Bahagia Sejatinya Tercipta oleh Kita


20200102_132802_0000.png

Read 94 

Dewasa ini kita sering kali dituntut oleh orang lain dan akhirnya kita menuntut diri sendiri atas penilaian orang lain. Seperti pakaian, tidak sedikit dari kita mengikuti penilaian orang “ah baju kamu sudah ketinggalan zaman sekali” atau “baju kamu cocoknya dipakai sama ibu-ibu”. Selanjutnya, dari cara kita mengekspresikan kebahagiaan, orang lain mungkin bisa mengekspresikannya dengan berbagai cara. Lalu, apakah kita harus mengikuti orang lain? Tidak gengs. Jika hal yang demikian sangat tidak “mencerminkan diri kita” sebaiknya tidak diikuti karena itu akan menjadi tekanan bagi kita.

Pertanyaannya, ketika dalam posisi tertekan apakah kita bisa bahagia? Tentu tidak. Solusi yang tepat yakni kita harus menciptakan kebahagiaan sendiri. Definisi bahagia menurut setiap orang tentunya berbeda, mempunyai indikator kebahagiaan masing-masing sesuai dengan apa yang hendak dicapai. Ada orang yang merasa bahagia ketika melihat pemandangan hijau menghirup udara segar, ada yang merasa bahagia karena memiliki banyak harta dan teman, dan tidak sedikit pula orang merasakan kebahagiaan ketika hasrat dan ambisinya telah terpenuhi.

Banyak jalan yang dilalui oleh kita untuk mencapai kebahagiaan, namun banyak pula orang yang menyerah karena tidak mampu menghadapi segala macam rintangan yang datang untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Kita semua tentunya mendambakan kebahagiaan, lalu apa saja sih yang harus kita lakukan untuk mencapai kebahagiaan itu? Dibawah ini ada beberapa poin yang akan membantu teman-teman semua untuk mencapai bahagia. Yuk mariiiiii disimak…

• Tentukan Bahagiamu
Diantara dari kita semua mungkin pernah bertanya-tanya mengenai kehidupan orang lain, kok si B bisa bahagia sekali? Dia setiap hari selalu tersenyum seperti orang yang tidak memiliki beban sama sekali. Tentunya kitapun ingin merasakan kebahagiaan seperti itu, namun kita tidak pernah memperolehnya. Mengapa?
Agar bisa merasakan bahagia, tentunya kita tidak perlu mengikuti gaya hidup orang lain. Kita hanya melihat bagian bahagianya saja dari kehidupan si B, tapi kita tidak tahu betapa kerasnya ia berjuang sehingga bisa sampai pada tingkat kebahagian tersebut.
Kita bisa menentukan definisi bahagia versi kita dimulai dari diri sendiri. Sejatinya kebahagiaan bisa tercipta jika kita memiliki tujuan hidup dan keinginan kuat untuk mencapainya. Jangan meniru kebahagiaan versi orang lain, tentukan bahagiamu dimulai dari dirimu sendiri dan dimulai dari sekarang.

• Selalu Bersyukur
Kamu ingin merasakan kebahagiaan setiap hari? Jangan lupa bersyukur yaa, dalam kondisi apapun. Coba lihat, diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung dirimu. Bersyukur terhadap hal-hal kecil bisa membuat kita bahagia lhoo gengs.

• Izinkan Hatimu untuk Bahagia
Kehidupan ini mungkin terlalu berat untuk kamu hadapi, setiap hari yang kamu rasakan hanya masalah yang datang silih berganti, merasakan hanya nasib buruk yang datang kepadamu. Bisa jadi kamu belum merasa bahagia karena kamu belum memberikan izin pada hati untuk merasa bahagia. Walaupun berat, cobalah untuk merasakan kebahagiaan meskipun dengan hal yang kecil. Berusaha tersenyum setiap hari walaupun cobaan yang menimpamu begitu berat. Percayalah dengan kita melakukan hal tersebut, kebahagiaan akan menyertai hari dan hati kita.

• Sibuklah untuk Menjadi Orang yang Bahagia Setiap Saat
Jadikan dirimu sesibuk mungkin untuk mencapai bahagia yang kamu tuju. Membiarkan diri berlarut dalam kesedihan hanya akan menghambat kita untuk memperoleh kebahagiaan sejati. Jika kita bahagia maka orang-orang disekitar kitapun akan tertular kebahagiaan tersebut.
Sudahkah kita siap menjadi orang bahagia? Jawabannya ada pada diri masing-masing. Dan yang harus kita ingat bahwasanya bahagia itu kita yang ciptakan.

Astri Aprillia Hasanah
Follow me
Latest posts by Astri Aprillia Hasanah (see all)
Astri Aprillia Hasanah

Astri Aprillia Hasanah

Astri Aprillia Hasanah dilahirkan di Sukabumi, 27 April 1999 merupakan seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.