Cara Memenangkan Perkelahian


inbound6781001648897438540.png

Read 221 

Sebagai remaja dalam berkehidupan disekolah atau di kampus kita seringkali mendapatkan masalah yang tak dapat terelakkan dan harus diselesaikan secara baku hantam, karena saat remaja banyak orang bertindak sok jagoan, sok kuat, dan sok berkuasa hanya karena popularitas.

Untuk kamu yang merasa tertindas oleh orang-orang tersebut sekarang jangan takut, karena dibawah ini ada beberapa cara untuk memenangkan pertarungan di lingkungan sekolah agar kamu bisa memberi pelajaran pada orang-orang yang sok jagoan.

1. Perhatikan kapan perkelahian akan terjadi. Biasanya kamu bisa mengetahui peringatan jika ada orang yang ingin memulai perkelahian. Mungkin dia akan menghina kamu, bertindak agresif, dan mendekat ke arahmu. Semua ini merupakan tanda bahwa kamu akan menghadapi perkelahian. Jika sudah siap, kemungkinan besar kamu bisa memenangkan perkelahian, atau minimal keluar dari sana dengan luka yang lebih sedikit.
Jika tanda-tanda ini terjadi, mulailah melakukan tindakan, misalnya dengan mengambil posisi defensif atau meminta bantuan orang lain.

2. Mulailah mengambil posisi defensif dalam sikap seperti berdoa. Hindari mengepalkan tangan seolah-olah kamu siap berkelahi. Sebaliknya, satukan kedua telapak tangan dan posisikan di depan tubuh. Jagalah agar siku tetap rendah dan menyentuh bagian samping tubuh, dengan kaki direntangkan selebar bahu. Tempatkan kaki yang dominan sedikit di depan. Dengan posisi ini, kamu sudah siap melindungi bagian tubuh yang vital.
Sebagai contoh, kamu bisa mengangkat tangan untuk menangkis pukulan yang mengarah ke wajah.

3. Usahakan untuk melontarkan pukulan seawal mungkin. Walaupun sebenarnya kamu tidak boleh memukul terlebih dahulu, kamu harus melontarkan pukulan lebih awal. Ini karena perkelahian biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik. Jadi, apabila kamu bisa mendaratkan pukulan lebih awal, kemungkinan besar kamu bisa menang. Jika lawan mendekat ke arah kamu, cobalah mengelakkan pukulannya, kemudian lakukan sesuatu untuk memperlambat orang tersebut.
Cobalah menyerang daerah selangkangan dengan tendangan atau siku yang tajam. Sebagai alternatif, kamu bisa memukul hidung, dagu, atau dahi.

Jagalah agar kepalan tangan tetap lurus. Jika tidak, pergelangan tangan bisa patah ketika kamu mendaratkan pukulan yang keras.
Opsi yang lain adalah mencakar wajah lawan. Tindakan ini sering kali bisa membuat lawan terkejut sehingga akan memperlambat gerakannya.

4. Serang lawan menggunakan lutut dan siku. Yang kamu lakukan hanyalah membuatnya berhenti menyerang. Jadi, gunakan apa saja yang memungkinkan. Jika perlu, serang perutnya dengan siku, atau arahkan lutut pada kaki atau selangkangan. Terus gunakan siku dan lutut untuk menyerangnya sampai orang tersebut berhenti menyerang kamu.
Manfaatkan peluang ketika kamu dan lawan berputar ke arah samping. Pukul bagian samping kepalanya. Kamu juga bisa mendorong kepala lawan ke bawah dan menghunjamkannya ke tanah.

Catatan: Jika kamu harus membela diri dalam perkelahian seperti ini, jangan memedulikan aturan dalam pertarungan formal. Targetkan pembuluh darah di leher, titik-titik tekanan, pelipis, area di antara dua mata, selangkangan, ginjal, dan bagian belakang leher. Jangan ragu untuk menjambak, menggigit, atau melakukan tindakan curang.

5. Bergeraklah maju ke arah lawan saat kamu memukul. Jika terus melangkah mundur, kamu justru menunjukkan sikap defensif, padahal kamu harus terus bersikap menyerang. Teruslah bergerak ke depan sampai dia menyerah kalah atau terjatuh ke tanah.

6. Jepit lawan ke tanah apabila memungkinkan. Jika lawan terjatuh, manfaatkan kesempatan ini untuk menguncinya di sana. Duduklah di atas tubuhnya apabila dia tetap ingin berkelahi. Terus tindih tubuhnya sampai dia menyerah, ada orang yang datang melerai, atau kondisinya sudah terlalu lemah untuk melanjutkan perkelahian.
Jika lawan sudah terjatuh, berhentilah memukulinya. Ini bisa membuatnya terluka parah.

7. Berhati-hatilah ketika berkelahi agar tidak menimbulkan cedera serius terhadap lawan. Sebagai contoh, ketika kamu berhasil mencekik lawan, jangan sampai melakukannya dalam waktu yang terlalu lama. Ketika aliran darah beroksigen yang menuju ke otak berkurang drastis, seseorang bisa pingsan. Namun, seseorang juga bisa mengalami kerusakan otak permanen atau kematian jika aliran darah berhenti selama beberapa menit.
Jika lawan kamu tidak bernapas setelah dia pingsan, segera lakukan CPR (menekan dada dan melakukan pernapasan buatan) dan cepat hubungi layanan darurat (rumah sakit dan polisi).

8. Tetaplah tenang ketika menghadapi banyak lawan. Pahami bahwa kamu harus berfokus untuk melarikan diri, bukan memenangkan perkelahian. Kecil kemungkinan kamu bisa mengalahkan banyak lawan tanpa bantuan. Jangan sampai kamu menampakkan kemarahan kepada lawan. Saat berkelahi, gunakan rasa marah sebagai energi untuk bertarung.
Jangan pernah ragu meminta bantuan jika memang diperlukan. Walaupun reputasi kamu sebagai orang yang tangguh bisa runtuh, rusaknya reputasi jauh lebih baik daripada kehilangan nyawa.

9. Larilah jika ada kesempatan. Jika lawan terjatuh dan terlihat tidak bisa bangkit dengan cepat, segera lari. Jangan memberi kesempatan kepada lawan untuk bangkit dan memukulmu lagi. Berikan bantuan jika dia tampak cedera cukup parah, tetapi larilah dari tempat tersebut jika memungkinkan.
Jika kamu terjatuh ke tanah, lindungi diri sebaik mungkin. Tangkis pukulan lawan dengan tangan. Apabila pukulan lawan agak lemah dan bisa ditangani, cobalah melancarkan pukulan balasan.
Ingat cara diatas bukan untuk menindas teman-temanmu yang lebih lemah ya, tujuan orang yang kuat adalah untuk melindungj yang lemah bukan untuk menindas mereka
Sekian dari saya terimakasih
Waspadalah! Waspadalah!
(Abidun)

Muhammad Abid Abdillah
Follow me
Latest posts by Muhammad Abid Abdillah (see all)
Muhammad Abid Abdillah

Muhammad Abid Abdillah

Saya suka makan