Fenomena Remaja dan Kpop di Indonesia


PhotoGrid_1577851103691.jpg

Read 90 

Sejak tahun 2012 K-pop mulai masuk ke Indonesia. Ditandai dengan konser K-Pop pertama selama tiga hari berturut-turut yaitu Super Show 4 di Jakarta. Dimulai saat itu K-pop mulai masuk ke Indonesia. Mulai bermunculan remaja-remaja yang mengakui bahwa dirinya seorang Kpopers (Sebutan untuk Kpop fans).

Para Kpopers ini terbagi lagi menjadi beberapa fandom. Seperti ELF (Fanclub Super Junior), VIP (Fanclub Big Bang), iKONIC (Fanclub IKON), Army (Fanclub BTS), dan lain-lain. Mereka cenderung suka membela idola nya dan hanya mau dekat dengan teman yang sama fandom nya dengan dirinya.

Kecenderungan ini mengakibatkan dirinya akan merasa bahwa idola nya adalah yang terbaik dan artis lainnya tidak lebih baik disbanding idola nya. Hal ini menyebabkan munculnya sifat posesif terhadap idolanya, contohnya seperti merasa marah apabila idolanya dihina, mengklaim bahwa idolanya adalah miliknya.

Sudah sering terjadi keributan antar kpopers di sosial media. Persoalan yang paling sering adalah karna ada salah seorang anggota fandom yang menghina idola dari fandom lain. Fans dari idol ini akan mengumpulkan teman se-fandom nya untuk ramai-ramai menyerang anggota fandom yang menghina tersebut. Akhirnya keributan pun terjadi. Saling sindir, saling hujat, dan menjelekkan idol pun terjadi. Terkadang keributan ini menjadi trending di Twitter. Fenomena ini mengindikasikan sifat posesif seorang kpopers kepada idolanya.

Pernyataan “Oppa is Mine” sudah marak diantara para kpopers. Maksud dari “Oppa is Mine” adalah idolanya adalah miliknya, tidak boleh ada yang menyukai apalagi merebut idolanya. Rebutan “oppa” ini sering terjadi di sosial media, mengklaim bahwa oppa A adalah miliknya karna dia yang pertama kali menyukai oppa A tersebut. Tidak hanya di sosial media, keributan ini terjadi pula di kehidupan nyata. Dua orang teman se-fandom berebut mengklaim oppa nya adalah miliknya, hingga keributan pun terjadi. Rebutan idol dengan teman se-fandom masih dianggap hal yang biasa, hal yang luar biasa akan terjadi apabila idol menjalin hubungan asrama dengan sesama idol.

Namun, kpop juga membawa dampak positif untuk kpopers. Kpopers bisa berbahasa Korea, menulis dan membaca Bahasa Korea, rajin menabung untuk membeli tiket konser, dan memiliki pertemanan yang luas karna teman se-fandom berasal dari berbagai wilayah bahkan negara.

Anis Puji Lestari
Follow me
Latest posts by Anis Puji Lestari (see all)
Anis Puji Lestari

Anis Puji Lestari

Anis Puji Lestari mahasiswi Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung