Kamu & Virus Merah Jambu


inbound620408017830560129.png

Read 131 

Apa itu virus merah jambu ? Virus merah jambu merupakan istilah lain dari JATUH CINTA. Si merah jambu menggambarkan kondisi dimana ada seseorang yang mengisi ruang hatinya. Biasanya virus merah jambu hadir ketika seseorang mulai beranjak remaja, dan hasilnya banyak remaja pacaran gara-gara mereka terserang virus tersebut. Memang , jatuh cinta itu termasuk perasaan yang bisa muncul kepada siapa saja, cinta merupakan salah satu bentuk dari emosi dan perasaan yang dapat dimiliki oleh setiap individu, sehingga setiap orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang lain, namun tetap harus ada batasannya.

Di kalangan remaja saat ini begitu banyak yang terserang virus merah jambu . Mereka tidak tahu betapa virus ini bisa mengancam mereka ke dalam hal-hal yang buruk. Pada kondisi saat inipun kata pacanran juga sudah mengalami penyempitan makna, yang mana makna dalam pacaran itu adalah hubungan laki-laki dan perempuan yang katanya saling mencintai namun didalamnya tidak ada ikatan pernikahan diantara mereka.

Adapun salah satu penyebab terjadinya hubungan ini adalah karena maraknya pengaruh dari media yang menyebarkan propaganda sehingga menggeser pola pikiran banyak orang.

Remaja yang mulai pacaran sejak usia dini akan lebih banyak mengalami sakit. Mereka juga lebih banyak depresi dibanding rekan seusianya yang belum pernah pacaran. Seseorang yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa tidak aman dan mudah depresi, contohnya remaja akan memiliki alarm rasa sakit yang lebih tinggi, terutama jika remaja itu menjalin hubungan yang buruk dengan pasangannya.

Pada dasarnya berpacaran saat remaja merupakan hal yang tidak baik karena secara usia dan psikologi seorang remaja belum siap.

Untuk menghindari dampak buruk dari virus merah jambu tersebut tentunya ada hal-hal yang harus dilakukan remaja ketika mereka terjangkit virus tersebut, diantaranya :

1. Melakukan aktifitas produktif
Aktifitas produktifadalah salah satu hal yang bisa menjauhkan kita pada kegiatan yang negatif dan kegiatan yang sia-sia. Dengan beraktifitas produktif kita bisa mendapatkan lebih banyak manfaat, tidak akan berpikiran aneh-aneh, atau bahkan terjerumus dalam pemikiran yang dilingkupi oleh hawa nafsu.

2. Tidak membiarkan diri terlalu larut pada lawan jenis
Remaja sering kali terlarut perasaan yang terlalu mendalam terhadap lawan jenis. Biasanya kebutuhannya simple, hanya ingin diperhatikan dan mendapatkan perhatian. Jika perasaan ini tidak dikontrol tentu saja akan membawa pada perilaku pacaran yang tentunya kurang baik. Untuk itu, jangan sampai membiarkan diri terlarut jauh terbawa emosional.

3. Memahami konsekwensi dari pacaran
Untuk menghindari pacaran, maka sebaiknya para remaja mengetahui apa konsekwensi dari pacaran. Khususnya bagi mereka yang masih menjalankan studi atau menjalankan pembelajaran di sekolah. Pacaran akan mengganggu kefokusan dan proses pencarian jati diri. Di usia remaja mereka seharusnya fokus pada persiapan dan perencanaan masa depannya.

4. Memperdalam ilmu agama
Ilmu agama adalah ilmu yang sangat mendasar dalam hidup. Untuk itu, mempelajari ilmu agama merupakan pondasi hidup kita. Pacara tidak akan dilakukan dan dilaksanakan oleh para remaja jika sudah benar-benar mempelajari ilmu agama.

Untuk itu, bagi kamu remaja dimanapun kalian berada sudah seharusnya remaja paham akan pentingnya mencintai diri sendiri dari berbagai hal yang melukai diri terutama hati. Menjadi remaja yang cerdas dan berkualitas tentunya lebih dihargai dan banyak yang mencintai ketimbang remaja yang hanya sakit hati karena kekasih hatinya pergi .

Kania Mega Selviani
Follow me
Latest posts by Kania Mega Selviani (see all)
Kania Mega Selviani

Kania Mega Selviani

Nama saya Kania Mega Selviani lahir di subang pada tanggal 1 Agustus 1999 kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan BK Islam