Kenakalan Remaja


IMG-20191206-WA0044.jpg

Read 1,170 

Kenakalan Remaja adalah suatu bentuk aktivitas, kegiatan, ataupun perbuatan yang melanggar norma, ketentuan, dan peraturan hukum. Biasanya dilakukan oleh anak-anak berusia 13 sampai dengan 18 tahun.

Para remaja ini melakukan tindakan tersebut karena didorong berbagai faktor, ditambah dengan adanya kesempatan. Perbuatan mereka disebut dengan tindakan patologis karena mereka melanggar norma hukum, dan berbuat diluar batas yang dapat merugikan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan juga orang lain.

Tidak semua kenakalan remaja dilakukan secara individual (sendiri). Tindakan ini juga sangat sering dilakukan secara berkelompok. Ada beberapa kenakalan yang berakibat fatal dan bisa mendapatkan sanksi hukum, atau bahkan sampai dipenjara, contohnya :

1. Pergaulan bebas adalah sebuah perilaku negatif sebagai ekspresi penolakan seseorang terutama dikalangan para remaja. Selain itu, pergaulan bebas didefinisikan sebagai salah satu bentuk perilaku yang menyimpang yang melampaui batas dari kewajiban, aturan, tuntutan, syarat, dan perasaan malu. Pergaulan bebas juga bisa diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan maupun nilai-nilai kemanusiaan karena bukan hanya merugikan diri bagi si pelaku melainkan akan merugikan banyak orang baik itu keluarga maupun orang lain. Di kalangan remaja, pergaulan bebas sudah dianggap perkara yang biasa, karena telah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan masyarakat. Maka tidak bisa dielakkan lagi bahwa musibah besar akan menimpa generasi yang diharapakan bisa menjadi genarasi yang baik yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, agama, bangsa dan negara dan memiliki moral yang baik.

2. Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar.

3. Tawuran merupakan kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Tawuran merupakan perilaku agresi dari seorang individu atau kelompok . Agresi itu sendiri diartikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, menyerang atau membunuh orang lain, dengan kata lain agresi secara singkat didefinisikan dengan tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atu merusak milik orang lain.

4. Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan.

Cara mengatasi kenakalan remaja antara lain :
Dalam cara mengatasi kenakalan remaja, tentunya dibutuhkan peran serta keluarga, guru, dan niat dari remaja tersebut untuk mengatasi kenakalan remaja yang semakin bertambah parah setiap harinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja, antara lain adalah:

– Dibutuhkan pembekalan agama yang cukup dimulai sejak dini, mulai dari beribadah, mengunjungi tempat ibadah (sesuai kepercayaan masing-masing), dan lainnya.
– Remaja harus mampu mendapatkan figur-figur orang dewasa sebanyak mungkin yang memang sudah melampaui masa remaja terdahulunya dengan baik. Bahkan mereka juga berhasil untuk memperbaiki diri meskipun sebelumnya gagal mencapai tahapan ini.
– Sebagai remaja, harus pintar-pintarnya memilih lingkungan pergaulan yang tepat dan baik sehingga tidak mudah untuk terjerat dalam perilaku menyimpang.
– Orang tua hendaknya memberikan arahan-rahan terhadap komunitas atau pergaulan mana yang seharunys diikuti oleh remaja.
– Remaja harus membentuk ketahanan diri sehingga tidak mudah terpengaruhi oleh pengaruh-pengaruh buruk yang diberikan teman-teman seumuran maupun sepergaulannya.
– Harus ada kemauan yang tinggi dari pihak orang tua untuk memperbaiki kondisi keluarga sehingga nantinya tercipta kondisi keluarga yang harmonis, nyaman, dan komunikatif.
– Peran orang tua dalam memberikan kasih sayang serta perhatian dalam hal apapun.


Pengawasan orang tua namun tidak bersifat mengekang.
– Sebagai orang tua, jangan melarang anak untuk bergaul dengan teman-teman seumuran. Jika anda membiarkan anak bergaul dengan teman-teman main yang tidak seumurannya, maka tentu saja gaya hidupnya akan berbeda. Sehingga gaya hidupnya akan berubah mengikuti teman sepermainanya tersebut.
– Pengawasan intensif yang perlu dilakukan adalah pada media komunikasi semisal televisi, radio, internet, handphone, dan lainnya.
– Dibutuhkan bimbingan kepribadian dari pihak sekolah, karena lingkungan sekolah merupakan lingkungan dimana anak menghabiskan banyak waktu selain di rumah.
– Dukung hobi anak selama hal tersebut masih dalam konteks positif. Jangan mencegah hobi atau kesempatan apapun yang dapat membantu anak mengembangkan dirinya sendiri.
-Sebagai orang tua, penting untuk memiliki peran sebagai tempat curhat yang nyaman bagi anak-anak anda. Sehingga ketika anak mengalami masalah, sebagai orang tua anda bisa membimbing dan mendampingin anak.

Widiyanti
Follow me
Latest posts by Widiyanti (see all)