak mudah untuk dikendalikan adalah ketidak stabilan emosi. Oleh karena itu, remaja harus mampu mengatur atau mengontrol emosinya agar tidak meluap ke tempat yang tidak semestinya.

Kemudian, ada berbagai jenis musik yang di dengarkan remaja mulai dari musik lokal, musik internasional, musik asia dengan berbagai genre pula. Ada rock, pop, ballad, EDM, Hip-hop, dan lain sebagainya. Lalu dimana pengaruh emosi terhadap perkembangan remaja? Simak selengkapnya dibawah ini.

1. Mengendalikan Intensitas Emosi
Sudah disebutkan diatas bahwa setiap remaja memilki selera musik masing-masing yang mereka sukai. Kebanyakan dari mereka memilih jenis musik yang sesuai dengan kehidupan mereka. Hal ini dikarenakan emosi mereka masih tidak sestabil orang dewasa.
Oleh karena itu dengan musik, mereka bisa mengontrol emosi mereka mengikuti jenis musik yang mereka dengar. Apabila mereka sedang senang, mereka akan lebih memilih untuk mendengarkan musik dengan tempo yang cepat dan upbeat. Sebaliknya, apabila mereka sedang sedih, mereka akan memilih musik yang bertempo mellow dan pelan. Terlepas dari bahasa musik yang digunakan.

2. Tempat Berekspresi
Dengan kemampuan pengendalian emosi yang dihadirkan oleh musik, secara tidak langsung remaja akan mampu mengungapkan ekspresi yang dimiliki dirinya. Seperti ekspresi senang, sedih, galau, dan lain sebagainya. Bagi remaja pula, musik juga sebagai sarana pengungkapan ketika mereka tidak bisa dengan mudah mengungapkan apa yang mereka rasakan kepada orang lain. Dengan kata lain, remaja lebih mudah mengekspresikan perasaan mereka melalui musik.

Terakhir, sejatinya musik memilki dampak positif dan dampak negatif bagi pengendalian emosi masa remaja. Apabila dengan musik remaja mampu menyalurkan emosinya sesuai dengan porsinya, itu bisa membawa efek baik bagi kondisi psikis mereka, namun sebaliknya, apabila intensitas emosi remaja meningkat seiring musik yang di dengarkannya, akan membawa dampak buruk dan bisa membawa mereka melakukan hal-hal yang negatif. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memilih musik-musik yang baik bagi ketenangan jiwa dan tidak membuat kita memilih jalan yang salah.

Melihat selera mayoritas remaja, apalagi remaja putri pasti identic dengan music k-pop. Film, gaya berbusana, dan lain hal mereka senangi. Untuk remaja putra mungkin itu kurang meraka minati namun remaja putra sekarang identic dengan games online. Terpenting bagi remaja, semua hal yang mereka minati itu dapat menjadikan stimulus yang baik untuk perkembangan social, kecerdasan dan intelektual semua remaja.

Ridha Khofif Nur Sofhi
Latest posts by Ridha Khofif Nur Sofhi (see all)
Ridha Khofif Nur Sofhi

Ridha Khofif Nur Sofhi

mahasiswi BKI UIN Bandung