Literasi Digital Kritis: Upaya “Infodemi” Ditengah Pandemi


Read 219 

Covid-19 membahayakan dunia, Worldometers mencatat 6.035.349 kasus dengan 366.927 kematian per 30 Mei 2020 dari 213 negara dan wilayah di seluruh dunia serta 2 alat angkut internasional. Tempat ibadah dan pusat keramaian ditutup, acara besar dibatalkan, masyarakat global panik terdampak macetnya laju perkonomian, hingga kabar mayat terlantar kehabisan peti dijalanan. Sejak eksisnya Covid-19 dari Wuhan pada akhir 2019, satu persatu negara mengumumkan kasus pertamanya. Alih-alih aman, Indonesia pun tidak ketinggalan.

Bak lupa filosofi sedia payung sebelum hujan. Di Indonesia per tanggal 29 Mei 2020 yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 25.216 dengan prediksi masih akan ada kasus baru. Menurut survei SMRC sebanyak 40,1% publik menilai pemerintah lamban dalam penanganan, tidak ada antisipasi, menganggap enteng, dan koordinasi yang buruk. Sejak pengumuman kasus pertama Covid-19 awal Maret lalu di Indonesia, sebagian besar masyarakat menganggap ini guyonan. Toh saat itu pemerintah belum mengimplementasikan kebijakan strategis, tidak ada Lockdown hingga muncul kabar smackdown, kasus pertama pasien positif Corona meninggal pada 11 Maret 2020 lalu.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dilaksanakan sebagian wilayah di Indonesia, sayangnya belum diindahkan semua warga. PSBB longgar, warga melanggar. Masih ada yang cuek keluar rumah tanpa masker, keluyuran malam-malam, nongkrong di cafe, atau ngopi di warung sambil ngobrol. Tidak segan teguran aparat, sebagian yang lain berdalih “ya ini hidup saya, kalau sakit, kena virus, terus meninggal, ya takdir dari Tuhan”, bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan akal supaya berpikir?

Hoaks membabi buta. Johnny G Plate, menyebutkan terdapat 1.506 konten berita palsu terkait Corona tersebar di 4 platform besar yakni Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube. Ditambah, rendahnya angka rata-rata indeks Alibaca Nasional yakni hanya 37,32. Betapa tidak memanusiakan manusia, ketidak-tahuan warga sempat membuat jenazah ditolak dikebumikan. Supir ambulan pengantar jenazah Covid-19 ditodongi parang karena warganya takut tertular. Beredar kabar bahwa berkumur dengan larutan garam dapur NaCl dapat melawan Corona, padahal belum ada bukti medisnya. Selanjutnya informasi bahwa meminum alkohol dapat menyembuhkan infeksi Covid-19, nyatanya mitos. Alkohol dalam kandungan handsanitizer lah yang dapat membunuh virus.

Panduan #DirumahAja membuat penggunaan alat elekronik, gawai, dan daring menjadi sahabat paling dekat seluruh umat. Instruksi Work from Home mengubah pola aktivitas segala bidang, serba digitalisasi perlahan menjadi gaya hidup keseharian masyarakat dengan penggunaan High Data Internet. Covid-19 menjadi push factor implementasi digital di Indonesia.

Indonesia memiliki 171 juta pengguna aktif internet dengan durasi akses rata-rata 4-5 jam sehari. Konten literasi digital di berbagai platform efektif untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Users kritislah yang akan melakukan aksi nyata memerangi misinformasi. Kemampuan literasi digital akan meningkatkan peran masyarakat menyadari fakta dan mampu menilai konten terpercaya, karena misinformasi berpengaruh pada pengambilan keputusan masyarakat dalam menghadapi pandemi.

Kolaborasi seluruh lapisan dari pusat sampai ke desa hingga komunitas terkecil yakni keluarga, menjadi suatu keniscayaan dalam menghadapi infodemi untuk menekan pandemi. Tinggal dirumah, sebarluaskan penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, jaga jarak, hapus diskriminasi pasien positif Covid-19. Tingkatkan imunitas, sabar, tenang, dan disiplin. Inilah zaman dimana orang batuk dan bersin dicurigai, kontak fisik dibatasi, akal dan hati diuji. Mari beradaptasi, berliterasi kritis ditengah krisis kemanusiaan.

Leviana Belianti
Follow Me
Leviana Belianti

Leviana Belianti

Founder @infinitygenre Redaktur infiniteens.id Mahasiswi Keuangan Syari'ah Politeknik Negeri Bandung Instagram @levianabel