Moralitas Remaja Milenial Sudah Hilang


persis-80e-tyawuran.jpg

Read 157 

Remaja sekarang sudah mulai luntur etika kesopanan dan dan nilai -nilai akhlaknya. Pemuda ini adalah para generasi penerus bangsa, masa depan suatu negara ada di tangan-tangan mereka, jika mereka baik moralnya maka negara ini pun akan baik di pandang oleh bangsa lain dan bila remaja indonesia jelek moralnya maka bangsa lainpun memandang indonesia ini jelek di pandangan mereka.

Terkikisnya moralitas remaja ini tidak terlepas dari adanya arus globalisasi yang masuk dan menjamur ke seluruh penjuru dunia salah satunya ke indonesia, sehingga dari sana para remaja milenial menerima arus globalosasi itu tanpa di saring dan di pilah-pilih terlebih dahulu sampai mereka kehilangan kendali dan terjerumus ke lubang-lubang negatif.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah millenial terbesar di Asia Tenggara yang berjumlah 80 juta jiwa mencakup 1/3 dari total penduduk indonesia. Namun sayang millenial kita sering melakukan perbuatan imoral akibat terjerumus arus globalisasi.

Lantas, apa saja perilaku yang tidak ber moral yang dilakukan millenial kita, berikut penjelasannya:
1. Tawuran
Tawuran adalah bentuk dari kekerasan antar geng sekolah dalam masyarakat urban di Indonesia. Wirumoto, sosiolog Indonesia, berpendapat bahwa tindakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress selama ujian. W. D. Mansur juga berpendapat bahwa tindakan tersebut terjadi bukan akibat dari faktor pribadi, melainkan berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar serta prasangka dari masyarakat.

2. Narkoba
Narkoba ini adalah suatu zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang sifatnya sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan menyebablan ketergantungan.

Para bandar-bandar narkoba ini banyak menyasar kaula muda khususnya kaum remaja karena tujuan dari mereka adalah merusak generasi muda indonesia. Menurut data dari Bnn total ada 5 juta orang yang mengonsumsi narkoba di Indonesia, 28% di antaranya adalah para millenial, dan jumlah ini akan terus bertambah. Akibat dari narkoba sendiri sangat berbahaya karena menyebabkan kematian, setidaknya dalam satu hari 100 orang Indonesia meninggal karena overdosis narkoba. Belum lagi kerugian yang di tanggung negara akibat narkoba mencapai 74,4 triliun rupiah.

3. Kriminalitas dan kejahatan
Kriminalitas dan kejahatan ini bisa menimpa siapa saja dan terjadi kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja. Tapi sangat miris sekali banyak kejahatan serta kriminalitas sekarang banyak di lakukan atau di perankan oleh kaum milenial yang melakukan tindakan tidak bermoral ini diantaranya pembunuhan, perampokan, narkoba, pemerkosaan dan masih banyak lagi. Dan bahkan yang menjadi lebih miris lagi kaum milenial ini sampe berani membunuh orang tuanya sendiri seperti yang banyak kita dengar di berita-berita anak membunuh ibunya, anak membunuh bapaknya semua itu adalah hal-hal yang tidak sepatutnya di contoh oleh generesi milenial ini.

4. Maraknya pornografi di internet
97% anak indonesia sudah terpapar konten pornografi, dari rentang usia 9-17 tahun. Pada April 2019, Kominfo mencatat ada 898.108 konten pornografi di ranah internet Indonesia. Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena dari pornografi inilah lahir yang namanya Pornoaksi yang menyebabkan berbagai kejahatan seksual terjadi dimana-mana, yang dapat merusak moral para remaja millenial. Ini semua tidak terlepas dari arus globalisasi yang membawa dampak negatif bagi masyarakat. Tidak hanya itu pornografi juga dapat merusak otak dan saraf bahkan kerusakan yang di akibatkan oleh pornografi lebih berbahaya dari narkoba.

Bila narkoba menyebabkan kerusakan pada 3 bagian otak, pornografi dapat merusak 5 bagian otak dan sel saraf, serta yang paling mengerikan dapat menyusutkan volume otak manusia. Sehingga membuat millenial susah dalam belajar dan menggapai prestasi.

5. Aborsi ilegal
Aborsi ilegal adalah perbuatan meluruhkan janin dalam kandungan tanpa sesuai syarat hukum di Indonesia. Indonesia melegalkan aborsi apabila perempuan tersebut adalah korban pemerkosaan dan apabila terjadi kehamilan dini yang membahayakan sang ibu. Namun hal ini berbanding terbalik dengan remaja Indonesia, terutama para siswa-siswi sekolah menengah yang banyak melakukan aborsi ilegal dikarenakan melakukan hubungan asusila di luar nikah. Berdasarkan data dari Komnas Perlindungan Anak, 63% remaja di Indonesia pernah melakukan aborsi, dari total 3 juta kasus aborsi nasional. Hal ini menjadi tugas serius bagi kita orang tua agar selalu menanamkan nilai-nilai agama kepada anak di rumah.

Dari macam-macam kasus tak bermoral di atas adalah hanya sebagian kecil masalah atau tindakan para milenial kita jaman sekarang. Semuanya ini tidak terlepas dari faktor lingkungan dan pendidikan. Orang tua disini harus banyak berperan penting dalam mencegah anaknya terjerumus ke hal-hal negatif yang dapat menyesalkan dirinya, dan orang tua juga harus lebih baik dalam mendidik anak terutama pendidikan agama supaya para generasi milenial kita ini terhindar dari perbuatan-perbuatan tak bermoral seperti itu.

Helmi Ali Ramdani
Follow me
Latest posts by Helmi Ali Ramdani (see all)
Helmi Ali Ramdani

Helmi Ali Ramdani

Nama helmi ali ramdani saya adalah seorang mahasiswa di Universitas islam negri sunan gunung djati bandung yang sekarang sedang berada di semester lima.