Pemuda Hijrah


Pemuda-hijrah.jpg

Read 82 

Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syari’at Islam.

Dengan merujuk kepada hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw tersebut sebagaian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam”. Keluar dari kekufuran menuju keimanan. Umat Islam wajib melakukan hijrah apabila diri dan keluarganya terancam dalam mempertahankan akidah dan syari’ah Islam.

Perintah berhijrah terdapat dalam beberpa ayat Al-Qur’an, antara lain: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakn rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(Qs. Al-Baqarah 2:218).

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia. (Qs. Al-An’fal, 8:74)

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah, 9:20)

Pada ayat-ayat di atas, terdapat esensi kandungan:

1. Bahwa hijrah harus dilakuakn atas dasar niat karena Allah dan tujuan mengarah rahmat dan keridhaan Allah.

2. Bahwa orang-oerang beriman yang berhijrah dan berjihad dengan motivasi karena Allah dan tujuan untuk meraih rahmat dan keridhaan Allah, mereka itulah adalah mu’min sejati yang akan memperoleh pengampunan Allah, memperoleh keebrkahan rizki (ni’mat) yang mulai, dan kemenangan di sisi Allah.

3. Bahwa hijrah dan jihad dapat dilakukan dengan mengorbankan apa yang kita miliki, termasuk harta benda, bahkan jiwa.

4. Ketiga ayat tersebut menyebut tiga prinsip hidup, yaitu iman, hijrah dan jihad. Iman bermakna keyakinan, hijtah bermakna perubahan dan jihad bermakna perjuangan dalam menegakkan risalah Allah.

Syech Muhammad Abdul Gaos mursyid TQN SURYALAYA-SIRNARASA KE 38, menulis dalam karangan bukunya Kanzul Arsy ”Ketahuilah dengan keyakinan penuh, untuk meraih kebahagiaan, setiap manusia harus mengalami rentetan (cobaan) kesusahan, Alloh akan beri serangkaian tes atau ujian naik tingkat, karna tidak ada yang tiba-tiba naik peringkat, kalau menekuni usaha, tidak akan mendadak untung, tidak begitu rumusnya, apalagi kalo seorang akan menjadi pemimpin besar, semakin berat pula ujiannya, ini harus di sadari bersama, jangan mudah menyerah apalagi bersikap manja dan cengeng,. sabar, tawakkal dan taklukkan tantangannya. kuatkan wirid Khotaman-nya bukan untuk orang tapi untuk diri sendiri, oleh karnanya tidak ada alasan mundur , kalau tidak maju jangan mundur.”

Dari kutipan tersebut kita bisa menyimpulkan, untuk menjadi lebih baik tidak lah mudah seperti membalikkan telapak tangan semua butuh pengorbanan dan keyakinan kepercayaan diri, ibaratkan paku, kalo sudah bengkok tidak bakal di pukul, pasti paku yang lurus yang di pukul, begitu pula dengan yang berhijrah di jalan Alloh sesuai syariat islam kudu yakin sabar dan tawakal, karna perjuangan tidak akan menghianati hasilnya.

Muhammad Ridho
Follow me
Latest posts by Muhammad Ridho (see all)
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

mahasiswa