Confessions Of Shopaholic


feed sofa holic WhatsApp-Image-2020-01-01-at-22.59.45.jpeg

Read 85 

Review Film Confessions of a Shopaholic
Disini selain akan menjelaskan tentang jalan cerita juga akan menjelaskan beberapa pelajaran penting yang ada, dan cocok bagi kalian para remaja.
Belanja. Suatu kegiatan yang hampir semua orang melakukanya.

Apa Jobhuners termasuk orang yang gemar belanja? Belanja merupakan sebuah aktivitas membeli barang –baik itu butuh atau ‘hanya’ ingin– yang membutuhkan uang sebagai aspek yang paling vital. Lalu, bagaimana jika ada seseorang yang terlalu gila belanja, tapi di sisi lain dia tidak memiliki uang untuk mengikuti kegilaanya tersebut? Ini dia yang jadi main point kehidupan yang dijalani oleh Rebecca Bloomwood, seorang shopaholic dalam sebuah film holywood berjudul Confessions of a Shopaholic.

Film yang tayang tahun 2009 ini diadaptasi dari serial novel karangan Sophie Kinsella dengan judul yang sama.
Film ini diawali dengan kegilaan belanja dari seorang Rebecca Bloomwood (diperankan Isla Fisher) yang tidak bisa berhenti walaupun hutang kartu kreditnya sudah menumpuk. Masalah terjadi saat perusahaan majalah tempatnya bekerja bangkrut, dan dia menjadi ‘galau’ karena tidak punya pemasukan untuk membayar kartu kreditnya.

Saat mengirim surat untuk perusahaan majalah fashion impianya, ‘Alette’, Rebecca keliru memasukkan alamat dan malah mengirim surat itu ke perusahaan keuangan bernama Succesful Saving. Kebetulan, surat yang ditulis Rebecca dinilai bagus oleh Luke Brandon (diperankan Hugh Dancy), yang merupakan editor, dan memutuskan untuk mempekerjakan Rebecca di Succesful Saving.

Hal menjadi semakin seru ketika seorang Rebecca yang dalam kehidupan nyata memiliki masalah besar dengan keuangan, malah bekerja untuk majalah yang berfokus untuk mengatur keuangan agar succes seperti namanya.

Masih tidak bisa sembuh dari penyakit gila belanjanya, Rebecca memutuskan untuk pergi ke acara diskon pakaian besar-besaran. Saat selesai belanja yang sempat diwarnai perkelahian Rebecca sadar bahwa barang yang ia beli adalah palsu. Kekesalanya yang ia tuangkan dalam tulisan, berubah menjadi kesuksesan besar bagi karirnya. Namun, kesuksesan itu tidak bertahan lama saat orang-orang tahu bahwa ia menyembunyikan kebenaran tentang dirinya yang sedang terlilit hutang. Rebecca dipecat, juga mengecewakan banyak orang tak terkecuali sababatnya Suze (diperankan Krysten Ritter), dan juga orang yang dia cintai.

Walau memiliki alur yang sederhana, film ini memiliki banyak pesan bermakna. Pertama, kegiatan belanja memang menyenangkan, tapi juga bisa menghancurkan jika berlebihan. Rebecca memang puas bisa memiliki banyak baju bagus dan baru yang bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Namun, ia menjadi kalap dan malah menghancurkan sendiri hal-hal yang justru sangat penting baginya. Bukanya senang, malah hidup menjadi tidak tenang. Rebecca selalu dikejar oleh penagih hutang karena hutangnya yang sudah tidak terkontrol. Lucunya, karena sudah terlalu desperate, Rebecca sampai mengikuti kelas untuk menghilangkan penyakit gila belanjanya bersama orang-orang yang senasib denganya. Walaupun kisah hidup Rebecca cukup memprihatinkan. 

Kedua, jangan terus-terusan membangun mimpi orang lain, tapi percayalah bahwa kamu mampu membangun mimpimu sendiri. Karakter Luke Brandon digambarkan sebagai editor yang cerdas dan berbakat. Ia begitu kritis dalam menanggapi suatu hal sehingga bos nya sangat segan padanya.

Suatu ketika, Rebecca bilang kepadanya jika ia terlalu workaholic, namun hasil prestasi atas kerja kerasnya justru masuk ke kantong orang lain dan bukan dirinya. Hal ini menjadi tamparan baginya, sehingga saat ditawari bekerja dalam perusahaan majalah baru oleh bosnya, Luke memilih menolak dan justru mendirikan majalah miliknya sendiri. Cukup menginspirasi ya Jobhuners. Memang ada kalanya kita perlu belajar dari orang lain, namun hal itu tidak boleh menghalangi kita untuk membangun mimpi kita sendiri.

Ketiga, film ini mengajarkan pada kita untuk tidak berbohong dan memilih jujur walau harus pahit. Rebecca selalu berbohong dan semakin terjerumus dalam kebohonganya. Ketika ada sesuatu yang mengancamnya, dirinya akan melakukan kebohongan lain supaya rahasianya tidak terbongkar. Hal inilah yang justru membawa bumerang baginya. Kebohongan Rebecca yang ingin menyelamatkanya dari masalah, malah membuat orang lain terluka.

Film ini juga cocok dijadikan pelajaran bagi para remaja dalam menghadapi perkembangan zaman, dimana segala sesuatunya telah berkembang dan tak lepas dari uang, maka dari itu kalian para remaja harus bisa lebih menjaga segala sesuatu, terutama dalam hal keuangan, jangan terlalu konsumtif dan berfikir kemewah-mewahan dengan membeli segala sesuatu yang diinginkan, jangan menuruti hawa nafsu, tapi pertimbangkan segala sesuatu yang sekiranya dirasa lebih penting.

Ajeng Nur Febriani
Follow me
Latest posts by Ajeng Nur Febriani (see all)
Ajeng Nur Febriani

Ajeng Nur Febriani

Saya orang Yang kalem