Apa Saja Kualitas Konselor yang Profesional itu?


20200424_162313_0000.png

Read 225 

Hallo teman-teman pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai kualitas konselor yang profesional. Sebelum teman-teman mengetahui apa saja kualitas konselor yang profesional temen-temen udah tau belum apa itu konselor, konseling, dan konseli? Pasti pada penasarankan… ayok simak baik-baik yaa

Kata konseling merupakan terjemahan dari counseling yang berasal dari kata kerja to counsel yang berarti menasehati, atau mengajukan kepada seseorang secara face to face. Zainal Aqib (2012:29) mengemukakan bahwa counseling atau konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Jadi konseling itu proses bantuan yang dilakukan seseorang (konselor) kepada seseorang (konseli) secara tatap muka dengan tujuan untuk membantu konseli dalam menyelesaikan permasalahannya.

Sedangkan konselor adalah suatu orang yang memberikan bantuan kepada orang lain ke arah yang lebih baik atau lebih adaftif. Adapun konseli adalah orang yang meminta bantuan klien.

Dapat disimpulkan bahwa konseling, konselor, dan konseli itu saling berkesinambungan. Dengan kata lain ketika ada proses konseling maka disitu akan akan konselor juga konseli.

Nah, setelah temen-temen mengetahui konseling, konselor, dan konseli. Maka temen-temen harus tahu juga bahwa didalam konseling itu harus ada konselor atau orang yang ahli karena sebuah proses konseling akan berhasil jika ada konselor yag ahli dan profesional.

Konseling merupakan sebuah pekerjaan profesional yang dalam pelayanan ahlinya tidak hanya sekedar menerapkan seperangkat prosedur tetap, melainkan harus selalu berpikir dengan mengerahkan kemapuan akademik yang dikuasainya untuk melakukan layanan konseling, itu artinya… menjadi konselor yang profesional harus memenuhi standar kompetensi akademik maupun tandar kompetensi profesional, sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) no 27 tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor pada pasal 1 ayat 1. Sosok utuh kompetensi konselor mencakup kompetensi akademik dan kompetensi profesional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional konseling dan merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesioanal. Kompetensi akademik meliputi:
1) Memahami secara mendalam konseli yang dilayani
2) Menguasai landasan dan kerangka teoretik konseling
3) Menyelenggarakan layanan konseling yang memandrikan, dan ‘
4) Mengembangkan profesionalitas konselor secara berkelanjutan.

Untuk menjadi konselor yang profesional, tentu saja tidak mudah temen-temen.. berikut ini akan dibahas apa saja sih kualitas konselor yang profesional itu. Menurut Nurul Hartini (2016) sebagai konselor yang profesional hendaknya seseorang itu menguasai tiga hal:

Yang pertama harus menguasai know what, Yaitu seorang konselor yang profesional harus memiliki pengetahuan-pengetahuan tertentu seperti apa itu konseling, filsafatyang mendasarinya, esensi dan karakteristik konseling yang membedakan dari cabang psikologi yang lain, ruang lingkup kerjanya, dan ilmu-ilmu perilaku yang menunjang liannya.

Yang kedua harus menguasai show how, yaitu seorang konselor yang profesional hendaknya memiliki sikap-sikap (attitude) tertentu agar ia tidak menjadi teknikus manusia, melainkan orang yang menangani konseling secara manusiawi dengan metode-metode dan pendekatan konseling, menghayati etika profesi dan yang lainnya.

Yang ketiga, harus menguasai know how, yaitu seorang konselor yang profesional harus memiliki keterampilan-keterampilan (skill) tertentu dalam menangani konseling.

Seorang konselor yang profesional itu harus mampu memanfaatkan segala kondisi yang mampu menunjang proses konseling dan menghindari faktor-faktor yang dapat menghambat konseling. Diantara kondisi yang menunjang itu adalah menciptakan keamanan dan kebebasan psikologis, ketulusan dan kejujuran, kehangatan dan penuh penerimaan, empati, perasaan yang menyenangkan, memiliki harapan dan ketenangan. Konselor profesional juga harus dapat memilih metode atau pendekatan-pendekatan konseling yang tepat dan mampu menerapkannya dalam layanan konseling, sehingga ia dapat membawa konseli ke arah jalan menuju konseli yang mampu mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki pola pikir yang positif.

Akan tetapi dalam konseling islam, kriteria seorang konselor yang profesional itu menurut (Abdul Basit ;193) ada 3 syarat :
1) Memiliki pengetahuan
Pengetahuan yang dimaksud bukan hanya menyangkut wawasan yang bersifat generik, tetapi juga berkenaan dengan pengetahuan yang sangat mendasar tentang perilaku manusia, perkembangan kepribadian manusia, ilmu kesehatan, spiritualitas, kesehatan mental, dan etika sebagai konselor islam. pengetahuan itu dimaksudkan sebagai bekal dalam mengenal karakteristik klien yang akan dihadapinya sekaligus sebagai bekl dalam memahami profesi di bidang konseling islam.

2) Memiliki keahlian praktis
Disamping pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap seorang konselor islam, Keahlian praktis menjadi prasyarat pertama bagi konselor islam. keahlian praktis ini diperlukan saat konselor berhubungan dengan klien atau pasien, seorang konselor islam harus memiliki kemapuan praktis dalam komunikasi secara terapeutik, konselor islam harus pandai dan lincah dalam berkomunikasi terapeutik dengan pasien atau kliennya.

3) Berakhlak mulia
Seorang konselor harus memiliki akhlak mulia, karena konselor tentu menjadi panutan bagi kliennya. Sehingga tidak akan timbul kerancuan ketika konselor menyuruh klien untuk melakukan kebaikan, tetapi konselornya justru tidak mampu menunjukkan akhlak yang baik. Inilah yang perlu menjadi kajian untuk anda para calon konselor ataupun konselor yang telah ber-tittle.

Yani Nuraeni
Follow me
Yani Nuraeni

Yani Nuraeni

yani Nuraeni lahir dibandung pada tanggal 01 oktober 1998 sekarang sedang mengenyam pendidikan di UIN sunan gunung djati bandung jurusan bimbingan konseling islam