Mengenal Alat Kontrasepsi


InShot_20210210_152542803.jpg

Read 57 

Hi…. disini kita akan membahas judul mengenai “MENGENAL ALAT KONTRASEPSI”, nah sebelum itu apa siiih alat kontrasepsi itu? Atau pengertian kontrasepsi itu sendiri?
Membahas mengenai alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi adalah suatu yang berupa alat dan sebagainya yang dapat digunakan untuk usaha-usaha mencegah terjadinya kehamilan. Sementara kontrasepsi itu sendiri berasal dari kata Kontra dan konsepsi. kontra artinya melawan atau mencegah, dan konsepsi artinya kehamilan. Nah menurut Winkjosastro secara umum kontrasepsi dapat diartikan sebagai upaya untu mencegah terjadinya kehamilan.

Yang lebih ilmiahnya buat anak anak biologi nih kontrasepsi menurut Nugroho dan Utama yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim.
Di sekolah menengah atas (SMA) kita telah belajar mengenai hal itu ya… dan pastinya semua sudah tidak asing lagi dengan pembahasan sel telur, sel sperma, dan dinding rahim ya. Jadi, cara kerja alat kontrasepsi ini singkatnya adalah seperti itu. Mencegah terbuahinya sel telur oleh sel sperma yang masuk.

Kita sebagai mahasiswa (dalam posisi remaja akhir dan dewasa awal) perlu memahami dan memberi penerangan kepada teman, saudara, dan masyarakat lainnya akan pentingnya menggunakan alat kontrasepsi. Sebagaimana alat kontrasepsi merupakan salah satu program Keluarga Berencana (KB) yang memiliki banyak manfaat untuk penggunanya. Menurut WHO sendiri pada tahun 2018 manfaat KB adalah:

1. Kesehatan terkait kehamilan
Kemampuan wanita memilih untuk hamil dan kapan ingin hamil dimana hal ini dapat memiliki dampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraannya. KB memungkinkan jarak kehamilan dan penundaan kehamilan pada wanita muda yang memiliki risiko masalah kesehatan dan kematian akibat melahirkan anak usia dini. KB mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, termasuk wanita yang lebih tua dalam menghadapi peningkatan risiko terkait kehamilan.

2. Mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB)
Sebagaimana fungsi KB sendiri, dimana dapat mencegah kehamilan dan kelahiran yang berjarak dekat dan tidak tepat waktu. Hal ini dapat mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB)

3. Membantu mencegah penyakit menular Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
KB mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan di antara wanita yang hidup dengan HIV, mengakibatkan lebih sedikit bayi yang terinfeksi.

4. Memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendidikan
KB memungkinkan masyarakat untuk membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi. KB memberikan peluang bagi perempuan untuk mengejar pendidikan tambahan dan berpartisipasi dalam kehidupan publik. Selain itu, keluarga yang memiliki anak dengan lebih sedikit saudara kandung cenderungnya cenderung tetap bersekolah lebih lama daripada mereka yang memiliki banyak saudara kandung.

5. Mengurangi kehamilan remaja
Remaja hamil lebih cenderung memiliki bayi prematur atau bayi berat lahir rendah (BBLR). Bayi yang dilahirkan oleh remaja memiliki angka kematian neonatal yang lebih tinggi.

6. Perlambatan pertumbuhan penduduk.
KB adalah kunci untuk memperlambat pertumbuhan penduduk yang tidak berkelanjutan dengan dampak negatif yang dihasilkan pada ekonomi, lingkungan, dan upaya pembangunan nasional dan regional

Pengertian KB sendiri menurut WHO: keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diingankan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Bagaimanakah alat kontrasepsi yang baik itu?
Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kontrasepsi. Menurut Hartanto etode kontrasepsi yang baik ialah kontrasepsi yang memiliki syarat-syarat:

1. Aman atau tidak berbahaya
2. Dapat diandalkan
3. Sederhana
4. Murah
5. Dapat diterima oleh orang banyak
6. Pemakaian jangka lama (continution rate tinggi).

Berikut ini adalah beberapa macam alat-alat kontrasepsi yang dipakai dan beredar pada saat sekarang ini. Maam-macam alat kontrasepsi tersebut antara lain adalah :

• Alat Kontarepsi Berupa Kondom
Kondom adalah suatu alat kontrasepsi berupa sarung dari karet yang diselubungkan ke organ intim lelaki, yang bekerja dengan cara mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Kondom merupakan salah satu metode pencegahan kehamilan yang sering di-gunakan. Kondom juga bisa digunakan untuk melindungi pasangan dan diri sendiri dari virus HIV dan penyakit menular seksual.

• Alat Kontarepsi Berupa Diagfragma
Kontrasepsi diafragma merupakan hal yang tidak biasa di Indonesia. Kontrasepsi ini adalah kontrasepsi barier yang tidak mengurangi kenikamatan berhubungan seksual karena terjadi skin to skin kontak antara penis dengan vagina. Sayangnya diafragma memiliki efektifitas yang paling rendah dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya, selain itu pemasangannya harus oleh tenaga kesehatan dan harganya relatif lebih mahal.

• Alat Kontarepsi Berupa Susuk KB (implan)
Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Penggunaan  kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi.

• Alat Kontarepsi Berupa Suntikan KB (KB Suntik)
Menurut Sulistyawati (2013), jenis kontrasepsi suntik mempunyai efektivitas yang tinggi, dengan 30% kehamilan per 100 perempuan per tahun, jika penyuntikannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.

• Alat Kontarepsi Berupa Pil KB
Pil KB berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus untuk mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur), meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma, membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan. Bila pasien disiplin minum Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.

• Alat Kontrasepsi Spiral atau IUD (Intra Uterine Device)
IUD (Intra Uterine Device) adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.

Nah selain alat kontrasepsi, ada beberapa kesiapan seseorang dalam menikah. Agar… keluarga kecil kita nanti itu bisa siap disegala resiko. Nah, bagaimana sih kesiapan seseorang dalam menikah?

Sebagaimana kita mahasiswa yang akan memasuki jenjang pernikahan. Oleh karena itu, kita juga perlu paham mengenai kesiapan untuk menikah. Gimana tuh? Menurut versi BKKBN, kesiapan menikah itu ada 10 yang harus diperhatikan sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id, beberapa waktu lalu kesiapan menikah menurut BKKBN diantaranya :

1. Kesiapan usia
Usia ideal minimal 25 tahun bagi laki-laki dan minimal 21 tahun bagi perempuan. Angka 25 tahun dan 21 tahun ini brdasarkan riset yg panjang, riset seseorang secara fisik, psikologis, hingga finansial, lebih siap masuk ke jenjang pernikahan dibandingkan jika dia menikah di usia sebelum itu.

2. Kesiapan fisik
Berkeluarga butuh kesiapan fisik, untuk bekerja mencari nafkah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga melakukan aktivitas seksual. Oleh karena itu, jika kamu memiliki riwayat penyakit seperti darah rendah, darah tinggi, hepatitis, atau penyakit menular seksual, harus berobat dulu sebelum menikah. Supaya kamu dan pasanganmu benar-benar fit dan siap membangun keluarga berkualitas.

3. Kesiapan finansial
Uang memang bukan segala-galanya, tapi untuk menjalankan roda rumah tangga pasti membutuhkan uang. Karena itu, dalam merencanakan pernikahan, persiapan finansial juga diperlukan. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, persiapan kehamilan, perawatan anak, bahkan hingga biaya pendidikan anak. Karena itu, pastikan sebelum menikah kamu sudah memiliki sumber pendapatan tetap, misalnya pekerjaan sebagai karyawan atau berwirausaha.

4. Kesiapan mental
Sebagaimana hidup tidak selamanya mulus atau indah. Begitu pun kehidupan berumah tangga tidak sama seperti saat masih pacaran. Terkadang ada hal yang tidak sesuai harapan. Sifat pasangan, kondisi ekonomi pasangan, sikap mertua dan keluarga besar, termasuk tantangan mendidik anak di era digital. Pola hidup di masa lajang dan saat berkeluarga juga akan berubah. Yang pasti semuanya itu butuh kesiapan mental.

5. Kesiapan emosi
Nah ini juga penting. Coba kamu ingat, bagaimana responsmu saat menghadapi tekanan. Misalnya, saat menghadapi deadline tugas kuliah, saat tersinggung dengan ucapan atau perilaku orang lain, atau saat debat karena beda pendapat. Jika kamu masih suka berteriak, marah-marah, sampai melempar barang ketika berbeda pendapat, maka kamu harus belajar mengelola emosi dulu sebelum menikah.

6. Kesiapan sosial
Manusia tidak hanya makhluk individual, tapi juga sosial. Karena itu, kemampuan bersosialisasi sangat penting dalam kehidupan keluarga. Bersosialisasi dengan teman-teman pasangan, dengan lingkungan yang baru, maupun dalam organisasi. Mengasah jiwa kerelawanan sosial juga bisa menjadi bekal berharga sebelum masuk jenjang pernikahan. Maka dari itu, perbanyak dahulu pegalaman-pengalaman kuliah dan organisasi.

7. Kesiapan moral
Moralitas berlaku universal, apa pun agamanya. Kesiapan moral sangat penting untuk mengontrol perilaku agar dalam berkeluarga bisa memegang etika. Misalnya, berlaku jujur, bersabar kala menghadapi ujian, hingga tidak menggunakan barang milik orang lain tanpa izin.

8. Kesiapan interpersonal
Kemampuan interpersonal ini terkait dengan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Seseorang yang memiliki kemampuan interpersonal akan bisa menjadi pendengar yang baik saat orang lain curhat, berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang, hingga mampu berdiskusi dan mendengar pendapat orang lain sebelum mengambil keputusan.

9. Keterampilan hidup
Keterampilan sangat dibutuhkan dalam hidup. Ketika berkeluarga, keterampilan itu makin dibutuhkan. Misalnya, keterampilan dasar seperti merapikan dan membersihkan rumah, memasak, mengasuh dan mendidik anak, menjalankan peran suami/istri. Merawat organ reproduksi hingga pengetahuan alat kontrasepsi untuk pengaturan jarak kehamilan juga menjadi keterampilan yang harus dimiliki. Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya.

10. Kesiapan intelektual
Dalam berkeluarga, kemampuan intelektual bisa tercermin dari aktivitas pencarian informasi seputar kehidupan keluarga. Jika kamu sudah mencari informasi untuk mendapat pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, pola hidup sehat, dan lainnya, maka kamu sudah memiliki bekal berharga sebelum menikah.

Terdapat wadah yang dapat menaungi para remaja seperti kita untuk menambahkan pengetahuan mengenai hal-hal ini. Genre adalah suatu program dari singkatan “Generasi Yang Punya Rencana” yang diluncurkan oleh pemerintah lewat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe). Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga kita mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.
Genre memiliki sasaran, diantaranya:
– Remaja (10-24 tahun) dan belum menikah
– Mahasiswa/Mahasiswi belum menikah
– Keluarga / Keluarga yang punya remaja
– Masyarakat yang peduli terhadap remaja

PIK Remaja/Mahasiswa adalah suatu wadah dalam program GenRe , untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. Nah di UIN Bandung sendiri terdapat wadah PIKMA, yg diberi nama PIKMA UIN BANDUNG yang dimana merupakan Pusat Informasi & Konseling Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hani Putri Dewi
Latest posts by Hani Putri Dewi (see all)
Hani Putri Dewi

Hani Putri Dewi

Anak ke 3 dari 4 bersaudara.