Dampak Sosial Media Bagi Remaja


inbound2281899305434408843.png

Read 134 

Saat ini kemajuan teknologi khususnya pada teknologi informasi berkembang pesat, teknologi informasi ini sering disebut dengan istilah dunia maya atau internet. Mayoritas pengguna internet tersebut merupakan remaja. Perkembangannya pun semakin banyak dan memunculkan berbagai macam situs jejaring sosial seperti WhatsApp, Instagram, Patch, Telegram, Twitter dan lainnya.

Remaja saat ini hampir semuanya kecanduan oleh media sosial. Rata-rata remaja membuka sosial media kurang lebih 5-30 kali dalam sehari. Dalam satu kali membuka media sosial membutuhkan waktu 5-60 menit. Yang mereka lakukan saat membuka media sosial adalah membuka beranda, memberi komentar, membuat status dan mengunggah/meng-upload foto.

Mengunggah foto selfi merupakan salah satu cara yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan diri. Saat ini, mayoritas remaja berlomba-lomba untuk menyimpan stock foto untuk di unggah ke media sosial. Jika di dalam galerinya sudah habis stock foto untuk di unggah, remaja akan pergi mencari tempat untuk berfoto untuk di unggah kembali di media sosial. Fenomena ini sering disebut dengan eksis.

Terlalu eksis di media sosial justru bisa berdampak sangat buruk dan mengerikan terhadap kehidupan seseorang.
Apa saja dampak buruk tersebut?
1. Ketergantungan
Sadar atau tidak, media sosial kerap kali membuat kita merasa ketergantungan. Mereka yang terlalu nyaman melakukan komunikasi dan akses informasi melalui media sosial akan bergantung padanya. Tidak membuka akun media sosial miliknya satu jam saja rasanya pikiran menjadi tidak nyaman, tidak bahagia dan khawatir.

2. Suasana Hati Gampang Berubah & Kecemburuan Sosial
ketika ada informasi yang membuat kamu marah secara tidak sengaja dilihat di media sosial, ini akan membuat perasaan kamu menjadi kurang nyaman dan marah. Inilah yang nantinya akan meningkatkan kecemburuan sosial. Belum lagi, ketika kamu memposting status atau foto dan tidak ada seorang pun yang memberikan suka atau komentar, dipastikan hal ini akan merubah suasana hati kamu. Kalau sudah begini, kamu akan merasa kurang bahagia.

3. Meningkatkan Depresi
Terlalu eksis di media sosial bisa meningkatkan perasaan depresi. Mengapa demikian? Ketika kamu merasa kalah cantik, kalah menarik dan kalah nge-hits pada sesama pengguna media sosial, ini akan membuat perasaan menjadi kurang percaya diri, kurang nyaman dan stres bahkan bisa sampai depresi.

Munculnya media sosial ini tidak hanya berdampak negatif saja, tentunya ada dampak positifnya juga.
Jika kita pandai membaca situasi serta dapat menggunakan media sosial dengan baik, bukan hal yang mustahil kalau kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari media sosial ini.

Bandung Tunggul Jagad
Follow me
Latest posts by Bandung Tunggul Jagad (see all)
Bandung Tunggul Jagad

Bandung Tunggul Jagad

Manusia pecinta seni