Kenakalan Remaja: Faktor & Solusi


kenakalan-remaja.png

Read 84 

Kenakalan remaja mayoritas dilakukan oleh para remaja yang gagal dalam menjalani setiap tahapan perkembangan jiwanya, baik itu ketika remaja ataupun pada masa kecilnya. Masa kecil serta masa remaja berjalan sangat cepat, dengan perkembangan fisik, psikis serta emosinya. Ditinjau dari aspek psikologisnya, kenakalan remaja adalah bentuk dari berbagai konflik yang tidak terselesaikan dengan optimal pada masa kecil atau pada masa remajanya. Sering ditemukan bahwa ada trauma pada masa lalunya, perlakuan kurang baik atau tidak menyenangkan ari lingkungan sekitarnya ataupun trauma terhadap situasi lingkungannya, misal situasi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.

Kenakalan remaja bisa dikelompokkan ke dalam prilaku menyimpang. Dalam pandangan prilaku menyimpang, problem social terjadi disebabkan oleh adanya penyimpangan prlaku dari aturan-aturan social maupun dari nilai serta norma social yang berlaku.

Prilaku menyimpang bisa dianggap sebagai pangkal problem, sebab bisa membahayakan berdirinya sistem social. Penggunaan konsep prilaku menyimpang secara tersirat mengandung arti bahwa ada jalur konkrit yang mesti ditempuh. Prilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti sudah menyimpang.

Untuk mengatahui sebab prilaku menyimpang, butuh membedakan adanya prilaku menyimpang yang tidak disengaja serta yang disengaja. Prilaku menyimpang yang tidak disengaja biasanya disebabkan karena pelaku kurang mengerti berbagai aturan yang ada, sedangkan prilaku menyimpang yang disengaja, bukan berarti pelaku tidak mengetahui atau tidak mengerti aturannya, melainkan dia ingin diperhatikan atau mencari sensasi.

Hal yang selaras untuk memahami wujud prilaku menyimpang ialah, mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan dia mengerti bahwa yang dilakukannya melanggar aturan? Ternyata hal ini diakibatkan karena pada hakikatnya manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada kondisi tertentu, tapi ada yang mampu menahan ada juga yang tidak bisa menahan. Problem social prilaku menyimpang bisa diselesaikan atau ditangani salahsatunya melalui pendekatan individual yang bisa dilakukan melalui sosialisai.

Kenakalan Remaja Sebagai Prilaku Menyimpang Remaja

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk prilaku remaja yang tidak sesuai dengan berbagai norma yang berlaku di masyarakat. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Kartini Kartono bahwa remaja yang nakal bisa disebut juga dengan anak yang cacat social. Mereka menderita cacat mental yang diakibatkan oleh dampak social yang ada di tengah-tengah masyarakat, sehingga prilaku mereka dipandang oleh masyarakat sebagai suatu kelainan atau yang lebih populernya dengan kenakalan.

Sunarwiyati mengungkapkan bahwa dilihat dari aspek wujudnya, kenakalan remaja ada tiga bentuk:
1. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, keluyuran, bolos sekolah dan pergi dari rumah tanpa pamit.
2. Kenakaln yang mengarah kepada pelanggaran serta kejahatan, seperti mengendarai mobil tanpa SIM dan mengambil barang orangtua tanpa izin.
3. Kenakalan khusus, seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pergaulan bebas dan pemerkosaan.

Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

1. Faktor internal:
a. Krisis indentitas
Perubahan biologis serta sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua wujud integrasi, yaitu perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya dan tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi disebabkan remaja gagal mencapai masa integrasi yang kedua.
b. Control diri yang lemah
Remaja yang tidak dapat mempelajari serta membedakan tingkah laku yang bisa diterima dengan yang tidak tidak bisa diterima akan tergerus pada prilaku nakal. Begitu juga bagi mereka yang sudah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, tetapi tidak dapat mengembangkan control diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

2. Faktor Eksternal
a. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga atau perselisihan antar anggota keluarga dapat memicu prilaku negative pada remaja. Pendidikan yang kurang benar di dalam lingkungan keluarga juga, misal terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama atau penolakan terhadap eksistensi anak dapat menjadi factor terjadinya kenakalan remaja.
b. Teman sebaya yang kurang baik.
c.Kelompok/lingkungan/sekolah/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Penanggulangan Kenakalan Remaja
Menanggulangi kenakalan remaja artinya menata kembali emosi remaja yang sudah berantakan. Emosi serta perasaan mereka rusak disebabkan merasa ditolak oleh pihak keluarga, orangtua, teman-teman ataupun lingkungannya sejak masa kecil serta gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut.

Berbagai trauma dalam hidupnya dan juga berbagai konflik psikologis yang menggantung mesti diselesaikan serta mereka mesti diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.

Sesudah diketahui factor terjadinya kenakalan remaja, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakan remaja, ialah:
1. Kegagalan mencapai identitas peran serta lemahnya control diri dapat cegah atau ditanggulangi dengan prinsip keteladanan. Remaja mesti dapat memperoleh sebanyak mungkin sosok orang dewasa yang sudah melewati masa remajanya dengan baik juga mereka yang sukses memperbaiki dri sesudah sebelumnya gagal pada tahap tersebut.
2. Adanya dorongan dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan poin kesatu.
3. Kemauan orangtua untuk membenahi keadaan keluarga sehingga terwujudnya keluarga yang harmonis, komunikatif sert anyaman bagi remaja.
4. Remaja cerdas memilih teman serta lingkungan yang baik dan orangtua memberi petunjuk mengenai teman dan komunitas yang baik.
5. Remaja mewujudkan ketahanan diri supaya tidak gampang terpengaruh kalau ternyata teman sebaya atau komunitasnya tidak sesuai dengan keinginan.
6. Pemberian ilmu yang berarti yang terkandung dalam pengetahuan dengan menggunakan berbagai film yang bernuansa moral, media massa ataupun perkembangan teknologi lainnya.
7. Memberikan lingkungan yang baik sejak masa kecil dibarengi pemahaman perkembangan anak-anak kita dengan baik.
8. Mewujudkan suasana sekolah yang kondusif, nyaman untuk remaja supaya bisa berkembang sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

Simpulan
Kenakalan remaja ialah remaja yang gagal dalam menjalani setiap tahapan perkembangan jiwanya, baik itu ketika remaja ataupun pada masa kecilnya. Masa kecil serta masa remaja berjalan sangat cepat, dengan perkembangan fisik, psikis serta emosinya. Ditinjau dari aspek psikologisnya, kenakalan remaja adalah bentuk dari berbagai konflik yang tidak terselesaikan dengan optimal pada masa kecil atau pada masa remajanya.

Hal tersebut bisa diakibatkan oleh factor internal maupun eksternal. Dari aspek factor internal ialah factor dari didri remaja itu sendiri, misal krisis identitas diri dan lemahnya control diri. Sedangkan dari aspek factor eksternal ialah factor dari luar diri remaja tersebut, misal dari keluarga, teman sebaya serta lingkungan/kelompok/sekolah/lingkungan tempat tinggalnya.

Namun ada beberapa hal untuk mengatasi kenakalan remaja, diantaranya diberikannya kepada remaja pigur yang baik atau seara istilah memberikan prinsip keteladanan yang didorong oleh keluarga, guru dan teman sebaya, mewujudkan remaja cerdas, baik cerdas memilih teman ataupun memilih lingkungan sejak kecil,

Daftar Pustaka
Davega Vernanda. (2013). Kenakalan Remaja dan Cara Penanggulangannya. Jurnal Ilmiah.
Leni, Nurhasanah. (2017). Kenakalan Remaja dalam Perspektif Antopologi. Konseli (Jurnal Bimbingan dan Konseling. 04(1): 27.
Nisya, Lidya Sayidatun. Sofiah, Diah. (2012). Religiusitas, Kecerdasan Emosional dan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi. 7(2): 565-567.
Rahmawati, Nikmah. (2016). Kenakalan Remaja dan Kedisiplinan: Perspektif Psikologi dan Islam: SAWWA. 11(2): 270-274.
Sumara, Dadan dkk. (2017). Kenakalan Remaja dan Penanganannya. Jurnal Penelitian & PPM. 4(2): 347-352.

Ida Nurfarida
Follow me
Latest posts by Ida Nurfarida (see all)
Ida Nurfarida

Ida Nurfarida

Saya Ida Nurfarida. Asal saya dari Cikalong, Tasikmalaya. Sekarang saya menempuh pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Bimbingan Konseling Islam fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kegemaran saya ialah membaca, sebab dengan membaca saya bisa mengetahui segala hal. Motto hidup saya ialah "Bahagia Dunia, Mulya Akhirat".