Mind Set Millenial


20200103_045229_0000.png

Read 97 

Remaja… Berbicara tentang remaja sering di kaitkan dengan milenial…
Milenial sering dikaitkan dengan era dimana media informasi jadi semakin cepat, game online menjadi hobi setiap orang, dan youtuber menjadi cita cita dambaan setiap anak.

Tapi berbicara milenial berbicara juga dengan pola fikir atau mind seet yang terbangun dari setiap anak, dimana generasi milenial generasi dimana setiap anak itu dimanja dengan setiap hal menjadi sangat mudah, ketika inginmmakan tinggal pencet, ingin berbelanja tingal pencet, ingin berpergian juga tingal pencet, di ibaratkan seluruh kehidupannya itu semua ada dalam genggamnannya. dan hal tersebut meruh sedikit demi sedikit Mind seet anak, seorang perdanna mentri perempuan inggris margareth thach pernah mengatakan. ” Watch your thoughts for they become words, watch your words for they be come your actions, watch your action for they become your Character, watch your character for they bocome your desty. in other words what you thing you become. ”

Perhatikan apa yang kita pikirkan karena itu kan keluar menjadi ucapan, perhatikan apa yang kita ucapkan karena itu akan keluar manjadi sebuah tindakan, perhatikan apa yang kita lakukan karena ketika itu di lakukan ber ulang ulang dia akan menjadi kebiasaan, perhatikan apa yang kita lakukan dari mulai mata terbuka sampai kita tertidur kembali, karena itu akan menjadi karekter perhatikan lah karekterkita karena karekter itu akan menjadi takdir kita. dengan kata lain apa yang kita fikir kan demikian takdir kita. urusan kunnfauakuunn itu urusan yang maka kuasa urusan kita yaitu berikhtiar semaksimal mungkin.

Yang menjadi pertanyaan semala ini adalah mind seet kita di ini oleh apa, nutrisi buku apa yang sering kita baca? Ataukah pegang buka saja suah alergi? ada pepatah mengatakan apa yang kita baca mentukan opla fikir kita, dan seperti apa teman kita itu menentukan sikap kita. Jadi jangan sampai alergi dengan buku dan jangan sampai salah pergaulan. Boleh kita punya teman banyak tapi bakan sedikit yang menjadi sahabat kita. Karna definisi sabahat kalau menurut saya adalah orang yang bukan hanya menemani kita di kala susah, tapi juga bisa menemani kita sampai ke syurga. Karena sangat sedikit sekali kita menemukan sahabat yang seperti itu, ketika kamu punya teman yang senantiasa mengingatkan mu dalam ketaatan pegang eratlah dia jangan sampai kau lepaskan, dan jadilah pemuda yang hebat penuh manfaat yang senantiasa berpegang tuguh pada prinsip yang memiliki tujuan yang besar.

Dan yang salah bukan zamannya, yang salah adalah pemikiran kitanya. So? Apa yang harus pertama kita rubah? Mind set kita (pola fikir kita)

Dita belajar apa dari apa yang kita lihat, kita belajar dari apa yang kira dengar, lebih banyak kita melihat hal positif atau negatif, lebih banyak mana kita melihat di sosoal media yang ber faedah atau yang non faedah,? Yang jelas jangan salahkan sosial media kalau yang lebih banyak konten yang kurang berfaedah kalau kita anak mudanya tidak melakukan apa apa, dan jangan salahkan pula konten2 tranding di youtub adalah konten2 yang tidak befaedah kalaukita anak mudanya tidak melakukan apa apa untuk menghasilkan konten yang berfaedah yang lebih bermanfaat bagi yang lain.

Pertanyaanya nya apakah kita akan mau terus terusan menjadi penonton pemandu sorak, atau turun menjadi pemain. Mari jangan menjadi pemuda yang eksklusif, mari buka mata, buka fikiran, buka diri, apa yang terjadi saatini mari bersiap dan mari ikut mengambil bagian. bukan tentang seberapa besar bagian kita ambil tapi ini tentang keinginana kita mengambil bagian tersebut, bagian dalam mengambil perubahan. Saya pernah berpesan kepada anak – muda bahwasannya “jikalau harus hidup, maka hiduplah sebagai pejuang, dan kalau harus mati, maka matilah sebagai legenda.

Jangan jadi pemuda yang pengecut, hidup cuman satu kali mari hidup yang berarti. Akan ada yang berubah dan akan ada yang bertahan, tapi satu yang pasti, harapan keyakinan dan cita cita harus di perjuangkan.

Eka Wiguna
Follow me
Latest posts by Eka Wiguna (see all)
Eka Wiguna

Eka Wiguna

Namanya adalah Eka wiguna, lahir di Bandung 10 Januari 1998. Dia adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Laki laki berdarah sunda ini pernah menjuarai kejuarana pencaksilat junior tingkat jawabarat peringkat ke 3, tingkat bandung raya ke 1, dan festifal olahraga daerah atau FORMI tingkat nasional ke 1. selain itu sering juga mengisi pelatihan berkenaan penjualan online atau sering di sebut trainer digital marketing Khusu materi FB ads, instagram ads, market place (tokped, bukalapak, shopy, dan lazada). sebelum kuliah dia juga pernah bekerja di perusahaan pengadaan barang sama jasa selama 2 tahun sampai menginjak semster 3 kuliah. dan sekarang dia menjadi mahasiswa di Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Bimbingan Konseling Islam. dan dia aktif juga di berbagai kegiatan kampus dan kemasyarakatan. ketika jaman SMA pernahjadi pengurus Rohis SMK7 Baleendah, anggota Irma Dekat Rumah, Relawan di Yayasan, dan pernah menjadi ketua Komunitas di kota bandung, dan ketika kuliah pernah jadi Pengurus SENAT Mahasiswa jadi Sekretaris Umum. dan jadi Kabid SDMO di organisasi ke Jurusanan BINGKAI (bimbingan konseling agama islam), dan juga ikut organisasi pengkaderan yaitu HMI (himpunan mahasiswa Islam).