MENJAGA KESEHATAN MENTAL REMAJA DITENGAH PANDEMI CORONA


20200421_183017_0000.png

Read 335 

Meluasnya daerah yang terinfeksi corona memaksa pemerintah Indonesia memberlakukan Social Distancing atau yang sekarang sudah berubah nama menjadi Physical Distancing. Sebagai bentuk nyata physical distancing maka pemerintah mewajibkan warga sipil melakukan karantina di rumah masing-masing. Dan selama karantina ini bukan berarti kita bebas untuk rebahan aja yah gaes.

Pemerintah juga engga ada capek-capeknya untuk menyuarakan gerakan belajar dari rumah (SFH/Study From Home) dan kerja dari rumah (WFH/Work From Home) sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona. Salah satunya adalah kebijakan menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mewajibkan siswa belajar dari rumah. Hal ini tentu membuat sebagian remaja kehilangan beberapa momen besar dan momen penting keseharian mereka, seperti beraktivitas dan berinteraksi dengan teman di sekolah. Engga menutup kemungkinan juga beberapa dari mereka merasakan perubahan hidup akibat pandemi ini lalu merasa cemas, terisolasi, dan kecewa.Akan tetapi, kita tidak usah terlalu khawatir dan panik berlebihan. Tetap jaga kesehatan fisik dan mental.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan para remaja untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental ditengah pandemi Corona:
Pertama, sadari bahwa kecemasan kalian adalah hal yang wajar. Menurut Dr. Damour (psikolog) bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman serta membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri. Karena kecemasan akan membantumu mengambil keputusan yang harus dibuat. Merasa cemas mengenai Covid-19 saat ini memang hal yang benar-benar bisa dimengerti, tetapi pastikan kamu mengambil sumber yang terpercaya untuk mengetahui informasi dan mengambil keputusan saat merasa cemas.

Jika kamu merasa mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan Covid-19, segera bicara dengan orang tuamu agar mereka bisa membantu. Selain itu, penting diingat bahwa ada banyak hal efektif yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar diri kita dan orang lain tetap aman. Seringlah mencuci tangan, jangan menyentuh wajah, dan lakukan social distancing atau physical distancing ini sesuai dengan kebijakan pemerintah, jangan ngeyel buat keluar, #dirumahaja yah.

Kedua, carilah pengalihan. Satu hal yang bisa membantu kita menghadapi situasi ini adalah dengan mencari pengalihan untuk kita sendiri. Seperti mengerjakan PR dan tugas, menonton film kesukaan atau membaca novel sebelum tidur atau bentuk kegiatan lain yang kalian sukai untuk mengalihkan berbagai kecemasan yang dirasakan.

Ah Kak, kok mengerjakan PR dan tugas segala sih?! Hihi, ingat yah gaes kalau tugas kita sebagai pelajar adalah belajar jadi itu sudah menjadi tanggungjawab yang harus kita lakukan. Mencicil PR atau tugas itu lebih baik dari pada menunda-nunda. Nanti tugasnya numpuk loh.

Ketiga, temukan cara baru untuk berkomunikasi dengan teman-teman. Jika kamu ingin bersosialisasi dengan teman-teman di tengah kondisi seperti saat ini, media sosial adalah solusi yang bagus untuk berkomunikasi. Selain itu, kita juga bisa menyalurkan berbagai kreativitas. Pastikan juga menggunakan sosial media dengan bijak.

Keempat, fokuslah pada dirimu. Sekaranglah saat yang tepat untuk melaksanakannya. Fokus pada diri sendiri dan cari cara untuk memanfaatkan waktu.

Kelima, selalu mengingat sang pencipta. Hal inilah yang paling penting. Sebagai manusia yang beragama, kita tahu bahwa kenikmatan maupun ujian dalam hidup ini diberikan oleh Sang Pencipta. Saat ini kita sedang diuji dengan corona yang menyebar dengan cepat. Anggaplah bahwa corona merupakan teguran untuk kita yang terlalu sibuk mengejar duniawi. Hendaknya kita sadar dan kembali pada Sang Pencipta. Bersyukurlah saat kita sehat karena dengan bersyukur kita bisa mendapatkan kenikmatan lainnya. Lakukan ibadah di rumah dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Jangan panik dan tetap berfikir positif karena Sang Pencipta akan selalu memberikan yang terbaik untuk semua hamba-Nya.

Terakhir, selami perasaanmu. Kehilangan kesempatan adalah hal yang sangat mengecewakan. Ini adalah kehilangan dengan skala besar dan menjengkelkan yang wajar dirasakan oleh remaja.

Cara terbaik untuk mengatasi kekecewaan ini adalah dengan selami perasaanmu, membiarkan dirimu merasakan kekecewaan ini. Kalau soal mengalami perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya. Masa-masa seperti ini adalah saat yang paling penting bagi kita untuk lebih bijaksana memutuskan dan melakukan hal yang benar bagi diri sendiri dan orang lain.

Sekian, semoga bermanfaat. Keep positive, keep healthy and stay at home.

Restu Listia Khaerani
Follow me
Latest posts by Restu Listia Khaerani (see all)
Restu Listia Khaerani

Restu Listia Khaerani

Restu Listia Khaerani