“PACARAN” CINTA YANG SALAH


pacaran-cinta-yang-salah.png

Read 206 

Pacarana muncul pada awal abad 19 di Amerika. Pada zaman itu, seorang laki-laki yang suka dengan seorang perempuan harus melakukan pendekatan. Pendekatan yang dilakukan pun berbeda berbeda dengan pendekatan zaman sekarang. Ketika itu, apabila ada seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta, dia harus datang kerumah sang perempuan dan membuat jadwal bertemu.
Pertemuan yang dilakukan selalu ditemani dan diawasi oleh orangtua sang perempuan, sehingga sang laki-laki wajib membuat janji dengan calon mertuanya agar bisa ikut berbincang bersama dengan putrinya. Disamping itu, sang laki-laki diharuskan membawa “buah tangan” ketika bertemu dengan sang perempuan. Dianggap tidak sopan jika bertamu kerumah sang pujaan hanya bermodal tangan kosong.
Tradisi seperti itu dijalani oleh masyarakat disana sehingga membuat gerak-gerik laki-laki tidak bebas karena diawasi langsung. Seiring berjalannya waktu, pada 1920 tradisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat kalangan bawah Amerika, khususnya para orangtua.
Ketika orangtua kedatangan tamu seorang laki-laki, dengan dalih bahwa orang-orang golongan bawah tidak mempunyai bahan untuk topik pembicaraan yang cukup banyak, akhirnya mereka membebaskan putrinya diajak keluar oleh sang pacar untuk “kencan”.
Pada 1940, konsep “kencan” yang sederhana membuat kalangan atas gerah sehingga ingin keluar dari tradisi lamanya. Mereka para kalangan atas merasa bahwa kalangan bawah dengan mudah mendapatkan perempuan dan jalan berduaan, sedangkan kalangan atas harus booking waktu, diawasi calon mertua, harus bawa ini-itu, dan merasa repot untuk dekati satu perempuan saja. Konsep itu mulai digunakan oleh kalangan atas sehingga sedikit demi sedikit tradisi lama tersebut terkikis dan hilang.
Setelah masyarakat kalangan atas dan bawah merasa nyaman dengan system kencan bebas, mereka pun menuntut pemerintah untuk melegalkan perbuatan kencan tersebutvdengan kebijakan yang mendukung. Pada saat itu, Amerika melegalkan hubungan kencan bebas bagi para warganya. Mulailah istilah dating tersebar luas hingga kini.
Sekarang, kebebasan di Amerika kian lama kian tidak terkontrol. Ini di buktikan dengan legalnya hukum nikah sesama jenis, lesbian, dan lain-lain.
Fenomena pacarana mulai masuk ke Indonesia pada 1980, ketika kemajuan industri musik sudah menyebar luas di negara ini. Lagu-lagu barat mulai mempengaruhi model gaya hidup Indonesia. Saat itu, pacaran masih sangat tersa tabu, bahkan tidak diterima dengan kondisi masyarakat setempat, karena bertolak belakang dengan karakter orang Indonesia yang “pemalu”.
Budaya dating atau pacaran gencar masuk ke Indonesia melalui lagu, film, media cetak ataupun digital, serta gaya hidupnya. Perlahan tapi pasti, pada tahun 2000, pacarana sudah mulai dikenal dan dianggap “biasa” oleh Sebagian kalangan.
Masuknya internet dan teknologi berkembang pesat menjadi salah satu sebab penyebaran tren pacaran di Indonesia. Mau tidak mau pemuda Indonesia mulai terbawa arus budaya asing. Kemajuan teknologi semakin mudah dijangkau. Dunia yang begitu luas seakan hanya sebatas pijitan jempol.
Semua yang serbamudah, jika tidak diimbangi dengan ilmu, imanyang kuat, dan tujuan yang benar bisa membuat banyak masyarakat Indonesia terperosok ke dunia maksiat. Dunia yang begitu pekat dengan dosa hingga cahaya hidayah pun tidak bisa menembusnya.
Fakta demi fakta terbuka bahwa sekarang kita sedang masuk kedalam fase kritis. Kritis dari segi ekonomi, ilmu, iman, bahkan jodoh.
Selain itu ternyata pacarana juga punya tahapan-tahapan loh. Tahap pertama, tahap pendekatan pada tahap ini biasanya melalui persamaan persepsi dan kecocokan. Missal, ketika baru berkenalan dengan orang lain kemudian menemukan satu kesamaan dangan lawan bicara, pasti ngobrolnya mendi lebih asyik. Semua curhatan bisa keluar dan pembicaraan lebih heart to heart.
Ke dua tahap penjajakan, pada tahap ini sifatnya kontak langsung laki-laki dan perempuan. Pada fase ini, berubahlah perilaku seksual pranikah, mulai dicoba sedikit demi sedikit, beberapa contoh dari tahap penjajakan ini seperti : ngajak nongkrong bareng,ngajak ngobrol, nganterin sang pujaan pulang kerumah, ngajakin jalan ke mall,taman, dll, pegangan tangan, cium pipi kanan dan kiri, berciuman ringan.
Pada tahap ini sudah termasuk dalam kategori berbahaya. Karena pada tahap ini seseorang mersa nikmat ketika melakukannya dan aman-aman saja.
Ke tiga tahap keenakan. Disebut tahap keenakan maksudnya terlena. Terlena dengan syhwat yang membara dan akhirnya melakukan hubungan kontak langsung yang lebih intens dan ekstrem lagi.
Yang terakhir adalah tahap kebablasan. Ketika pasangan yang sudah kebiasaan dengan tahap keenakan, akan memicu rasa penasaran yang semakin tinggi, maka cepat atau lambat mereka bakalan naik ke tahap kebablasan. Pada tahapan ini, pasangan tersebut sudah mencapai tingkat tertinggi dalam berzina. Nafsunya semakin menggelora, emosi sudah tak stabil, dan logika sudah luntur sehingga rasa penasaran semakin tinggi dan ingin coba-coba.
Percobaannya bukan yang ecek-ecek lagi,tapi minta senggama dengan dalih cinta atau pun bukti kesetiaan. Menurut beberapa kasus, kebanyakan prilakuseks bebas ini terjadi ketika tidak direncanakan secara matang dan ada kesempatan emas untuk melakukannya.
Pada tahap ini seorang perempuan rela kehormatanya direnggut oleh pacarnya. Ada juga yang sempat menolak secara batin, tapi karena ada setan yang ikut campur, maka akhirnya perbuatan itu dilakukan dan dinikmatinya.
Perbuatan ini dilakukan atas dasar suka sama suka. dalam hukum islam, tahap ini sudah berada pada titik nadir. Kemaluan mereka telah berkhianat atas larangan yang sangat dibenci Allah SWT. Dirasa tahap ini sudah ngga bisa lagi main logika-logikaan. Awalnya landasan pacarana ini berniat baik untuk mendapatkan motivasi dan semangat, tapi cara yang dilakukan salah.
Dari kegiatan pacarana yang melampaui batas, tentu akan bermunculan masalah lainnya, seberti hamil diluar nikah, karena hamil diluar nikah otomatis kehamilannya pun bukan sesuatu yang di harapkan dan tidak diinginkan, yang kemudian menimbulkan banyak konflik, dan berujung pada tindakan aborsi atau pernikahan dini akibat kecelakaan tadi, parahnya lagi jika sampai bunuh membunuh pasangan, atau bunuh diri karena takut ketahuan.
Allah Subhanawata’ala mengapit ayat tentang zina dengan ayat tentang membunuh anak-anak dan membunuh jiwa yang di haramkan Allah untuk membunuhnya. Seolah-olah Allah ingin menggambarkan dosa besar zina itu akan berpeluang untuk diiringi dosa besar yang lain yaitu membunuh anak-anak dan membunuh jiwa.
Seberapa jauh kita memandang, sehebat apa pun berpikir, dan seberapa kuat bejuang, pasti akan berakhir dengan kebahagiaan. Pun dengan cinta, terawanglah jauh-jauh, pikirkan dengan matang, dan totalitas dalam berjuang, insya Allah, jodoh pun akan datang.
Guys, coba deh resapi kalo. “ pacarana mungkin seolah terasa nikmat, tapi akhirnya membuat sekarat, karena cinta yang salah mendarat.” Percaya, deh karena laki-laki baik di peruntukan untuk wanita yang baik pula. Maka dari itu yuk sama-sama persiapkan diri menjadi lebih baik lagi.

Latest posts by Resti Septia (see all)

Resti Septia

Nama Resti Septia lahir di Jambi pada tgl 1 september tahun 2000 asal dari Tasikmalaya sekarang tinggal di kota Bandung, dan berkuliah di UIN SGD Bandung. Riwayat pendidikan saya SDN Cintalaksana, SMP N 1 Karangnunggal, MAN 6 Tasikmalaya.