BKKBN Jabar kembangkan Sekolah Pra nikah Bersama Fatayat NU Jabar


Read 202 

Pernah denger kata Fatayat ga sih?

Fatayat NU merupakan badan otonom Nahdhatul Ulama (NU) untuk kalangan perempuan muda. Organisasi ini didirikan pada 24 April 1950. Kata fatayat berasal dari bahasa Arab yang berarti pemudi. Maka dengan itu tidak heran pengurus Fatayat NU diisi perempuan semuanya. Sejatinya semua organisasi memerlukan regenerasi, pada hari minggu, 9 Agustus 2020 berlangsung kegiatan pelantikan pengurus wilayah Fatayat NU Jawa Barat yang baru disertai rangkaian penandatanganan MoU dengan berbagai pihak salah satunya Perwakilan BKKBN Jawa Barat. Kegiatan diadakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat serta dipastikan setiap tamu yang hadir di Auditorium Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Barat juga di rapid test.

Rangkaian kegiatan diselenggarakan juga secara virtual melalui aplikasi Zoom dengan dihadari oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ketua PWNU Jawa Barat, serta seluruh pengurus Fatayat NU di 27 Kota Kabupaten se Jawa Barat. Selain itu disiarkan pula di kanal Youtube Live Steaming untuk disaksikan langsung oleh khalayak umum.

Hadir pula dalam acara Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah sebagai keynote speaker. Ibu Menteri  mengajak semua yang hadir untuk mengakselerasi sumber daya manusia melalui kegiatan yang disediakan oleh pemerintah terutama di masa pandemi covid 19 yang mana semua terdampak. Di Kementerian Ketenagakerjaan ada banyak program seperti Program Pra Kerja, Inkubasi Bisnis Outwalk (IBO), Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan ada dua Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja yang pusatnya di Bandung serta banyak program yang memberdayakan perempuan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya pungkas Ida.

Ketua Fatayat PWNU Jawa Barat (Hirni) dalam sambutannya menyampaikan bahwa PW Fatayat siap berkolaborasi dengan semua pihak dan siap bekeja untuk menjadi magnet perubahan, dan perbaikan di segment perempuan. Selanjutnya Hirni yang baru saja dilantik menerangkan bahwa Fatayat NU Jabar pun membidik untuk memperkuat kerjasama dengan mendukung salah satunya Program Bangga Kencana milik BKKBN terutama dalam mengembangkan konsep konseling pranikah, melalui Sekolah Pranikah. Untuk itu hari ini akan ditandatangani bersama MoU bersama BKKBN Jawa Barat, tambah Hirni.

Penandatangan MoU BKKBN Jabar dengan Fatayat NU Jabar |foto by NHA

Penandatangan MoU dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana yang akrab disapa Ayah Uung dan didampingi oleh Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Ada lima kesepakatan bersama antara PW Fatayat Jabar dengan BKKBN Jawa Barat meliputi Program Sekolah Pra Nikah; Program 1000 hari pertama kehidupan; Pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan Informasi data keluarga; Pengembangan dan pelatihan kepada orangtua terkait komunikasi efektif dengan remaja; Kegiatan dan kerjasama lainnya yang dikembangkan berdasarkan kesepakatan para pihak.

Setelah ditandangani kesepakatan bersama ini diharapkan semangat 21-25 keren dan PUP usia ideal terealisasi di seluruh Jawa Barat, papar Ayah Uung. Selain itu, dalam rangka menyiapkan remaja menghadapi kehidupan berkeluarga agar terencana serta memiliki visi dan misi dalam menjalankan bahtera rumah tangga, tambah Kusmana.

Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Elma menambahkan bahwa adanya sekolah/Konseling Pra nikah ini agar mencegah stunting sebagai akibat usia kawin yang masih muda dan pengetahuan terbatas terkait pengasuhan selama kehamilan. Nota Kesepahaman ini berlaku dalam jangka waktu 3 (tiga) Tahun dan semoga dapat mewujudkan Jawa Barat juara lahir dan batin seperti yang digelorakan pemerintah Jawa Barat. (Red.nha)

infiniteens.id
Follow Us
infiniteens.id

infiniteens.id

Youth Digital Literacy