Fakta Yang Belum Diketahui Remaja Tentang Sikecil Bulat dan Manis (BOBA)


WhatsApp Image 2020-01-05 at 7.04.28 AM WhatsApp-Image-2020-01-03-at-11.10.05.jpeg

Read 140 

Boba atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan bubble sudah tidak asing lagi bagi anak milenial, minuman kekinian dengan berbagai varian rasa dengan tambahan topping boba memang sudah tidak diragukan lagi rasanya,perpaduan antara cita rasa unik dari milk tea dan si manis boba memang perpaduan cita rasa yang sempurna didalam mulut, dengan harga yang cukup terjangkau minuman boba berhasil memikat hati para anak milenial bahkan orang dewasa, rasanya bukan anak kekinian jika belum pernah mencoba minuman yang lagi hits ini.

Tapi tahukah kalian bahaya dari sikecil boba jika dikonsumsi terlalu sering.Tanpa kita sadari, minuman kekinian ini ternyata bisa menjadi racun bagi tubuh kita. Gula yang terkandung dalam minuman boba bukan jumlah yang sedikit, sehingga boba menjadi faktor utama kenapa minuman hits ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Kandungan dalam satu cup minuman boba mengandung 20 – 25 sendok gula, sedangkan untuk tubuh orang remaja dan orang dewasa dalam perharinya disarankan hanya mengonsumsi gula sebanyak delapan sendok, jika kita mengonsumsi boba satu cup dalam satu hari maka minuman tersebut sudah melebihi kebutuhan gula dalam tubuh perharinya.

Bayangkan jika kita mengonsumsi minuman boba dua sampai tiga kali perharinya, maka tubuh kita akan mengalami kelebihan gula, dimana kelebihan gula pada tubuh akan menyebabkan masalah pada kesehatan kita.

Minuman kekinian ini juga dapat menyebabkan obesitas, dalam satu cup minuman boba sudah tentu terdapat kandungan kalori yang cukup tinggi, dalam milk tea sendiri setidaknya terkandung 370 kalori ditambah dengan tambahan topping boba yang mengandung sekitar 155 kalori, jika kita menonsumsi minuman tersebut sebanyak dua sampai tiga cup maka kalori yang masuk ketubuh kita sebanyak 1.575 kalori. Sedangkan kebutuhan kalori pada tubuh kita sebanyak 2000 kalori perhari, belum lagi makanan yang lain yang harus kita konsumsi sehingga minuman boba tersebut juga merupakan faktor utama dalam menyebabkan obsesitas jika dikonsumsi terlalu sering.

Minuman boba juga bisa menyebabkan munculnya jerawat, pasalnya boba biasanya terbuat dari campuran tepung tapioka, gula, dan susu dimana kandungan tersebut merupakan faktor pemicu munculnya jerawat, selain itu kandungan yang terdapat pada gula juga dapat menyebakan peradangan pada jerawat dan meningkatkan produksi minyak pada kulit, alhasil menyebabkan jerawat makin berkembang diwajah.

Sedangkan pada fase remaja ialah fase dimana kulit sangat sensitif, ketika muncul jerawat bisanya kita akan begitu kesal kemudian merasa kurang percaya diri, sehingga berpengaruh juga kepada psikologis, ketika muncul sedikit jerawat biasanya kita akan mencari berbagai macam produk yang dapat menghilangkan jerawat dengan cepat tanpa melihat kandungan pada produk tersebut, yang dipikirkan kita adalah yang penting hilang, sehingga karena tidak tahu kandungan yang terdapat pada produk tersebut kita memakai produk-produk yang kandungannya berbahaya bagi tubuh kita. Jika begitu maka akan muncul lagi masalah baru pada kesehatan tubuh kita.

Seiring dengan bertambahnya popularitas sikecil ini semakin banyak pula orang-orang yang berkreasi dengan boba, mulai dari boba yang berwarna hitam hingga yang baru berwarna putih. Sehingga kandungannya pun semakin bervarian, kemudian tidak sedikit orang yang mencampurkan kandungan pewarna dan zat tambahan tertentu pada boba, sehingga dapat membuat tubuh kita menjadi hiperaktif.

Kemudian bagaimana caranya agar tetap meminum boba tanpa efek buruk?
Jika minuman boba merupakan minuman favorite yang rasanya sulit untuk ditinggalkan hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir efek buruknya yaitu:
 Pesanlah boba dengan meminta lebih sedikit gula.
 Pilihlah jenis minuman tanpa susu seperti smoothies bertopping boba.
 Jika ingin tetap meminum milk tea pastikan cukup topping boba tanpa topping lain.

Ayu Humairoh
Follow me
Ayu Humairoh

Ayu Humairoh

hidup dimasa kini dan masa depan