Dampak Seks Bebas di Kalangan Remaja


20191225_203447_0000 20191225_203447_0000.png

Read 223 

Dampak dari sikap remaja yang kurang pengawasan baik itu dari keluarga, sekolah dan lingkungan sehingga ia bebas melakukan sesuai yang diinginkan yang termasuk dalam penyimpangan, yang seharusnya tidak dilekukan oleh para remaja, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya mempunyai nilai-nilai yang baik untuk masyarakat sekitar dan membangun kehidupan agar terciptanya budaya yang bersih dan bebas dari adanya penyimpangan-penyimpangan yang buruk.

Dalam kehidupan di tengah lingkungan masyarakat, pasti memiliki norma-norma yang berlaku. Oleh karena itu jika seseorang yang melanggar dari adanya norma tersebut maka akan diberikan sanksi sesuai persetujuan yang berlaku di kalangan masyarakat. Begitu juga para remaja, jika melakukan kesalahan-kesalahan dan menyimpang dari norma-norma serta nilai-nilai di masyarakat, maka seharusnya akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan perbuatan.

Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi, aborsi sangat berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, atau penyakit menular seksual lainnya.

Bahaya seks bebas dapat menimbulkan berbagai factor dan dampak-dampak dari seks tersebut yaitu:

Bahaya fisik

1. Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh.
2. Penyebabnya adalah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
3. Salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual.
4. HIIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinveksi virus HIV, menerim transfuse darah yang tercemah HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungnya.
5. Di Indonesia penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak aman serta jarum suntik (bagi pecandu narkoba).

1. Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi.
2. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika silakukan secara sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih.
3. Pendarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi.
4. Disamping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah danpenyesalan yang dapat memngakibatkan depresi.

Bahaya perilaku kejiwaan.
a. Terjadinya penyakit kelainan seksual.
b. Keinginan untuk selalu melakukan hubungan seks.
c. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya.
d. Berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam.
e. Pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, badan jadi kurus dan jiwa menjadi tidak stabil.

Bahaya social
a. Seks bebas akan menyebabkan seseorang tidak lagi berfikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab.
b. Wanita yang melakukan seks bebas pada akhirnya akan menjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi.
c. Anak yang terlanjur terlahir akibat seks bebas (perzinaan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan berlainan ibunya.

Bahaya perekonomian
a. penghamburan harta untuk memenuhi keinginan seks bebasnya.
b. Upaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan haram dan keji.
c. Korupsi, menipu, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainnya.

Aisah Nurati Purnamawanti
Follow me
Latest posts by Aisah Nurati Purnamawanti (see all)
Aisah Nurati Purnamawanti

Aisah Nurati Purnamawanti

Lahir di Bandung pada tanggal 05 Februari 1999 anak ke dua dari Pasangan Jajat Sudradjat dengan Yani Heryani. Riwayat pendidikan TK al-ikhlas, SDN XII Cicalengka, SMP Negeri 1 Cicalengka, SMA Negeri 1 Cicalengka dan sekarang menjadi salah satu mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Bimbingan Konseling Islam.