Katakan Tidak!


d85ff475f145012e1c8a9b4b124e9651.jpg

Read 72 

Dalam beberapa situasi yang terjadi kadang bertentangan dengan keinginan kita, beberapa tekanan berupa ajakan, rayuan bahkan pemaksaan dalam situasi tersebut membuat kita menjadi lemah, sehingga berkata “iya” yang sebenarnya kita maksudkan adalah “tidak”.

Ajakan, rayuan, paksaan baik secara langsung atau tidak yang di sertai dengan iming-iming atau janji-janji yang akan kita peroleh bila melakukannya atau bahkan ancaman bila kita menolaknya, membuat kita takut tanpa berani atau ragu-ragu untuk mengatakan menolaknya. Akhirnya kita menerima tawaran tersebut dengan alasan klasik; takut kehilangan pekerjaan, hilangnya popularitas, takut tidak mempunyai teman, takut dimusuhi atau takut sebut ketinggalan jaman, norak dan sebagainya.

Kapan kita harus mengatakan “tidak”?
1. Ajakan yang mengarah pada perilaku seksual
Banyak pasangan muda-mudi pacaran melakukan hubungan seks bermula dari pegangan tangan, atau ciuman. Biasanya wanita sulit menolak ajakan pacarnya untuk melakukan hubungan seks, padahal pihak perempuan tidak menginginkan lebih dari sekedar pegangan tangan atau ciuman. Desakan dan rayuan secara terus menerus membuatnya semakin tersudut dan lemah. Pacaran menjadi tidak sehat lagi, laki-laki akan terus memintanya lagi dengan cara lain dibawah ancaman untuk menceritakan kejelekan wanita. Biasanya wanita menerima hal-hal seperti ini karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya, tidak ingin dianggap sebagai wanita yang membosankan atau takut diputuskan cintanya. Padahal jelas hubungan ini merugikan pihak wanita.

2. Ajakan memakai narkoba
Kelompok sangat mempengaruhi perilaku ini, ajakan teman untuk mencoba hal-hal baru sering kita temukan di saat kita berada dalam kelompok. Ini dianggap sebagai salah satu ciri yang mereka namakan sebagai solidaritas, kebersamaan dan kompak. Kamu akan sulit menolaknya bila tawaran itu diajukan karena kamu akan merasa dijauhi, dianggap tidak kompak.

3. Kriminalitas
Termasuk di dalamnya, mengompas, menganiaya, dan tawuran. Perilaku kelompok dianggap selalu dalam kebersamaan maka kebiasaan-kebiasaan setiap anggotanya mengikuti perilaku yang lainnya. Kamu akan tersudut bila menolak ajakan kelompok, kamu akan mendapat gelar-gelar yang yang sifatnya menyudutkan atau melecehkan kamu seperti banci atau gelar lainnya. Bisa saja suatu ketika mereka menolak atau menjauh darimu.

Bagaimana Caranya Berkata Tidak?
1. Kenali Tubuhmu
Tubuh adalah bagian untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Tentu saja kita lebih mengenal tubuh kita sendiri daripada tubuh orang lain. Jangan memaksakan tubuh melakukan hal diluar kemampuan tubuhmu. Bila tubuh terasa sangat letih jangan lakukan hal-hal lain yang dapat membuatmu menjadi lebih letih atau bahkan sakit. Istirahatlah.

Tubuh adalah bagian yang paling berharga, orang lain akan menghormati kita bila kita menghormatinya juga. Tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh tubuh kita dengan alasan apapun. Tidak ada yang boleh melecehkan atau membuat kita merasa tidak nyaman karenanya, maka katakan tidak untuk itu.

Kenali fungsi tubuhmu. Mengenal fungsi tubuh akan membuat kita mengerti akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh dan kita akan mengenal pula unsur atau zat-zat yang dapat merusak tubuh. Misalkan narkoba atau zat-zat adiktif lainnya yang dapat merusak jaringan saraf otak, maka Anda akan menolak untuk mengkonsumsinya.

2. Mempunyai Komitmen
Komitmen sangat penting sebagai hal yang prinsipil ketika kita berada pada suatu pilihan antara ya atau tidak. Misalkan agama melarang untuk minum beralkohol maka kita akan berkomitmen untuk tidak meminumnya karena dilarang oleh agama. Bagaimana bila tawaran tersebut sedikit diubah misalkan teman mengajak dengan “meminum sedikit”? Bila komitmen kita jelas dan tegas maka bagaimanpun kita akan menolaknya.

3. Ingat Konsekuensi
Ingatlah konsekuensi ketika hendak melakukan sesuatu, apa yang bakal diperoleh dari perilaku tersebut? Merugikan atau menguntungkan? Konsekuensi tersebut bukan saja hal berorientasi pada diri kita tetapi juga diluar diri kita, misalkan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal, konsekuensi yang diperoleh bila melakukannya kamu bisa saja dikelaurkan dari sekolah, kuliah atau institusi tertentu, kamu bisa saja dipenjara karena perbuatanmu, akan tetapi terberat adalah adalah melanggar hati nurani, prinsip, komitmen dan agama.

4. Berkata Jujur.
Hal tersulit adalah berkata jujur pada orang lain, karena kita tidak ingin menyakiti atau melukai perasaan orang lain, bahkan karena kesulitan untuk mengatakan secara jujur ini membuat kita kembali mempertimbangkan kembali tawaran-tawaran tersebut padahal sudah jelas bertentangan dengan keinginan kita. Tetapi, tidak kah kamu berpikir bahwa kamu telah tidak jujur pada diri sendiri? atau karena ingin menghargai, menghormati perasaan orang lain telah mengorbankan dirimu sendiri. Jelas tawaran yang memaksa itu telah menunjukan ia tidak menghormatimu, kenapa kamu harus ragu untuk menolaknya?

Annisya Fitriany Salsabilla
Follow me
Latest posts by Annisya Fitriany Salsabilla (see all)
Annisya Fitriany Salsabilla

Annisya Fitriany Salsabilla

an ordinary college student