PENDIDIKAN ONLINE DIMASA PANDEMI


problem-belajar-online.jpg

Read 126 

Hampir semua pelajar dan mahasiswa merasakan belajar di rumah, hal ini diterapkan demi meminimalisir penyebaran covid-19. Saya dan semua mahasiswa harus mengakui bahwa memahami berbagai mata kuliah dan mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan sistem online tidak semudah yang dibayangkan. Di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, kita harus tetap semangat mengejar dan mencari ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada yang menyangka, dunia pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid19 dengan sistem daring.

Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah covid-19, memaksa perubahan dari pendidikan formal menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online, dalam skala nasional. Bahkan, Presiden Jokowi dalam peresmian pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) Virtual Tahun 2020 pada sabtu (4/7) menyatakan kuliah dalam jaringan (daring) sudah menjadi normal baru atau bahkan normal berikutnya.

Sistem pendidikan online pun tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan. Saya sering mendengar keluhan banyak orangtua pelajar dan juga tenaga pendidik yang kesulitan, baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet. Dengan kata lain, sistem pembelajaran online ini berpotensi membuat kesenjangan sosial ekonomi yang selama ini terjadi, menjadi makin melebar saat pandemi. Dalam situasi yang lebih buruk, orangtua malah bisa berhadapan pada pilihan dilematis: memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak. Ini berpotensi membuat angka putus sekolah meningkat. Dari daerah-daerah yang tergolong zona merah dalam penyebaran wabah. Angka putus sekolah dari kawasan perdesaan juga diperkirakan akan naik. Dalam jangka panjang, anak-anak yang putus sekolah ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk menganggur, baik secara tertutup atau terbuka, hal ini disebabkan karena kurangnya perangkat untuk melakukan study online dan tentunya yang menjadi permasalahan yang saya dapat dari masyarakat adalah karena susahnya sinyal di pedesaan sehingga banyak dari mahasiswa dan pelajar yang terpaksa bolos dari sekolah atau kuliah karena sulitnya jaringan dipedesaan.

Sebagai langkah solusi praktis, saya berpendapat pemerintah harus lebih peka lagi terhadap masalah pendidikan di saat pandemic, dan lebih memperhatikan pendidikan di pedesaan serta mengalokasikan dana untuk perdesaan terpencil agar masyarakat pedesaan juga bisa merasakan pendidikan online tanpa ada kendala seperti tidak adanya fasilitas untuk belajar online. Pemerintah juga perlu memperhatikan nasib para guru, terutama guru-guru swasta maupun guru honorer (termasuk guru tidak tetap), yang masing-masing berjumlah hampir satu juta orang. Ketiadaan proses belajar mengajar di sekolah, secara langsung dan tidak langsung, menurunkan pendapatan  mereka. Pendidikan adalah kunci Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang adil dan sejahtera, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Pendidikan yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Atau, menjadi raksasa sakit, yang tenggelam dalam berbagai persoalannya sendiri. Kalah dalam persaingan global, dan dan bahkan diacak-acak berbagai kepentingan jangka pendek, baik dari dalam maupun luar negeri. Reformasi pendidikan merupakan tanggung jawab kita Pandemi covid-2019 ini menyingkapkan sejumlah persoalan genting yang harus semua.

Muhammad Akhir Ramadhan
social media
Latest posts by Muhammad Akhir Ramadhan (see all)
Muhammad Akhir Ramadhan

Muhammad Akhir Ramadhan

S1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Bahasa dan Sastra Inggris. Aktivis lingkungan dan bergabung di berbagai organisasi non -profit, ia bergabung di organisasi HIMA Persis KBB dan menjabat sebagai bidang Ekonomi, Asoli.id sebagai anggota, UKM LIKM sebagai Kepala Bidang KOMINFO, di Perpustakaan Jalanan, dan Asia Afrika Membaca.